
...Happy reading...
"Ran kenapa ga masuk?" Sapa kak Nanda yang tiba-tiba muncul dari belakangku.
"Eh iya kak bentar lagi" aku duduk diteras sekre menatap langit yang tampak cerah dihiasi dengan bintang malam.
"Wah banyak bintang ya" ucapnya yang kulihat ikut menatap ke langit malam ini.
"Emm" gumamku mengiyakan.
kak Nanda mengambil posisi duduk disampingku, kak Nanda sering membuatku bingung dengan sikapnya yang kemarin dingin banget dan sekarang balik lagi kayak biasanya.
"Yok rapatnya mau dimulai" ucap salat satu pengurus mengingatkan.
Kami masuk kesekre mengikuti rapat, rapat usai lebih awal dan rapat berikutnya akan diadakan pada H-1 sekaligus sebagai rapat pemantapan.
"Ran balik bareng ga?" Tanya kak Nanda.
"Ga kak aku bareng Yuli" tolakku, aku hanya merasa tak nyaman dengan sikapnya yang sewaktu-waktu bisa berubah 360 derajat.
Terlihat sepasang mata mengamati kami berdua tampak tersenyum, aku baru hendak menyapanya namun Yuli lebih dulu menarik lengan bajuku dan aku memilih mengikuti Yuli berjalan ke parkiran.
***
Aku menguap beberapa kali kulirik hpku sudah pukul 22.00 namun rapat belum usai juga.
"Oh ya untuk panitia yang ga punya kendaraan angkat tangan dong biar besok ga cari-cari temen buat berangkat" ucap ketua panitia, aku mengangkat tangan dan diikuti oleh beberapa panitia lainnya.
"Yul aku bareng kamu ya, sepeda motorku lagi dibengkel" ucap Lilis langsung membooking Yuli.
"Oh ya boleh" jawab Yuli mengiyakan.
"Aku bareng sama Yuli" ucap Lilis mengkonfirmasi pada ketua, dan panitia yang lainnya sudah dapat teman berangkat.
"Hanya tersisa Rani dan Eka yang mengangkat tangan" ucap Riza mengingatkan.
"Eka sama kak Uncum, Rani sama kak Nanda ya. Oke semuanya udah dapat pasangan berangkat ya" ucap Riza lagi.
Pukul 22.30 Rapat akhirnya selesai dan para panitia berhamburan keluar sekre, sambil menahan rasa ngantuk yang tak tertahankan.
"Ran besok aku jemput jam 12.30 ya, jangan sampai telat ya siap-siapnya" ucap kak Nanda menepuk pundakku.
"Iya kak" jawabku mengiyakan.
"Ran ayok pulang" ucap Yuli tiba-tiba menarik lenganku dan aku menyetarakan langkah dengannya.
***
- kak Nanda
Ran aku udah didepan.
Buru-buru aku membuka pintu mengenakan sepatu dan berlari tergopoh-gopoh menuju sepeda motor kak Nanda.
"Ga bawa jaket atau hoodie? Dingin loh kita di kaki merapi, yah sekarang emang masih siang tapi besok pagi kamu bisa beku loh" ucap kak Nanda mengingatkan.
"Oh ya bentar kak" jawabku, aku berlari kembali kekamarku sambil mengenakan hoodie warna biru muda, daan buru-buru kembali kedekat kak Nanda.
"Udah dicek semua ga ada yang tinggal?" ingat kak Nanda lagi.
"Emm, udah kak" jawabku sambil mengingat-ingat barang bawaanku.
"Ayok" ajak ku bersemangat.
Sepeda motor melesat meninggalkan kota menuju ke arah utara kota, suasana yang sama pada satu tahun yang lalu saat aku masih menjadi kader, pandangan pertama aku melihat kak Nanda namun tak menghiraukannya. Aku tersenyum mengingat memoriku pada satu tahun silam.
"Ran pegangan ya, agak kenceng anginnya ni" ingat kak Nanda setengah berteriak karena anginnya kencang takut suaranya tak kedengaran olehku.
Aku yang awalnya meletakan tanganku dipahaku beralih memeluk pinggang kak Nanda, aku kembali tersenyum terasa begitu canggung namun sangat membahagiakan.
Tiba di tempat tujuan aku langsung ikut membantu para panitia yang telah tiba. Menggelar tikar, menyusun snack kedalam kotak, memeriksa ke homestay dan segala perlengkapan lainnya.
Pukul 14.30 para calon kader telah tiba, aku sibuk mempersiapkan segala snack dan air mineral untuk para kader saat penyampaian materi nanti.
Para kader mengikuti acara dengan penuh semangat, menjawab makanan dan minuman teka teki, adu yel yel dan bermain games dengan para panitia juga.
Aku kembali menyusun snack teka teki yang dibawa oleh kader di masukan kedalam trashbag dan disimpan untuk persediaan makanan untuk acara sharing sesion, menonton pensi nanti malam, dan bekal mereka saat hiking besok.
Wakil rektor membuka acara tersebut secara simbolis dan diikuti tepuk tangan oleh para peserta Lapinsar. Setelah itu para peserta diantarkan ke homestay yang telah di tentukan oleh para panitia untuk beristirahat sebelum acara nanti malam.
***
Acara makan malam berlangsung dan para peserta menghabiskan makanannya tanpa sisa. Selanjutnya acara sharing sesion, aku disibukan dengan membagikan snack kepada para perserta.
Hingga pukul 23.00 acara api unggun dimulai, para peserta diminta mengelilingi api unggun dan mengikuti lagu yang dinyanyikan oleh panitia. Api unggun mulai mengecil Acara pensi dibuka dan para peserta serta para panitia antusias karena biasanya pensi adalah acara yang sangat ditunggu-tunggu.
"Ran pegangin bentar dong sekalian fotoin ya mereka yang lagi tampil" ucap kak Nanda menyerahkan kamera kepadaku yang sedang berdiri disebelahnya.
"Kakak mau kemana?" tanyaku bingung sambil menerima kamera darinya.
"Toilet bentar" ucapnya kemudian berlari kecil meninggalkanku dan aku mulai memotret peserta yang sedang tampil.
"Sini kameranya" bisik seseorang di telingaku membuat bulu kudukku ikut berdiri.
Sontak aku berbalik badan dan berhadapan langsung dengan kak Nanda kemuadian kak Nanda mengambil kamera tersebut, meraih tali kamera yang sedari tadi mengalung di leherku dan memindahkannya kelehernya. Aku mematung diam seribu bahasa jantungku berdegup saat kak Nanda berdiri tepat dihadapanku.
dari kejauhan terlihat kak Uncum mengepal tangan melihat pemandangan tersebut.
"Ehem" Yuli berdehem yang datang entah dari mana.
Hal tersebut membuat kak Nanda buru-buru memenggeser tubuhnya agak menjauh dariku, Yuli yang melihat kejadian tersebut tertawa geli bagaimana bisa ketua devisinya salah tingkah begitu.
"Habis dari mana Yul?" aku angkat bicara untuk mengurangi rasa canggung.
"Bantu bantu bagiin snack ke peserta" jawab Yuli.
"Oh" Rani manggut-manggut mengiyakan.
"Oh ya habis ini ada acara khusus panitia" ucap Yuli tiba-tiba yang aku sendiri pun tak tahu kalau ada acara khusus panitia setelah acara pensi.
"Acara apa?" tanyaku penasaran.
"Nyanyi-nyanyi gitu sambil ngelingkarin api unggun trus ada gamesnya, acaranya sampai jam 1 sih kalo ga molor katanya" ucap Yuli mencoba menjelaskan.
"Oh, kak Nan nyumbangin lagu ga nanti?" Tanyaku basa-basi.
"Merusak dunia maksudnya" jawab Yuli meremehkan.
"Ya begitulah" jawab Nanda santai sambil mengangkat bahunya.
"Oke, yang tadi adalah penampilan terakhir yah sayang sekali ya acara kita malam hari ini selesai, nah buat temen-temen boleh kembali ke homestay dan langsung tidur ya jangan main hp karena besok pagi kalian akan menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan. Selamat malam" tutup MC tanda berakhirnya pensi pada malam itu.
"Ayok para panitia ngumpul yok kita seru-seruan sebentar biar semangat buat acara besok pagi" Ajak kak Alfa sebagai ketua BEM.
Aku menggeser duduk yang diantara kak Nanda dan Yuli membentuk lingkaran mengelilingi api unggun sesuai intruksi dari ketua BEM.
"Adakah yang mau menyumbangkan lagu?" tanya kak Alfa kepada para panitia.
"Kak Nanda ni kak" Yuli menyela.
"Yok Nanda maju sedikit mau nyanyi apa Nanda?" ucap kak Alfa langsung mempersilahkan tanpa mempertanyakan ketersediaan kak Nanda.
"Iiss Yuli" kak Nanda menatap sinis ke Yuli.
Yuli dan aku hanya tertawa menyaksikan tingkah ketua devisi kami.
"Nanda mau bawakin lagu apa?" Tanya ketua BEM lagi.
"My location unknow aja dah, yok kita nyanyi bareng bareng yok" ajak kak Nanda dan bangkit dari duduknya.
Travelling places I ain't seen you in ages
But I hope you come back to me
My mind's running wild with you faraway
I still think of you a hundred times a day
"Gila si suaranya keren banget, pantesan dia bilang merdu ya Ran?" Ucap Yuli kagum.
"Kau sih ngeremehin orang tapi belum tau bakatnya" ucapmu membela kak Nanda
I still think of you too if only you knew
When I'm feeling a bit down
and I wanna pull through
I look over your photograph
And I think how much
I miss you, I miss you
Aku menatap kagum kepada sosok yang akhir-akhir ini dekat denganku, minus kejadian waktu beli air mineral.
I wish I knew where I was
'cause I don't have a clue
I just need to work out some way
of getting me to you
'Cause I will never find a love
like ours out here
In a million years, a million years
"Emm manis banget" Gumamku pelan.
"Eh kau ngomong apa barusan?" Yuli menyela.
"Apa?" tanyaku pura-pura tak tahu.
"Tadi kau ngomong sesuatu" ucap Yuli sambil menatapku sinis.
"Gak ada" jawabku membela diri.
"Ada" jawab Yuli.
"Udah ah berisik" ucap Lilis meleraikan kami.
My location unknown
tryna find a way back home to you again
I gotta get back to you
gotta gotta get back to you
My location unknown
tryna find a way back home to you again
I gotta get back to you
gotta gotta get back to you
I just need to know that you're safe,
given that I'm miles away
On the first flight back to your side
I don't care how long it takes,
I know you'll be worth the wait
On the first flight back to your side.
Tepuk tangan bergema disekitar api unggun tersebut menatap takjub kepada sosok yang memiliki suara yang katanya merdu tersebut.
...***Jangan lupa like, vote dan comment ya,...
...Terimakasih sudah membaca.***...