Meet You Again

Meet You Again
Semua sayang Enda



Ben mengemudi dengan tubuh bergetar.sebisa mungkin dia bersikap santai demi keselamatannya.


Sesampainya di rumah sakit Dokter mengatakan keadaan Enda nggak terlalu parah kok.dia hanya demam tinggi.selain itu nggak ada penyakit lainnya.


"Akh..syukurlah.setidaknya dia tak memiliki penyakit berbahaya ."


Ben menyandarkan diri di kursi.menunggu Dokter selesai memeriksa keadaan Enda lagi.dan ternyata meskipun hanya demam Enda tetap harus di rawat di rumah sakit.


"Maaf pak.saya tidak menjaga Enda dengan baik."Nana selaku wali kelas Enda merasa sangat bersalah.


"Nggak bu.tadi pagi saya memang merasakan keningnya hangat.saya yang nggak peka bu."


Dengan wajah sedih Ben kini  menatap dalam dalam wajah sang malaikat kecilnya.


Di elusnya lembut rambut hitam lebat Enda.


"Cepat sembuh ya nak..Ayah sudah dapat pekerjaan baru.jadi kita nggak perlu pulang tengah malam terus".


Mendengar ucapan Ben ada rasa penasaran di hati Nana .namun sangat tidak pantas jika dia menanyakan hal itu kepadanya.terlebih dia hanyalah seorang guru di sekolah Enda.


"Bu Nana jika ingin pulang silahkan saja bu.saya akan menjaga Enda."Ujar Ben.


nampak guru muda itu sangat bertanggung jawab terhadap anak muridnya.


"Hm...Enda akan menginap di sini dan pak Ben kan perlu kembali ke rumah untuk mempersiapkan segala keperluan Enda nantinya."


"Saya akan tetap di sini pak..anda pulang aja dulu".


kebaikan hati Nana membuat Ben tersentuh.seakan Nana tau bahwa hanya ada dirinya dan Ben di antara mereka.


Ya..Nana memang mengetahuinya.Enda adalah anak yang cerdas dan pandai bicara.dia dengan santai menceritakan perihal sampainya dia tinggal bersama Ben.tentu saja versi Enda ya.


Dari situ Nana tau bahwa Enda hanya berdua dengan sang Ayah..Nana juga tau bahwa Enda selalu pulang malam karena ikut Ben bekerja.


Setelah berpikir panjang perkataan Nana ada benarnya juga.di saat seperti ini dia memang memerlukan seseorang yang dapat menolongnya menjaga Enda.


Dengan segera Ben balik ke rumah.mengambil segala keperluan dirinya dan Enda.setelah segalanya terasa telah terkontor barulah Nana berpamitan pulang.


"Saya benar benar meminta Maaf pak.semoga Enda segera sembuh".ujarnya sebelum pulang.


Paras dan prilakunya sangat cocok dengan penampilannya.gadis berkerudung itu sangat lemah lembut san sopan dalam bertutur kata.


"Heheheh..seandainya Jodohku seperti dia".gumam Ben memandang kepergian Nana yang semakin pergi menjauh.


"Hadeh..ayolah Ben.siapa yang mau bersuami kan Duda seperti mu 😂".batin Ben mentertawakan kata kata tak tau malu yang di lontarkan mulutnya.


Cepat cepat di tepisnya segala harapan di hati.nampaknya dia harus sering sering berkaca deh.hehehehhe 😆.


***


Kabar duka yang menimpa Enda santer tersebar di kalangan Mey and the gank.Jova yang setiap hari bercengkerama bersama Enda merasa khawatir.


"Kamu apain si Enda Ben?sinting nggak sih udah tau badan Anak kamu panas malah di suruh sekolah.harus nya otak kamu noh yang di sekolahin!!!".Caci maki Jova terasa nyeri di telinga Kaila.sikap savage Jova kambuh.keseringan bersama menimbulkan perasaan sayang Jova terhadap Enda.


"Itu mulut nyinyir meluber lancar jaya amat mencaci maki aku.kalo khawatir ke sini mbak.jangan lupa bawakan cemilan yang banyak.Sahut Ben.


"Cih dasar duda.sambil menyelam minum air itu mah,tungguin Vino bentar deh".


"Trus Bar gimana??lagian aku ada yang mau di omongin juga sih sama kamu sama Kaila''.


"Kaila yang jagain.kamu mau ngomong apaan??".tanya Jova penasaran.


"Ayah.."Suara lemah Enda sayup terdengar..


"Ntar aja pas di sini.Enda bangun nih."Panggilan berakhir.


Dengan penuh perhatian dan kasih sayang Ben mengurusi Enda.anak itu nampak merasa bersalah.namun dengan senyuman Ben meyakinkannya bahwa ini bukan kesalahannya.


Seperti biasa.Enda tetaplah Enda yang ceria dan menyenangkan.baru beberapa waktu di rumah sakit dia sudah di sukai para perawat wanita.


Keesokan harinya Nana datang menengok Enda.prilaku Nana jelas membuat Ben baper.apalagi parasnya yang lama kelamaan terasa semakin cantik di mata Ben.


"Oh tuhan.bidadari ini terlalu cantik.tolong jangan membuatku menaruh harapan kepadanya"Batin Ben menjerit.


"Maaf bu Nana apa nggak merepotkan pagi pagi begini anda sudah datang menjenguk Enda."Tegur Ben.dia merasa nggak enak.saudara bukan,bini apa lagi 🤣.


Gadis itu tertunduk di hadapan Ben."Sebelumnya maaf atas kelancangan saya pak.Sebenarnya saya tau bahwa Enda hanya mempunyai Anda.dan kemarin saya mendengar ucapan anda tentang pekerjaan baru.".jemarinya beradu di pangkuannya.


"Saya juga tau bahwa Enda selalu pulang larut malam bersama anda.itu sangat tidak baik untuknya ___".


Ben masih diam menyaring perkataan gadis itu.


"Saya___jika anda belum mendapatkan pekerjaan baru Enda bisa anda titipkan kepada saya".


Kedua mata Ben berkedip cepat.dia mencari pandangan Nana.sayangnya Nana masih menunduk kan kepalanya.


"Maksud bu Nana ketika saya bekerja Enda akan tinggal bersama Anda begitu....saya rasa___kita nggak sedekat itu kan bu".Ragu ragu Ben mengucapkan perkataannya.


"Saya hanya sangat kasihan kepadanya pak.maaf jika saya lancang.tingkah lakunya mengingatkan pada adik bungsu saya.".


Jawaban Nana sangat di luar akal sehat Ben.bagaimana bisa dia begitu menyayangi Enda hanya karena mengingatkannya kepada sang adik."wah labil ni cewek.kayanya masih muda banget.ah terserahlah!!selama masih baik baik aja biarin deh."pikir Ben.


Dia pun menjelaskan bahwa dirinya sudah mendapatkan pekerjaan lain ,kedepannya Enda nggak akan pulang larut malam lagi bersamanya.dan tak lupa Ben mengucapkan banyak rasa terimakasih kepada Nana.kebaikannya sangat membekas di hati Ben.


"Cukup 2 hari saja Enda berada di rumah sakit.sekarang dia sudah pulih kembali dan besok akan mulai bersekolah lagi.dia sangat senang mengetahui besok akan kembali bersekolah.


"Yeiyy!!Bisa main sama Ibu Nana lagi deh!!".serunya bahagia.


"😅 Nana lagi."Gumam Ben.


Di kediaman Jova...


Siang itu dek Jovana sedang sibuk membuat sesuatu di dapur.ini hari libur sang suami.dia berniat membuatkan sesuatu yang dapat memanjakan lidah sang suami.


Namun bukan Jova namanya kalo memasak dalam keadaan tenang dan damai.


Tepung berserakan di meja makan.tempat cuci piring terlihat sudah Full penumpang.kulkas di biarkan terbuka lebar.dia menyeretel musik dari ponselnya dan  menyalakan mixer untuk membuat adonan.lengkap sudah keributan yang dia timbulkan siang ini.


Vino terbangun dari tidur lelapnya.dengan langkah terseret dan mulut yang terus menguap Vino berjalan mendekati sang istri..


"Berisik amat sih..!"gumamnya duduk di meja makan.


"Udah tau berisik malah di samperin.lagian udah siang juga.buruan mandi sana".ujarnya cuek menuang tepung sedikit sedikit ke dalam adonan.


"Oh my god!!!"Vino terperangah setelah pandangannya kembali normal.


"Sayang,kulkasnya di tutup lagi dong.ini kenapa nggak di cuci dulu.kamu nggak terganggu bikin Kue dengan keadaan kacau begini??".Vino menurup pintu kulkas dan pergi ke kamar mandi.tak berapa lama dia muncul kembali.sepertinya dia hanya mencuci wajahnya dan sikat gigi.


"Nggak sekalian mandi ??"tanya Jova sambil mengoles margarin di cetakan kue.


"Tanggung!''jawab Vino.dia mengambil celemek dan tanpa di minta segera mencuci piring.


"Kwkwkkw...i love u sayang 😍".Jova senang dengan perlakuan Vino kepadanya.


"Kebiasaan deh.kalo mau masak dapurnya di rapiin dulu."


"tadi udah rapi kok sayang ".ujar Jova manja.


beginilah Vino,selalu sigap membantu pekerjaan Jova.usia boleh lebih muda namun dia tetaplah ketua di dalam rumah tangganya.dia selalu memperlakukan Jova dengan manja.


"Cake nya mau taburan keju apa kismis?".tanya Jova.ternyata dia sedang membuat cake untuk Vino.itu akan menjadi teman ngopi Vino saat bekerja di rumah.setidaknya Cake buatan Jova nggak kalah enak kok sama yang di jual di cafe ceria.


"Separo kismis separo keju 😁".jawab Vino dengan senyum lebarnya.


~~♡♡Happy reading.jangan lupa like ,vote dan komen ya teman ^,^