
" Aku nggak berniat berangkat ke jepang Lian !!". Sentak Melinda . Ujung matanya kembali menciptakan anakan air mata .
" Kata Papah ____"
" Papah kamu yang maksa aku Lian !!". Melinda menaikan nada bicara nya .
" MELINDA !!". Bentak Riley yang sekarang berdiri di belakang Lian dengan tatapan siap membunuh Melinda .
" Jadi begini cara nya agar aku bisa bicara lagi dengan kamu ??". Melinda seakan menggangap Lian nggak ada . Jelas saja prilaku nya membuat Lian terkejut . Mana sopan santun yang biasa Melinda perlihatkan ketika berhadapan dengan atasan nya . Meskipun Dia bukan sekertaris Riley , Tapi bukan berarti dia bebas memanggil nya dengan sebutan nama saja seperti sekarang ini .
" Ke ruangan saya !! Kita bicara di sana !". Dengan suara berat nya Riley berbalik hendak meninggalkan mereka .
" Nggak !!".
Melinda tak bergeming dari tempat nya . Satu kata yang lolos dari mulut nya membuat langkah Riley berbalik lagi pada nya dengan bibir bergetar .
"Lian , Tinggalkan Papah sama Melinda ". Pinta nya .
" Jangan Lian !!, Ada yang harus Papah kamu jelas kan di sini !". Tekan Melinda . Dia begitu berani beradu pandang dengan Riley . Meskipun pandangan itu bukan lagi bermakna cinta seperti dahulu .
" Wah ...Ini kejadian ganjil Pah . Bener kata Melinda . Papah harus jelasin sesuatu sama Lian ". Wajah nya ketar ketir . Ini nggak seperti yang terlintas di benak Lian kan ?? Nggak mungkin kan ??
" Nanti kita bicarakan . Papah harus bicara dengan Melinda dulu sekarang ". Riley maju ke hadapan Melinda dan menyeretnya keluar rangan .
" Kamu lihat kan Lian !! Apa yang ada di benak kamu sekarang semuanya benar !!". Jerit Melinda yang terpaksa mengikuti langkah Riley . Mereka menaiki tangga samping yang menghubungkan ke atap bangunan .
Beberapa pasang mata menatap penuh tanya ke arah mereka . Namun sekali lirikan Riley menyapu ke seluruh penjuru ruangan , Seketika mereka berlagak nggak menyaksikan apa yang telah terjadi .
Di dalam ruangan tadi Lian terduduk di lantai . " Oh ..Ini nggak seperti yang sedang aku pikirkan !!". Gumam nya lirih . Nggak kebayang kalo segala prasangka itu benar .
☘☘☘☘
" Jadi kamu yang bakal bergabung bersama orang nya Trifam ke jepang ??". Rio sekarang berhadapan dengan Rani . Selain dari Trifam , Zayd Company juga di minta mengirimkan perwakilan nya ke jepang sebagai pertukaran karyawan .
Rani hanya mengangguk menjawab pertanyaan Rio . Yah jika memang harus ke jepang , Maka dia bisa apa ?. Toh lebih baik begitu kan , Anggap saja pelarian dari patah hati karena Lian . Lelaki berlesung pipit yang sejak lama dia kagumi dalam diam . Sekalinya kenalan eh sudah punya gandengan . Rani sudah kalah sebelum berperang .
" Kamu belom bisa move on Ran ??". Selidik Rio . Dia tau betul bahwa bahwa Rani begitu menyukai sosok Lian .
" Enak Aja !!, Banyak kok cowok cakep di luaran sana ". Rani ngeles dan membuang muka . Dia mengaduk kasar rawon nya sebagai wujud ketidak sukaan nya dengan perkataan Rio .
" Apa salah dan dosa semangkok rawon itu Rani ?? Kalo nggak mau siniin aja . Aku siap menerima kok !". Canda Rio . Dia keceplosan menanyakan perihal Move on . Bukan rahasia lagi kalo para cewek paling sensi dengan cerita masa lalu yang pedih .
" Dih ... Pesan sendiri dong Rio !!". Lenguh nya lagi .
" Jangan ketus begitu dong . Nggak banyak lho cowok yang doyan cewek ketus !!".
Kedua mata Rani mendelik sinis " Berhenti ngimongin pasangan . Kaya kamu punya pasangan aja !!". Rani balas menyindir . Setau dia si Rio emang masih jomblo nih , Pada inti nya mereka berdua sama sama Jomblo kok .
" Yah ...". Lenguhan Rio terdengar menyedih kan .
" Hey . . . Pernah ngalamin juga ??". Tanya Rani .
Rio mengangguk " Itu yang sekarang jadian sama anak nya pendiri Trifam ".
" Siapa ?? Masa kamu naksir Lian ??". Rani tertawa geli .
" Yee... Nama nya aja Trifam , Berarti mereka bertiga . Songong deh ". Rio mengerti dengan kekehan Rani .
✒✒✒✒
Di atap gedung perusahaan Trifam Riley dan Melani berdebat hebat . Melani memelas meminta pengertian Riley dengan hati nya . Sumpah mati dia benar benar mencintai lelaki ber istri itu .
" Aku nggak bisa tanpa kamu , Please jangan giniin aku ". Rani terlihat sangat sedih .
" Aku bukan jodoh mu Rani !!, Kamu juga masih muda . Carilah lelaki yang lebih pantas bersama mu !!".
" Jodoh itu nggak hanya satu Riley !,Aku bersedia jadi istri kedua kamu . Tolong jangan siksa aku lagi . Kamu sama saja dengan membunuh ku jika memaksa ku pergi ke jepang ". Isak tangis Melinda terdengar menyakitkan .
" Gila !!, Wanita mana yang bersedia di madu ".
" Aku bersedia !!.
" Tapi Vivi nggak bakal bersedia !". Bentak Riley .
Isak tangis nya semakin menjadi . Rasa takut kehilangan membuat air mata semakin menggenangi kedua pipi nya ." Aku harus apa sekarang ?? Aku hampir mati setiap hari kamu cuekin Riley !! Aku sendirian di kos kos an ".
" Kam harus bertahan , Cepat atau lambat semua akan kembali seperti sedia kala ".
" Apa aku nggak berarti lagi di mata kamu ?? ". Tanya nya dengan tatapan nanar. Dia berusaha menangkap pandangan Riley , Namun dengan jelas Riley ogah bertatap mata dengan nya .
" Aku salah Mel !! Nggak seharus nya kita bersama !!". Ujar nya menatap ke lain arah . Dia akan lemah jika terperangkap dalam tatapan sendu Melinda .
Melinda tersungkur , Hati nya terisir dengan ucapan Lelaki yang begitu di cintai nya . Kemana kata kata manis ketika mereka masih bersama ?? Mana kata rindu yang selali Riley kata kan ketika 1 hari saja mereka nggak bertemu ?? Riley benar benar berubah di mata Melinda .
Riley terenyuh , Wajah wanita yang 2 tahun belakang melewati suka duka bersama nya sekarang berderai air mata . Bisikan setan bertanduk melihat sedikit cela di hati nya untuk Melinda .
" Dia mau kok di umpetin , Sikat lagi dong Ley !!". Goda setan bertanduk
" Anak istri jadi taruhan nya . Apalagi udah ada yang tau !!". Bisik malaikat baik hati .
" Aku akan diam Riley , Aku nggak akan mengusik rumah tangga kalian . Cukup temui aku di waktu lengang mu saja ". Pinta Melinda . Harga diri nya telah runtuh ke bumi . Rasa cinta dan rindu menghilangkan akal sehat nya .
" Tuh .. Hajar aja bro !! Di enakin masa kamu nolak sih !!". Bisik Setan bertanduk lagi .
" Ingat Kaila !! Dia cewek keras kepala yang nggak diam aja dengan status kalian . Dia bakal cari tau . Udah deh , Tinggalin Melinda !". Malaikat baik hati nggak tinggal diam melawan bisikan menjerumus kan sang Red devil .
Melinda menarik tangan Riley dan menggenggam nya erat " Aku mohon Riley !!, Aku akan berkelakuan baik ".
" Maaf Mel , Vivi begitu berharga untuk ku pertaruhkan kembali di aras hubungan terlarang kita !". Dia menepis tangan Melinda dan berlalu pergi .
Bayang Riley perlahan menghilang dari hadapan Melinda , Meninggalkan gadis yang meratapi kesedihan karena cinta terlarang mereka .
Ada rasa luka di hati kecil Riley ketika beranjak menjauhi Melinda. Sepasang mata nya melirik sekilas sebelum benar benar berjakan memasuki gedung .
" Maaf Mel ..Kamu kesalahan terindah ku namun Vivi anugerah terindah yang Tuhan titip kan untuk ku ". Gumam nya dengan langkah mantap .
Di sudut lain Lian terdiam kaku ....
🎶🎶🎶🎶🎶
~~♡♡Happy reading . Jangan lupa like vote Fav dan komen ya teman ^,^