
π· Flashback tiga Hari yang lalu π·
"Serius Tur?."
"Iya Mah. Ayo buruan ke rumah Mey. Sudah sepakat nih sama Mey. Takut dia berubah pikiran lagi."
"Nanti malam ya" sahut Mega.
"Kelamaan Mah. Sekarang aja!."
"Kamu pikir ngelamar anak orang kayak mau beli anak ayam di pasar?. ini kan Papah belum pulang kerja."
"Lho, udah pulang kok Mah. Mampir kemana sih Papah?."
"Tanyakan pada rumput yang bergoyang" sahut Mega se-kenanya.
Fatur memasang wajah datar.
...πππ...
Di lain tempat.
"Jadi, apa maksud kamu membuka aib kalian kepadaku?."
"Jangan pandang aku dengan tatapan menghakimi begini dong Baskoro. Aku khilaf!."
"Riley!!" hardik Baskoro"Khilaf itu cuman sekali. Kalau sampai dua tahun mah bukan khilaf, tpi doyan" Baskoro masih nggak habis pikir, kok bisa seorang Riley yang menjadi ikon suami idaman di antara mereka ber-tiga, malah mempunyai hubungan terlarang bersama wanita lain. Sekertarisnya pula. Bisa-bisa dia sendiri yang akan di salahkan Vivi, kalau sampai perselingkuhan Riley ketahuan.
"Aku bisa jadi bulan-bulanan Lian sama Vivi!. Bukan hanya mereka ku rasa. para anak-anak dan geng mereka akan menghakimi ku, yang seolah-olah menjadi penjembatan hubungan terlarang kalian."
"Maaf Bas, awalnya aku hanya main-main. Aku nggak menyangka akan berkelanjutan selama ini" Riley tertunduk lesu. Dia menceritakan bagaimana Kaila memergoki mereka di restoran kemarin.
"Kaila pasti akan terus memantau kami Bas, tolong aku dong" pinta Riley penuh harap.
Memangnya apa yang di harapkan Riley dari seorang Baskoro, dia hanyalah semata bos besar Melinda. Hanya itu kan...
"Aku hanya sekedar Bos."
"Berhentikan dia bekerja" hardik Riley.
Kedua mata Baskoro melirik aneh kepadanya"Kupikir kamu minta di lancarkan jalan hubungan kalian."
Riley menggeleng"Aku menyesal Bas, aku sadar sekarang. Hanya Vivi yang aku cintai, hanya Vivi yang aku perlukan. Dia sudah lebih dari cukup untukku."
"Huh, ini akan lain ceritanya kalau Kaila nggak memergoki kalian kan?" tatap Baskoro tajam.
Riley terdiam...
"Hahaha, harusnya kamu berkaca Riley. Mega itu sangat cerewet tapi aku 100 % mencintai dan menyayanginya. Tuhan menciptakan Wanita lebih banyak dari pria di dunia ini untuk menguji Keimanan kita sebagai lelaki sejati. Ckckck Kamu gagal Bro" tepuk Baskoro di pundak Riley.
"Iya deh yang lelaki sejati. Sekadar kamu tolongin aku ya, kamu pecat Melinda. Aku sudah memutus hubungan dengannya namun dia bersikeras nggak mau berpisah. Dia malah menawarkan diri jadi istri simpananku" keluh Riley.
Di lihat dari rupa, Riley memang masih cukup menawan. Garis wajahnya yang tegas di tambah penampilannya yang selalu wangi dan fresh, nggak jarang membuat beberapa kolega perempuan bergumam takjub di hati, ketika bertemu dengannya. Bahkan Melinda yang seusia Lian saja, diam-diam menaruh kekaguman padanya. Lama-lama perasaan kagum itu berubah menjadi suka, juga rindu dan perasaan ingin memiliki. Hingga muncul pikiran gila yang menuntunnya menjadi seorang pelakor. Dengan tubuh semok dan wajah lumayan cantik, di tambah pakaian ketat dan berbahan minim, kucing mana yang nggak tergiur melihat paha dan dada ayam berkeliaran bebas di depan mata.
"Nanti saja aku pikirkan skandal untuk memecatnya."
Riley sedikit lega. Setidaknya sahabatnya yang satu ini bersedia menolongnya. Berbeda dengan Hermanto yang cuma bilang"Waw, mantap kamu Ley. Biji cabe pun kamu embat. Aku nggak ikut campur deh, bisa mati di gorok istriku. Secara yang kamu khianatin itu saudaranya bro. Anggap saja kamu nggak pernah curhat sama aku ya. Pleasee" pinta Hermanto. Bukannya nolongin malah dia yang minta tolong.
...ππ...
Jam tujuh malam Baskoro sudah kembali ke kediamannya, dia nampak kelelahan"Haduh, aku kok setuju" gumamnya memikirkan persetujuan membantu Riley.
"Dari mana sih Pah" sambut Fatur di depan pintu rumah.
"Tumben ke sini, masih ingat sama Papah sama Mamah?" sindir Baskoro.
"Kamu yang ngambekan. To the point aja apa mau kamu?!" ujung matanya melirik tajam ke arah Fatur yang cengar-cengir kepadanya.
"Tuh kan, cengengesan begini pasti ada maunya" tambahnya .
"Hehehe" Fatur melirik Jam di tangan.
"Mumpung baru Jam tujuh. Papah pasti sudah makan malam kan?."
Alis Baskoro menulik naik, bola matanya berputar jengah"Bilang deh Tur, ada apa?."
"Ngebet minta di pinang kan anak orang Pah" Mega kini berdiri di depan pintu juga.
"Siniin tas kerjanya" ujarnya seraya mengambil alih tas Baskoro.
"Kamu memang nggak peka deh Tur. Kalau mau cepat, harusnya kamu persilahkan Papah masuk dulu biar dia mandi bebersih diri."
"Pijitin dulu kek" timpal Baskoro. Setelah mengetahui maksud kedatangan anak bujangnya. Ups!! sudah nggak bujang sih ya, Baskoro berniat menggoda Fatur dengan memperlambat waktu.
"Kalau sambil pijit-pijit lama Pah. Keburu ngantuk Ibu sama Bapak nungguin di rumah" layaknya anak kecil, Fatur merengek pada Baskoro.
"Haduuhh, kamu adeknya Miya ya?. Merengek kayak gitu. Eh ngomong-ngomong gimana kabar cucu ku itu ya" tiba-tiba Baskoro teringat sama sucu semata wayangnya.
"Lah. Benar juga ya, apa kabar si Wita?. Katanya udah nikah sama Ustadz" Mega juga baru menyadari dengan kabar mereka yang jauh di sana.
Fatur mengeluarkan Ponselnya"Gini deh, Papah buruan mandi biar Fatur sama Mamah Video call sama Miya."
"Papah kangen Tur sama Miya" bukannya buru-buru mandi, Baskoro malah duduk menunggu Fatur Video call sama Miya.
"Ayolah Pah, sudah jam setengah delapan. Pleaseee!!..Entar kalau Papah udah mandi dan siap-siapnya kan bisa Video call sendiri sama Miya" merengek Fatur lagi.
Awas aja kalau nanti sama Mey pake acara nunda momongan. Papah gundulin kalian berdua" lenguh Baskoro sembari meninggalkan Fatur dan Mega di ruang tengah.
"Emang Mamah bakal diam aja kalau Fatur di gundulin?" tanya Fatur dengan senyum sumringah.
"Bayangin kamu gundul aja Mamah udah geli. Apalagi kalau Mey ikut ikutan di gundul. Kwkwkwkkwkw" Mega malah terkekeh membayangkan mereka berdua botak.
Mereka jadi ngebayangin yang macam-macam.tentang penampilan gundulnya. Hilang deh niat awal melakukan panggilan video pada Miya.
Selang tiga pilihan menit Baskoro sudah siap dengan setelan santai.
"Wuih, jadi gen gantengnya Fatur turunanΒ Papah toh" sanjung Fatur .
"Hohoho baru nyadar kamu?" sahut Baskoro bangga.
"Ehem!!. Mau sampai kapan muji-muji keringet di badan. Cih!!, enggak ngaca apa, cakepnya kamu tuh turunan Mamah" rupanya Mega cemburu dengan pujian Fatur terhadap Suaminya.
"Semua cakep deh. Ayo buruan ke Rumah Mey. Nggak kasihan apa, Fatur udah menunggu hari ini bertahun-tahun lamanya" ujarnya sambil menyabet kunci mobil di meja.
"Iya deh yang dari bujang sampai duda masih dalam penantian" sindir Baskoro.
"Please jangan ungkit masa-masa durjana Mamah. Please!!" hardik Mega berjalan mendahului para lelakinya itu.
Fatur dan Baskoro terkekeh melihat ke-canggunggan Mega. Ingin rasanya Fatur mengingatkan Kata-kata sang Mamah, yang ngotot nggak sudi ber-menantukan Mey beberapa abad yang lalu. Namun niat itu Fatur urungkan"Kasihan juga si Mamah kalau terus-terusan merasa bersalah" bisik hatinya .
Malam itu mereka bertamu ke kediaman Mey untuk membahas perihal pernikahan Fatur dan Mey.
To be continued...
~~β‘β‘ Happy reading . Jangan lupa like , vote dan komen ya teman ^,^
Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.
Salam anak Borneo.