Meet You Again

Meet You Again
Berbaikan



Suasana canggung menjebak Kaila dan Lian dalam kebisuan. Tak satupun dari mereka yang membuka pembicaraan, padahal sudah hampir lima belas menit mereka duduk di sofa Cafe.


"Gimana cara ngomongnya ya" bisik hati Kaila.


Lagak Vino memergoki mereka seperti sedang menangkap basah pelaku mesum. Spontan Kaila mendorong tubuh Lian dan pergi mendahului mereka, seraya menahan malu.


"Mana Lian yang nyablak?!. kenapa aku jadi malu-malu seperti ini" Lian pun bersuara dalam hati.


"Mau sampai kapan kalian curi-curi pandang seperti ini?, kayak cabe-cabean baru kenal. Cafe sudah mau tutup" suara Jovana memecah lamunan mereka.


"Ngomong di apartemen kamu aja ya" akhirnya Lian angkat bicara. Pemuda ini beranjak dari duduknya dan meregangkan kedua lengan. Terperangkap dalam suasana yang canggung, membuat otot-ototnya terasa kaku.


"Aku mau ke rumah sakit lagi. Kapan-kapan aja ngomongin masalah kita" sahut Kaila kikuk.


Akh!!, suasana ini sangat menyebalkan. Kenapa mereka nggak bisa santai saja kayak biasanya. Kaila merasa jengah dengan situasi seperti itu.


"Kalau begitu aku ikut deh, kerumah sakitnya".


Kaila membulatkan kedua matanya"Ini sudah jam sebelas, Lian. Mau sampai kapan kamu ngikutin aku??"


"Ini memang sudah jam sebelas malam Kaila, dan rumah sakit mana yang menerima pengunjung pada jam selarut ini?" ujar Lian pula.


Ben yang sedang membereskan meja Cafe, di buat ikut bingung dengan suasana kikuk yang mereka ciptakan"Udah deh Kaila, buruan pulang. Lihat deh anak ku sudah duduk manis minta di ajak pulang tuh.


Melihat gaya manis Enda, membuat Kaila nggak tega membiarkannya berlama-lama lagi di Cafe.


"Aku nggak tau harus ngelakuin apa ke kamu Lian, otak aku sudah bener-bener mampet buat mikir" ujarnya sambil memasukan segala harta bendanya ke dalam tas. Kemudian meraih kunci mobil dan berjalan keluar ke arah parkiran.


"Kita baikan, gitu aja kan selesai" Lian menyusul ke arah parkiran pula.


Merasa Lian terus mengikutinya Kaila berbalik dan mendelik, dengan kedua mata yang membulat"Bisa nggak berhenti ngikutin aku, katanya mau baikan."


"Kamu lupa kalau aku juga memarkir mobil ku disini??" pria tampan itu menunjuk mobil berwarna hitam milliknya, yang parkir bersebelahan dengan mobil Kaila.


shitt!! Kaila kikuk lagi, dia hanya bisa mengatakan"Oh!" dan berbalik meninggalkan Lian.


"Sayang!!." Yah...panggilan itu terdengar lagi.


Lian menyabet lengan kaila hingga membuatnya berbalik, terayun tepat di hadapannya.


Entah memang Lian cukup lihai dalam mengukur jarak, atau karena dewi Fortuna sedang bermain-main dengan cupid cintanya. Sentakan lengan Lian hanya menyisakan jarak beberapa senti di antara wajah mereka. Irama jantung Kaila mendadak abnormal.


Lian tersenyum menatap dalam kedua mata Kaila.


Ketampanan pemuda ini, memanggil Kaila untuk mencium pipinya. Sebelum akal sehat semakin berkurang, Kaila buru-buru berontak dan berusaha menjaga jaraknya dengan Lian.


"Apa cuma aku yang merasakan rindu??".


Kaila mengangkat pandangannya ketika mendengar Lian mengucapkan kata-kata itu.


"Kamu!, lama-lama udah kayak Dilan tau nggak, ngegombal terus".


"Jadi beneran cuma aku yang rindu??" Lian nggak menghiraukan kata-kata Kaila. Dia fokus menatap dalam-dalam kedua mata wanita, yang sekarang berada dalam pelukannya.


"Lian!!, jangan main-main deh. Ada yang melihat kita nanti!!" Kaila berontak lagi.


Lian semakin mendekatkan bibirnya kepada Kaila"Aku harus apa biar kamu yakin sama semua perkataan dan penjelasanku??."


"Tuhan!!!, godaan ini begitu indah" pekik Kaila dalam hati.


"Ak---aku percaya kok. Lepasin aku Lian, please!!". Ujarnya menepuk dada bidang Lian.


Senyum manis kembali mengukir di wajah pemuda manis ini"Kamu pikir aku rela melepaskan kamu dalam posisi seperti ini??"


Belum sempat Kaila menjawab, Lian sudah mencium wanitanya dengan lembut.


Ada rasa bergetar di hati Kaila, dia sangat merindukan kehangatan ini. Dia nggak bisa menolak untuk menikmati ciuman lembut itu. Cukup rasakan dan nikmati, hanya itu yang Kaila inginkan saat ini.


"Aduh buseeett!!!" Ben berbalik dan menutup kedua mata Enda.


"Gelap Ayah" Enda berusaha melepas telapak tangan Ben yang menutupi matanya.


"Diam Nak, kita main petak umpet sama uncle Lian yaaa."


Ben dengan terpaksa berseru kepada Lian"Om Lian~~, Enda udah tutup mata nih, om Lian sama tante Kaila buruan sembunyi yaa!!."


"Aisshh!! anak Tk nongol nya cepet amat!!" Lian terpaksa melepaskan ciumannya kepada Kaila.


"Sorry sorry." Ben seakan berbisik memberi kode kepada Kaila dan Lian. Kebetulan pula mobilnya terparkir tepat di sebelah mobil Kaila.


"Enda hitung sampai tiga yaa!!" seru Kaila ikut bersandiwara. Padahal wajahnya bersemu saaaangat merah.


Enda menghitung dalam gendongan Ben.


"Satu..."


"Dua.."


"Tiga!!".


Ben membuka telapak tangannya dan Enda tepat berada di hadapan mereka.


"Upsss!!, tante sama om gagal sembunyi. Enda sama Ayah jago deh!!." Enda tertawa atas kemenangannya.


"Enda pulang duluan ya om,.tante" si kecil itu ber-dadah manja kepada mereka berdua. Sementara Ben masih komat-kamit mangucapkan kata maaf sambil ketawa ketiwi.


"Hmm!!".Lian memeluk Kaila lagi. Dia membawa Kaila ke dalam dekapannya.


"Jangan menghindar lagi ya, aku susah bernapas akhir-akhir ini."


"Kamu sih tebar pesona terus" Suara Kaila terdengar pelan dari dalam dekapan Lian.


"EHEMMM!!!!" nggak di rumah sakit nggak di parkiran, pepet terosss!!." Kini giliran Vino lagi yang mengejek Kaila dan Lian.


"Nih laptopnya, udah aku frint tadi laporan hari ini" ujar Jova sambil meregangkan sendi-sendi lengannya


"Kamu cape Sayang?, nanti di rumah abang Vino pijitin" ngomong sama Jova tapi melet-melet sama Lian dan Kaila


"Somplak!!" tepuk Lian pada lengan Vino.


"Makanya cepetan di halal-in, biar bisa nge-teh setiap waktu" Vino yang mesum menggoda keimanan dan naluri lelaki Lian.


"Nge-teh mulu yang di pikirin" sebelum berpisah Lian mengelus lembut pipi Kaila. Seandainya dia nggak bawa mobil malam ini, mungkin dia akan ikut ke apartemen Kaila.


"Nge-teh apaan sih??" tanya Jova. Obrolan para lelaki ini sedikit tak bisa di pahami para wanita.


"Ehem-ehem Sayang!!" nggak malu-malu Vino membisikan kata-kata itu dengan gamblang di telinga Jova.


"Otak suami kamu udah lama nggak di cuci nih Jova, isinya mesum melulu" Kaila masuk ke dalam mobil dan bersiap berlalu.


"Hehehe, nggak ada niat mau nge-teh bareng Lian??" goda Jova pula.


Wajah Lian bersemu, tiba-tiba dia membayangkan Kaila yang manis sedang menunggunya di tempat tidur.


"Nah kalian berdua sekalian aja masuk mesin cucinya barengan. Dari badan sampai ke otak harus di cuci bersih. Jova, kamu lama-lama ikutan mesum deh" kaila bergidik.


"Aku balik deh, ngomongin masalah nge-teh anak ingusan kayak aku mana ngerti" Kaila terkekeh kepada pasangan suami istri yang doyan nge-teh itu.


"Hahaha kode keras tuh" mata Vino menyerngit nakal menatap Lian.


To be continued...


~~♡♡happy reading.jangan lupa like dan komen ^,^


Salam anak Borneo.