Meet You Again

Meet You Again
[S1] 23. Modus belanja



...Happy reading...


Rapat berlangsung seperti biasa dan selesai lebih awal dari biasanya, sebagian pengurus BEM sudah meninggalkan sekre sedangkan sebagiannya lagi memilih untuk tetap tinggal.


"Ran tugasmu udah semua?" Tanya kak Nanda tersenyum kearahku, dan aku mencoba mengingat-ingat apa saja kebutuhan yang belum kuselesaikan.


"Em udah kak, cathring udah dapat, snack udah, eh bentar, air mineral yang belum" jawabku sambil mengingat-ingat keperluan konsumsi yang akan digunakan saat lapinsar nantinya.


"Ran, bukan tugas yang itu" sahut kak Nanda tersenyum simpul yang kuartikan dia mulai agak kesal dengan jawabanku.


"Terus tugas yang mana lagi kak" tanyaku bingung dan mengerutkan dahiku, sembari memikirkan tugasku yang lainnya selain sebagai seksi konsumsi.


"Tugas kuliah Ran" ucapnya pelan dan terlihat menarik nafas beberapa kali, mungkin dia mencoba menahan diri untuk tak emosi padaku.


"Oh itu, oh iya kak ada yang mau aku tanyain ke kakak sama materi matkul Perpajakan" jawabku setelah sekian lama kak Nanda menanti jawaban yang sebenarnya diinginkannya sedari tadi.


"Em boleh besok kita ketemu aja biar kakak bantu mana yang kamu ga paham" jawabnya tanpa berfikir panjang, hatiku rasanya berbunga-bunga kutahu diajak ketemu diluar kepentingan BEM. Walaupun sebenarnya bukan diajak ngedate tapi entah kenapa rasanya tu kayak beda dari biasanya.


"Emm makasih kak" aku menatap kak Nanda senyum-senyum dan Nanda membalas senyumanku dengan begitu manis. Senyum tersebut mengundang sepasang mata milik Kusuma yang entah mengapa dirasa bukan pemandangan yang mengenakan.


Rapat Usai dengan hikmat malam ini beberapa orang masih tinggal disekre untuk menyelesaikan beberapa tugas mereka yang belum terselesaikan seperti seksi acara dan perlengkapan yang mengecek perlengkapan yang akan digunakan saat Lapinsar nantinya.


"Ran balik bareng ga" tanya Yuli menghampiriku dan menimang kunci sepeda motornya.


"Ran jangan lupa kita harus beli air mineral" sahut kak Nanda tiba-tiba yang datang entah dari mana. Aku langsung menoleh mencari keberadaan pemilik suara tersebut, dan kak Nanda berjalan menghampiriku.


"Mau beli malam ini juga?" Tanyaku bingung, ku tatap jam tanganku masih jam delapan malam belum terlalu larut untuk sekedar keluar beli air mineral beberapa dus saja.


"Iya malam ini, lapinsar tinggal satu minggu lagi loh" ucapnya mengingatkan dan aku sibuk menghitung sisa hari mendekati Lapinsar.


"Ga terlalu cepat ya kak?" Sahut Yuli sambil menatapku sejenak, aku mengerutkan dahi kulihat kak Nanda sepertinya memang menginginkan aku membelinya malam ini juga.


"Ya udah aku bilang Eka dulu ya" ucapku dan melangkah mendekati Eka tapi langkahku ditahan oleh kak Nanda, ia menarik lenganku memberikan tanda jangan.


"Belinya sama aku aja nanti pulangnya biar diantar sekalian, Yuli pulang duluan aja" ucap kak Nanda tanpa basa-basi mengusir Yuli secara frontal.


"Ya udah deh aku duluan ya" ucap Yuli terlihat kesal dan kemudian berlalu dari sekre. Aku mematung sejenak menatap punggung Yuli menjauh meninggalkan sekre, aku merasa tak enakan karena hal ini.


"Ayok Ran" ucap kak Nanda membuyarkan lamunanku, aku tersadar dan mengikuti langkah kak Nanda berjalan mengekorinya dari belakang, menuju parkiran dan lagi-lagi aku menemukan sepeda motor tersebut dan kak Nanda mendekatinya.


"Kak boleh nanya ga?" Ucapku bingung harus memulai dari mana untuk menanyai hal yang mengganggu pikirannya beberapa hari belakangan ini.


"Boleh" ucap kak Nanda sambil memasangkan helm dikepalaku, aku terdiam jantungku berdegup dua kali lebih cepat nafasku memburu, ini bukan yang pertama kami berada dijarak yang sedekat ini.


"Ini sepeda motor siapa ya?" Tanyaku mengembalikan fikiranku tentang rasa penasaranku sedangkan kak Nanda masih sibuk dengan helm dikepalaku.


"Aku" jawabnya singkat sambil menyatukan klip pengaman helm didaguku. Dan sekarang jarak wajahku dan wajahnya hanya beberapa cm saja, sekuat mungkin aku berusaha untuk tetap tenang.


Kak Nanda tersenyum dan aku membalasnya, kak Nanda mulai menstater sepeda motornya dan aku duduk dibangku belakangnya. Aku tersenyum setelah tau siapa sosok dibalik helm yang pernah menggodaku dijalan tersebut adalah kak Nanda.


Kami berlalu meninggalkan parkiran kampus melewati jalan Raya dan menuju pusat perbelanjaan.


***


Kami tiba disalah satu pusat perbelanjaan dikota tersebut, kami berjalan menyusuri setiap lorong rak barang yang tersusun rapih, aku mulai bingung dengan tujuan kami keluar malam ini.


"Kak kan mau beli air mineral?" tanyaku mencoba mengingatkan kak Nanda.


"Iya, lalu?" Jawabnya singkan menoleh kearahku sambil menaikan sebelah alisnya.


"Sekalian belanja bulanan" jawab enteng sambil mengambil sebotol pewangi kemudian memasukkannya kedalam troli.


"Oh" jawabku manggut-manggut memahami.


Kami menyusuri tiap lorong yang ada mencoba kaca mata dan beberapa hal yang terlihat lucu, tak pernah aku sebahagia itu sejak Doni pergi dari sisiku, namun dengan kehadiran kak Nanda Pelangi yang dulu hilang sekarang kembali terlihat dimataku.


Tiba dimeja kasir aku kaget melihat barang belanjaan kami penuh hingga satu troli, barang belanja Nanda lebih terpatnya.


"Kak apa ga kebanyakan belanjanya?" tanyaku mengernyitkan dahi melihat setumpukan barang tersebut mulai dihitung oleh kasir.


"Sesekali si gapapa lah" jawab enteng sambil berkacak pinggang di sebelahku.


Aku mengamati plastik yang berisi belanjaan begitu banyak, dan bergidik ngeri menatap kak Nanda terlihat begitu boros.


"Udah santai aja, aku kok yang belanja tenang" ucapnya mencoba menenangkanku, padahal dia yang belanja aku yang sesak nafas liatnya.


"gimana gak shock, belanja bulanan anak kos bisa sampai 2 juta" batinku.


Lagi-lagi aku menghela napas, dan berjalan menuju parkiran dan berlalu meninggalkan swalayan tersebut.


***


Aku turun dari sepeda motor kak Nanda melepaskan helm dan menyerahkan kepadanya, mengambil plastik belanjaku namun tiba-tiba aku teringat akan satu hal.


"Kak air mineralnya kita lupa beli" ucapku sambil memukul dahiku sesaat.


"Santai bisa lain kali kok lagian besok hari minggu kok" ucapnya menenangkanku.


"Oh gitu, ya udah deh" sanggahku pasrah.


"Ran jangan lupa yang besok sore aku jemput" ucap kak Nanda tiba-tiba, seketika aku berfikir keras mengingat ada janji temu apa aku dengannya.


"Mau ngapain?" tanyaku mencoba memastikan.


"Lah katanya mau nanya materi perpajakan?" tanyanya mencoba memastikanku.


"Oh iya" ucapku mengingat kambali janji temu dengannya dan kembali memukul dahiku.


"Ya udah kamu masuk gih, aku mau pulang dulu ya" pamitnya sembil melontarkan senyumnya.


"Duh manisnya" gumamku, dan kak Nanda berlalu dari kosku, ku tatap punggungnya yang beransur menjauh dariku.


"Woy balik sama siapa tu?" ucap Adel tiba-tiba dan menghampiriku.


"Hah? Gak bukan siapa-siapa" jawabku kebingungan.


"Hilih, jarang pulang tiba-tiba udah ada aja ni mengisi hati" goda adel mengaduk mie dimangkuk yang dibawanya.


"Terserah dah aku mau kekamar dulu istirahat" ucapku kemudian melengos, dan adel hanya geleng-geleng kepala.


"Oke" jawabnya dan aku berlari menuju kamarku.


Kututup pintu kamar dan menghempaskan tubuhku ke kasur, kutatap langit-langit dan mencoba mengingat beberapa kejadian hari ini yang membuat pipiku memerah.


...***Jangan lupa like, vote dan comment ya,...


...Terimakasih sudah membaca.***...