Meet You Again

Meet You Again
Kerja sama pengantin baru



Mengawali hari sengan sarapan, setelah usai melakukan aktivitas itu Jova membereskan sisa sarapan mereka, dan membawanya ke tempat cuci piring.


Sruk!!. Pelukan Vino terasa hangat di pundaknya.


Sayang, aku berangkat ya" setengah berbisik, Vino juga mengusap perut sang istri.


"Hem" jawabnya singkat.


"Nanti siang aku ada rapat di luar sama Klien."


"Hem".


Vino mengulum bibirnya"Kamu aja deh yang nganterin ke kantor" dia makin bergelayut manja memeluk Jova.


"Katanya nanti ada rapat di luar, kalau aku yang nganterin berarti mobilnya aku yang bawa. Kamu gimana sih?."


Vino jadi teringat dengan mobil miliknya"Huffph!, benar juga. Gimana ya cara ngebujuk Ayah buat balikin mobil aku?."


Jova menyerngitkan kedua alisnya, sedikit menggigit bibir bawahnya. Tanda bahwa otak wanita ini sedang berpikir keras.


💡!!!


"Ya sudah deh, aku aja yang ngaterin" sudut bibir wanita ini menukik naik. Ada sebuah ide yang kini bersarang dalam pikiran.


"Rapatnya?" tanya Vino.


"Nanti kamu sama Ayah kan" tanya itu di angguki Vino.


Jova semakin tersenyum lebar"Hari ini kamu ngintilin Ayah terus ya. Kemana pun, kamu harus ikut sama Ayah. Terus kalau mau kemana-mana kamu juga harus sama Ayah."


Vino mencerna perkataan istrinya"Mana bisa Sayang. Aku biasa di minta Ayah berangkat duluan, mempersiapkan materi rapat."


"Kamu siapin duluan dong Sayang" wanita ini geram dengan kepolosan sang suami"Kalau udah selesai semuanya, kamu tungguin Ayah. Kalau di suruh duluan bilang aja nggak bawa mobil" lanjut Jova. Begitulah awal muka mereka mengatur strategi buat ngerjain Ayah Hermanto.


Mulut Vino membentuk huruf "O" besar"Oooo betul juga. Akan susah tuh kalau aku nggak bawa mobil. Secara kerjaan aku kan banyak di luar kantor."


Vino ikut tersenyum, memiliki istri yang pintar sungguh menguntungkan. Sepakat lah sepasang suami istri ini pergi ke kantor secara bersamaan, setelah sampai maka Jova akan membawa mobil itu pulang. Begitu rencana mereka.


"Tunggu sebentar ya" dia bergegas ke kamar dan berganti pakaian. Nggak perlu waktu lama, Jova sudah siap dan merekapun meluncur ke kantor.


Trtttt!!!...Trttt!!, Fatur calling~~~


Ponsel Mey yang terletak di atas kulkas berdering untuk yang kesekian kalinya.


Ibu meletakan keranjang pakaian dan melihat ke layar ponsel si anak gadis.


"Wah, calon menantu" lantas Ibu pun menerima panggilan itu"Selamat pagi nak Fatur."


Terdengar suara berat Fatur di ujung telpon"Selamat pagi Ibu. Maaf pagi-pagi mengganggu, Mey nya kemana ya bu?."


"Lagi mandi, sebentar lagi kelar kok." Sahut Ibu.


"Oh begitu. Nnanti saya telpon lagi----."


Belum selesai Fatur bicara, si emak-emak gaul ini buru-buru bicara"Bagaimana kabar kamu?."


"Baik Bu, Ibu sama Ayah gimana??" Fatur balik bertanya. Sempat terlupakan, seharusnya dia lebih mendekatkan diri denga kedua orang tua Mey. Sekarang malah terkesan Ibu nya Mey yang bersikap humble padanya.


"Kapan main ke sini lagi?, Ayah kemarin nggak sempet ngobrol banyak sama kamu nak."


"Bener ya, Ibu tunggu lho."


Mey berdecak kagum kepada sang Ibu"Ckckckckck, ini nih yang bikin dunia semakin banyak terpapar polusi. Emak-emak yang harusnya ngemong anak sama suami, pagi-pagi malah ngerumpi." Masih dengan handuk yang membungkus rambutnya, Mey berdiri di muara pintu kamar mandi. Memperhatikan gerak-gerik si Ibu.


"Eh, ini nak Fatur telepon" Ibu senyum-senyum. Mey jadi gemas pengen tarik pipi Ibu.


"Oh, itu yang di sana apa nggak ngantor??memang ya cowok jaman sekarang, pagi-pagi udah doyan ngerumpi. Mau di kasih makan apa anak sama istrinya nanti??" Mey sengaja menyaringkan suaranya agar terdengar Fatur.


PLAKK!!, Jemari lentik Ibu mendarat di kening Mey yang masih tertutup perban"Ini jidat mau Ibu tambahin nyonyor?, judes terus mulutnya. Nanti kalau nggak laku baru tau rasa kamu!."


"Hahh!!!, ucapan adalah doa Buuuu. Selama ini Ibu nih yang bikin Mey telat nikah. Ngomong nya nggak pake rem sih."


Ayah muncul dengan kaus kaki yang hanya ada sebelah di tangannya"Kaus kaki Ayah hilang satu Bu."


Satu alis Mey terangkat naik, memandang Ibu dengan senyum di kulum"Eheh!!!.Ibu teleponan sama cowok lho Yah. Makanya nggak fokus sama kerjaan rumah."


Memang kurang ajar ini anak. Ibu nyaris mengumpat dan memukul lengannya"Ngadu sana sama Ayah. Nih ngomong lagi sama Fatur!!" Ibu menyodorkan ponsel kepada anak gadisnya yang nggak kalem banget itu.


"Ih ogah. Modus tuh, padahal memang mau ngobrol sama Ibu" Mey langsung memutus panggilan. Tut tut tut!


Tinggal Fatur yang melongo di depan cermin"Wahhh, bukan main ini cewek!" mendesis seraya tertawa canggung.


Kembali ke kediaman Mey. Dengan tampang mengolok Mey meninggalkan Ayah dan Ibu di dapur"Ibu tu Yah, ngobrol sama cowok kayak nggak ada kerjaan aja!."


Ayah menatap itu lurus ke depan"Kok gitu??Ibu ngomong sama siapa?."


"Sama calon mantu!."


"Yang mana?, memangnya ada?."


"Yang kemarin ke sini, yang pake mobil item" mulai lagi deh jiwa-jiwa ngerumpi Ibu. Jadi lupa deh sama kaus kaki Ayah yang hilang sebelah tadi.


"Jadi bocah itu beneran pacar putri kita?."


"Ih, Ayah kan udah Ibu ceritain. Orang kemarin Ibu ngobrol banyak kok sama dia" berlanjutlah obrolan Ibu dan Ayah tentang hubungan Mey dan Fatur.


Sebelum mereka meninggalkan rumah untuk melakukan aktivitas masing-masing, Ayah sempat mencoba mengkonfirmasi kepada Mey. Namun Mey hanya membenarkan hal itu. Terus bergegas berangkat bekerja. Dia nggak mau cerita panjang lebar kepada kedua orang tuanya, mereka mungkin nggak akan se baik ini kepada Fatur kalau tau kebenaran tentang hubungan mereka. Apalagi tentang Mamah Mega yang super duper galak itu.


Hari berangsur siang.


Tring!!, Vino mengirim sebuah foto kepada Jova.


"Nebeng Ayah ke lokasi pertemuan" foto itu memperlihatkan Vino dengan Ayah Hermanto di belakangnya. Pria paruh baya itu nggak menyadari telah masuk dalam bingkai selca sang putra.


Jova tersenyum tipis kemudian mengirimkan pesan"Hehehehe lanjutkan sayang!. Bawa kembali mobil kesayangan kamu!."


"Siap sayangku!. Eh nanti aku pulangnya gimana?."


Jova kembali menggoyangkan jempolnya di layar ponsel untuk mengetik pesan"Sama Ayah lagi dong Honey!!."


Oh, Ayah akan kerepotan mulai hari ini. Usaha mereka untuk mendapatkan kembali mobil Vino sudah di mulai. Dan rencana pertama adalah, membuat Ayah kerepotan dengan menjadi supir pribadi Vino.


To be continued...


~~♡♡Happy reading.jangan lupa like dan komen** ^,^


Salam anak Borneo.