
"Ben..sampe kapan Enda kamu ajak kerja?kasian tau.tidur di ruang penyimpanan kan dingin."Jova mengelus rambut hitam lebat Enda...
Meskipun baru beberapa hari ikut sang ayah bekerja pesona Enda yang lucu dan pandai bicara sudah menyihir Jova dan Kaila.
anak Tk itu juga pandai berkata kata manis.
"Aku juga mikirin itu Va..tapi aku belum dapat kerjaan lain.."sahut Ben.
"Masa dia aku tinggal di rumah sendirian??kan lebih kasian "tambah Ben.
"Jangan ngomel sama ayah Enda dong tante!!"hardiknya
.rupanya sedari tadi dia memperhatikan Jova dan Ben bicara.
"Hus!!tante Jova nggak marah kok.."Ben mengelus elus pipi gembul Enda.
Jova pun berjongkok bicara kepada Enda.
"Maaf deh..tante nggak marah kok sama ayahnya.cuman..Enda nggak kedinginan bobo di situ"ujarnya menunjuk ruang penyimpanan.
Anak itu menggeleng.
"Ayah selalu selimutin Enda kok tante.nih Enda juga selalu pake baju tebal sama kaus kaki."dengan polosnya dia memperlihatkan style nya kaya orang yang mau menginap di pegunungan.
Kaila yang mendengar itu pun ter enyuh hatinya.
"Aku mau bantu tapi bantu apaan ya Ben..kasian sih Enda nya".
"Aku juga bingung la..kalo aku langsung berhenti kerja kayanya sulit deh."sahut Ben sambil terus beraktivitas.
Di sela obrolan mereka Lian muncul di muara pintu cafe.harap harap cemas dia berjalan ke arah kaila yang membelakanginya.
"Syuutt!!"kode Lian kepada Ben dan Jova.
Kaila akan langsung kabur kalo ngeliat Lian akhir akhir ini.
susah bener di ajak ngomong.
Jova pun bersikap santai..begitu juga dengan Ben.mereka berlagak nggak melihat Lian yang semakin mendekati Kaila.
"Sayang!!"dekapnya dari belakang.
"Buseeettttt!!!"Kaila terkejut.
"Hantu kamu tiba tiba nongol.jalan nggak ada suaranya..melayang ya??".
Ada rasa bahagia di hati Lian mendengar celoteh kaila.3 hari di cuekin gadis kesayangan gimana nggak galau si Lian.
"Lepasin Lian..di liatin orang!"gadis itu meronta mencoba melepaskan diri dari Lian.
"Janji dulu nggak akan kabur!!".
"Nggak usah pake janji janjian...ntar di khianatin"sindir Kaila.
"Siapa yang Khianat.aku nggak merasa berkhianat."
"Mana ada maling ngaku.!!"hardik Kaila penuh emosi.
Tak di sangka sangka Lian menarik Kaila ke dalam dan berlutut di hadapannya.di saksikan Ben dan Jova..dan Enda juga pastinya.
"Oh god..nggak ikutan aku.berat nih masalahnya"ujar Jova menjauh.
"Ayok nak...kita ke meja cafe.Enda mau minuman susu??"Ben juga melarikan diri dari pertengkaran dua sejoli yang senenarnya sangat saling menyayangi ini.
"Jangan berlebihan Lian.bangun!!"
"Nggak!!".."aku nggak akan bangun.kamu bilang putus dengan mudahnya.aku kamu anggap apa sih??".dengan kesal lian mulai mengeluarkan keluh kesahnya.toh kaila udah terlanjur marah..sekalian aja lian ungkapkan seluruh kekesalannya pada Kaila juga.
"Kamu mengambil keputusan tanpa mendengar penjelasanku dulu."ujarnya lagi.
"Kepergok??aku nggak merasa kamu pergokin la..karena aku emang nggak berbuat salah!"Lian tetap membela diri.
Kaila menarik Lian untuk bangun.
namun pria itu bersikeras berlutut di hadapannya.
"Lian..oke kita ngomong.kamu bangun dulu".pintanya pelan.
Lian pun bangkit dan mengikuti Kaila duduk di sofa cafe.kali ini dia tak kan mundur...berbaikan atau dia pergi sekalian.
"Nah..kita udah ketemu.sekarang kamu mau ngomong apa?".gadis berambut sebahu itu menyilangkan kedua tangannya di dada.dengan tatapan tajamnya yang seakan siap menerkam Lian.
"Kamu 2 bulan terakhir sering marah marah nggak jelas sama aku.kamu juga sering judes sama aku.aku bilang kangen kamu bilang gombal.aku bilang sayang kamu bilang berlebihan.aku nggak pernah benar di mata kamu".
"Jadi itu yang bikin kamu selingkuh??".sambar Kaila.dia tak membiarkan lian bicara lebih banyak.
"Aku nggak pernah mencintai wanita lain,boro boro selingkuh la."
"Terus...nge Gym sama yang namanya Rani itu apa??..kalian pasti udah sering ketemuan kan??".sambaran dan hardikan terus kaila lakukan ketika Lian bicara.
"Emang sering ketemu tapi kebetulan doang la.pas jogging pagi.kemaren nge Gym bareng tu pertama kali janjian."tanpa menyerah lian terus mengulang ulang penjelasannya.namun kaila tetap percaya pada sudut pandangnya sendiri.
"Ya sudah lah.aku sudah menjelaskan semuanya panjang lebar.tapi kamu nggak sedikitpun mau mengerti."
Lian bangkit dari duduknya dan jongkok di hadapan kaila..tangannya menggengam jemari wanita yang sangat di rindukannya itu
"entah kamu sudah bosan kepadaku atau mungkin rasa cintamu sudah terkikis..jika kamu mau aku menjauhimu...baiklah.aku akan menjauh".
"Tapi aku mohon..kita jangan putus la.aku berani bersumpah atas nama tuhan.aku nggak selingkuh."
"Dan jika nanti kamu sudah merasa menginginkan ku lagi datang lah padaku.aku akan tetap menunggu kamu.aku sudah terbiasa menunggu mu kan.bahkan sedari lulus SMP..sampai kita sama sama dewasa.dan jika sekarang aku harus menunggu lagi aku masih bisa kok."Kata kata lian menyentuh hati Kaila.
"Bahkan saat kamu bilang nggak ada niat untuk menikah pun aku masih sanggup menunggumu la."
Di lepasnya jemari jemari wanita idamannya dan berbalik dari hadapan Kaila.
"Lian.."panggil Kaila pelan.
"Aku nggak papa kok la..please jangan bahas masalah putus lagi ya.aku takut nggak bisa bertahan."pandangannya begitu sayu.
"Aku janji nggak akan gangguin kamu kok.''
Kaila hanya bisa menatap Lian yang melangkah semakin jauh darinya.bukan hal seperti ini yang dia mau.dia sangat ingin menghentikan langkah kaki Lian namun bibirnya tak bisa berkata kata.rasa egois dan gengsinya begitu kuat hingga mampu mengalahkan semua rasa cinta dan rindunya kepada Lian.
"waduh...makin runyam kayanya"gumam Jova.
"Apa mereka beneran putus??"tanya ben lagi.
"Jangan nanya nanya..diem aja dulu.Kaila sensi banget akhir akhir ini."Jova memperhatikan tingkal Kaila memang berbeda belakangan ini.dia seperti tertekan karena suatu hal
"Ayah...Enda mengantuk".
Ini sudah pukul setengah 9 malam.mata bulat Enda sudah terlalu berat untuk terus terbuka lagi.
"Bobo dong.maaf ya sementara Enda bobo di sini lagi"dengan kasih sayang ben menggendong Enda di punggungnya.
"Enda maafin yah.asalkan sama ayah Enda maafin"ujarnya tertawa memperlihatkan gigi susunya yang tersusun rapi.
"Hebat!!anak ayah memang hebat.terbaikk".
Ada rasa kasihan dan rasa iri setiap kali jova melihat ke akraban ayah dan anak ini.padahal mereka belum satu bulan bersama.namun ikatan mereka sudah sangat erat.mungkin inilah yang di katakan orang naluri sedarah.
~~♡♡happy reading.jangan lupa like dan komen ^,^
Belum revisi