
...Happy reading...
"Jadi sekarang kamu udah mulai nakal ya?" ucap kak Nanda menggenggam tanganku dan menahannya ketembok sedangkan tangan yang satunya mengempal tinju kearah tembok.
"Ma maksud kakak?" tanyaku gelagapan, wajahnya makin lama semakin mendekat hingga deru nafasnya terdengar jelas ditelingaku.
"Oke, kalo kamu gak mau bilang aku akan kasih label bahwa kamu milikku!!" bisik kak Nanda ditelingaku.
Bibirnya perlahan mulai menyapu leherku dan mulai kurasakan lidahnya mendarat dileherku, aku menggigit bibir bawahku menahan desahan yang ingin keluar dari mulutku.
Jilatannya berubah jadi kecupan hangat dan kurasakan ia berhenti dan secara tiba-tiba menghisap leherku, benar-benar sensasi baru yang kurasakan untuk pertama kalinya.
"mmhhhh" lengkuhan terloloskan dari mulutku.
"Jangan nakal lagi Ran atau aku akan lakuin hal yang lebih dari ini" bisiknya kemudian memegang tengkukku dan mendaratkan ciumannya dibibirku.
Otakku menolak perlakuannya namun tubuhku meminta agar aku mengikuti alurnya saja, aku mematung menatap mata indahnya yang terpejam menikmati bibirku. Aku terhipnotis oleh bibirnya dan mulai membalas ciumannya secara perlahan.
Aku melepaskan ciuman kami menatap mata kak Nanda dalam dan mengumpulkan semua keberanianku untuk bertanya mengenai Tiwi agar semuanya jelas sejelas-jelasnya.
"Apa, Apa hubungan kakak dengan Tiwi?" tanyaku gugup, suaraku agak bergetar menahan rasa ketakutanku kalau-kalau kak Nanda marah jika aku bertanya mengenai Tiwi.
"Gak ada hubungan apa-apa" jawab kak Nanda singkat.
"Yakin ga mau jelasin apapun ke aku?" tanyaku menggodanya.
Ku tarik kerah bajunya dan kudorong ia ketembok, aku menyeringai kearahnya, kubalikkan posisi ia yang menempel kedinding sedangkan aku mengunci pergerakannya.
"Oh jadi kamu ngancam aku?" tanya kak Nanda menarik daguku dan mendaratkan bibirnya ke bibirku sejenak.
"Senjata makan tuan" gumamku setelah melepaskan ciuman.
"Makanya jangan macam-macam!" ucap kak Nanda memperingati.
"Aku rasa hal yang kita lakukan barusan sudah cukup mewakilkan penjelasan yang kamu inginkan Ran" ucap kak Nanda, aku hanya tersenyum menatapnya.
"Udah, sana anak-anak pasti nyariin kakak, aku mau ke toilet dulu" perintahku dan kak Nanda menurut.
"Oke, tapi sekali lagi" ucapnya tiba-tiba kembali menarik tengkukku, aku hanya diam agar permainan ini segera usai.
"Sampai ketemu lagi sayang" bisik kak Nanda, tubuhku bergetar mendengar kata sayang keluar dari mulutnya, aku langsung meninggalkannya untuk menyembunyikan wajah merahku dan melangkah ke toilet.
Aku mengunci pintu utama setelah memeriksa semua wc kosong, kutatap kissmark yang yang baru saja dibuat kak Nanda dileherku.
"Sialan" gumamku melihat bercak merah dileherku, ku geraikan rambutku yang semula terikat untuk menutupi bercak merah itu dan kembali ke ruang pelaksanaan acara.
***
Acara selesai dan aku sekarang duduk bersama panitia yang lain mengikuti rapat evaluasi kegiatan, aku menatap kak Uncum yang semula melihat kearahku tiba-tiba membuang muka saat aku balik melihat kearahnya. kak Nanda yang berada disebelahku hanya senyum-senyum menatapku, dan dari seberang sana kulihat Tiwi menatap sinis kearahku.
Tanpa terasa rapat selesai dan kak Nanda tanpa tedeng aling langsung menggenggam tanganku dan menyeretku keparkiran.
"Kakak tu kebiasaan, sama kayak kak Uncum suka nyeret orang sembarangan" ucapku kesal.
"Kamu nyamaain aku sama kak Uncum? ckck" ucap kak Nanda malas.
"Emm gak gitu maksudku kak" jawabku.
"Lalu?" tanya lagi dan melangkah semakin dekat kearahku.
Ia melihat kesekeliling parkiran, tampak sepi hanya ada beberapa anak dan itu pun akan segera meninggalkan parkiran.
Cuupp
"Kaaakk, ini tempat umum" ucapku kepada Kak Nanda yang tiba-tiba mencium pipiku.
"Gak peduli, kamu milikku aku yang pertama melakukannya maka aku akan jadi yang terakhir juga. Sampai hari wisuda tiba aku akan lamar kamu" ucap kak Nanda mataku membelalak menatapnya.
"Gak percaya? Liat aja nanti" ucapnya pongak dan naik kesepeda motornya.
***
Drrttt
- Olivia, Company Visit
Saya mengundang semua panutia untuk menghadiri rapat perdana yang akan dilaksanakan pada :
Hari : Senin, xx - xx - 2020
Tempat : sekretariat BEM
Waktu : 19.00 - Selesai
Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.
Aku menghela nafas membaca isi chat tersebut, baru kemarin Bedah Soal selesai dan sekarang Company Visit sudab mulai berjalan. Aku bangkit dari rebahanku dan berjalan kearah kamar mandi berniat mengguyur tubuhku dengan air dingin.
Kulihat pantulan diriku dicermin, perhatian ku tertuju ke kissmark yang diciptakan kak Nanda kemarin, aku tersenyum menatap memar kemerahan dileherku yang mulai pudar. Tak bisa ku bayangkan kami akan ke Bali duduk dibangku yang bersebelahan, akan bertemu setiap pagi selama 3 hari, bermain air dipantai, membayangkannya saja sudah membuatku senyum-senyum sendiri.
***
Aku bersama kak Nanda sudah tiba disekre dan seperti biasa saat rapat kami sering duduk bersebelahan, kadang aku disisi kanannya kadang sebaliknya.
Rapat dimulai dan aku memutar bola mataku menatap jengah kepada cewek diseberang sana, siapa lagi kalau bukan Tiwi. Moodku mendadak jelek dan bisa ku pastikan dia juga panitia dia acara ini, benar-benar menyebalkan.
Aku bertugas menjadi seksi P3K, sehingga tak banyak hal yang harus kulakukan, aku hanya perlu menyiapkan pasokan obat dan beberapa perlengkapan kesehatan saja. Aku mencatat daftar obat yang sekiranya akan dibutuhkan selama kegiatan berlangsung.
Tanpa terasa rapat perdana selesai dan kulihat diponselku sudah menunjukkan pukul 21.03, kantukku mulai tiba aku menguap beberapa kali.
"Kak ayo balik" ajakku kepada kak Nanda.
"Kamu balik sama yang lain aja ya, kakak mau kumpul sama seksi acara dulu" ucap kak Nanda dan aku tahu bahwa kak Nanda ditempatkan menjadi penanggung jawab seksi acara, aku menunduk lemah.
"Ran ayo pulang bareng aku aja" Ajak Yuli dan aku mengangguk cepat.
"Kak, aku pulang duluan ya" pamitku ke kak Nanda, aku melewati kak Uncum dan kulihat ia hanya menatapku tanpa menyapaku seperti biasa, mungkin ia benar-benar marah kepadaku.
Aku bergegas mengikuti langkah Yuli menuju parkiran dan kami berlalu dari parkiran.
***
Seperti biasa selesai kelas aku menuju gazebo dan kulihat ada kak Nanda, Eka, Yuli dan ada satu orang lagi sepertinya aku kenal dengan orang itu. Aku melangkah kearah mereka dan langsung duduk disamping kak Nanda, mata Eka langsung menyorot tajam kearahku.
"Apa aku melakukan kesalahan?" batinku.
"Selamat ya kak Nanda dan Tiwi semoga hubungan kalian awet" ucap Eka tiba-tiba. Aku dan Yuli sontak menoleh kearah Eka.
"Maksud kamu apa Ka?" tanyaku ragu.
"Oh iya kak Rani tadi malam pulang duluan jadi gak dapat info terhangat ya, kasian banget" ucap Tiwi, aku dan Yuli menatap sinis kearah Tiwi.
"Iya semalam kak Nanda dan Tiwi jadian Loh" ucap Eka.
Deg deg
Degup jantungku berdetak dua kali lebih cepat, tubuhku panas dingin dan aku segera menggeser dudukku dari kak Nanda, namun kak Nanda merangkul pinggangku kutepis cepat tangannya dari pinggangku dan bangkit dari dudukku. Kepalaku pusing dan mataku berkaca-kaca, aku menarik nafas panjang berusaha menenangkan diriku untuk tidak terpancing emosi.
"Kak" panggilku lirih, dan kak Nanda hanya diam saja.
"Kak Nanda" panggilku lagi, dan kak Nanda masih diam.
"Kak aku butuh penjelasan!"
...***Jangan lupa like, vote dan comment ya,...
...Terimakasih sudah membaca.***...