
"Mamah pengen ikut.tapiiii____".
Perkataan Mega terhenti.
"Lho..kenapa mah??"Tanya Wita di ujung telpon.
Rencana Fatur Dkk mengunjungi villa keluarga Wita sampai ke telinga Mega.dia merindukan Miya.tapi dia merasa kehadirannya di sana akan membuat Mey nggak leluasa.
"Ya___Wita juga bingung mah".sahut Wita.
"Titip salam aja deh.lain waktu mamah akan berkunjung ke sana."Ujarnya.
"Hm..mungkin nanti kalo ada acara besar ya mah."
Mega menangkap signal lain dari perkataan Wita."Acara besar apa wit??".
"ah...enggak kok mah.gercep amat sih."Goda Wita.
Setelah beberapa saat berbincang melepas rindu Mega pun menutup panggilan telpon.
dia kembali terkenang dengan Mey.
Dia menekan nomor Calon menantunya itu...
"Tut!!".
"Tutt!!".
"Selamat sore tante mega."suara Mey terdengar di ujung telepon.
"Udah pulang kerja??".tanya nya.
"Iya tante".sahut Mey .
"Fatur jemput kamu nggak??".
"Mey bawa mobil kok hari ini."Jawab Mey lagi.
Mereka terdiam sesaat...masih canggung.
"Ehem!!Ya sudah.hati hati di jalan.titip salam sama Ibu dan Ayah kamu."Ujar Mega.dia salting sendiri.ini sudah kesekian kalinya dia menelepon Mey.dan selalu saja begini..kikuk dan canggung.
"Tante!!"Seru Mey.
Mega yang hampir menutup panggilan masih mendengar suara Mey.
"Ya??"...
"Mau___Makan malam bareng??".
Yes!!ada kemajuan.selama ini selalu Mega yang mengajak Mey keluar atau menghampirinya.
"Tentu saja"Sahutnya dengan senyum mengembang.ada perasaan lega muncul dari dalam dirinya.
"Nanti...Mey jemput di rumah ya".ujar Mey lagi.
"Ya!!".Tanpa menanyakan hendak makan malam di manakah.Mega terus saja meng iya kan ajakan Mey.nggak perduli nanti akan makan di mana yang penting kebersamaan mereka dulu deh.
....
Di kediaman Ben...
"Ayah..Enda ada PR.".
Ben memeriksa buku PR yang di sodorkan Enda kepadanya.
"Gambarkan keluarga lengkap mu!".
"hm.."Ben memutar otak."Enda tinggal sama siapa??".
"Sama Ayah."Jawab si kecil.
"Cukup gambarkan Ayah sama Enda.selesai deh" .ujar Ben enteng.si duda yang satu ini memang nggak suka dengan sesuatu yang berbelit belit.
"Tapi Ayah di buku paketnya gambar mereka bertiga."Jemari kecilnya menunjukan 3 jari nya kepada Ben .
"Selain sama Ayah,Enda sama siapa lagi??".
"Banyak...Onty kaila,Onty Jova,Onty Mey,Uncle Uncle Enda juga banyak ."Malaikat kecil itu meng absen semua sahabat sahabat Ayahnya.
"Enda gambar yang paling sering sama Enda deh.jadi gambarnya akan jadi tiga deh ".
Si Anak tanggap ini mengacung kan jempol kepada sang Ayah.
Ben meninggalkan Enda yang mulai sibuk dengan PR menggambarnya.dia memeriksa bahan makanan di kulkas.sebentar lagi waktu pulang nya akan segera tiba.
"Enda nggak capek bolak balik seperti ini bersama Ayah".tanya Ben pada awal awal masa bekerjanya di Restoran.
Dia menggeleng polos kepada Ben "Seru lho Yah.setiap hari kita jalan jalan keluar rumah.hihihihi".
"Ahahahah.bukan jalan jalan Nak.tapi bekerja!".Tekan Ben lagi.
"Iya .Ayah bekerja dan setiap hari kita akan selalu berjalan jalan seperti ini kan.Enda senang, sekarang Enda nggak selalu diam di dalam Rumah Yah."
Ben menelan ludah.bagaimana bisa anak sekecil ini memiliki hati yang begitu besar.sunggung teguran dari sang maha kuasa bagi orang dewasa seperti Ben.
....
kembali kepada Ben yang telah selesai memeriksa sisa bahan makanan.dia meletakan celemek dan crown chef nya.
tujasnya sebagai koki telah selesai.kini dia kembali menjadi Ayah dari seorang Anak yang paling baik di seluruh semesta.
"Ayok kita pulang!!"Ujarnya bersemangat.
"PR nya di selesaikan di rumah aja ya."usap nya lembut pada pucuk kepala Enda.
"Dan..aku duluan ya!.aku sudah memeriksa bahan makanan.itu akan sangat cukup untuk kalian malam ini.".Serunya kepada Danny.
Ketika Ben pulang giliran Danny lagi yang bertugas sebagai koki.menunya nggak sebanyak dan seribet milik Ben.Restoran itu hanya menyediakan makanan ringan ketika jam makan malam telah selesai.
"Siap bro "Ujar Danny.
Ben menghampiri Enda yang sedang merapikan crayonnya.
"Eh..udah ada anggota yang ketiga nih.rambutnya panjang sekali.ini bukan hantu kan ".Ejek Ben.
Hal itu sudah biasa bagi Enda dan Ben.mereka memiliki selera humor yang lumayan tinggi.
"Ayah salah.ini orang yang selalu bersama Enda selain Ayah".celotehnya.dia pun senyum senyum mengambil buku warnanya dari Ben.
Rasa penasaran menggelitik Ben untuk bertanya.
"Hello cowok ganteng.siapakah orang yang ini??"
"Enda jelasin ya!ini bukan rambut Ayah.ini kerudung.kerudungnya Ibu Guru Nana".
Jawaban Enda memacu jantungnya berdetak 2x lebih cepat.
"Kok Ibu Guru Nana di bawa bawa".
"Enda suka sama Ibu Guru Nana."Jawaban polos Enda cukup membuat hati Ben geli.ada ada saja pemikiran Enda ini.
.....
tampang tesenyum Miya ketika melakukan Vc kepada Mey.
"Hehehe..Hallo cantik" Sapa Mey.gadis itu sangat menggemaskan.
"Hallo dunda ".
Panggilan Miya sedikit mengejutkan Mey.baru sekali bertatap muka di Vc Namun dia seakan sudah terbiasa berbicara panjang lebar kepada Mey.
"Dunda??".
"Sorry ya Mey..aku yang bilang kalo kamu Bunda nya.kalo kamu nggak suka aku bisa ngajarin dia untuk mengganti nama panggilannya padamu."nampak pula Wita di layar ponsel Mey.sahabatnya itu nampak sangat cantik dalam balutan hijab nya.
"Oh..nggak papa deh.kayanya dia sudah banyak mengenal aku ya ".Mey akhirnya oke oke aja dengan panggilan yang di ajarkan Wita.
"Wuih..makin cantik kamu Wita."Ujarnya menunjuk kepala Wita.
"Ah..ini??sedang belajar membenahi diri Mey.."sahutnya.
Perbincangan mereka pun berlanjut.dan sampailah pada perihal kunjungan mereka nanti ke sana yang memang sudah Mey ketahui sebelumnya.
Tingkal lucu Miya yang banyak bicara dan selalu ingin tahu membuat Mey semakin ingin menemuinya.
"Sampai jumpa pekan depan ya".Ujar Mey.dan di sambut anggukan dari Wita dan Miya.tak berapa lama panggilan video pun selesai.
Mey mengemasi barang barangnya dan merapikan kembali meja kerjanya.dia menarik nafas dalam dalam.
Dia akan segera menjemput Mega dan makan malam bersama.tanpa Fatur...
Ya!hal ini Mey lakukan tanpa sepengetahuan Fatur.dia mempunyai rencana lain di belakang Fatur.dan ini hanya tentang dirinya dan Mega.
๐ท๐ท๐ท๐ท
~~โกโกHappy reading.jangan Lupa Like ,vote dan komen ๐๐๐.