Meet You Again

Meet You Again
Penyesalan



...~ Tiga hal yang tak bisa ku hitung di dalam dunia ini,...


...Bintang di langit....


...Ikan di lautan....


...Cintaku padamu ~ Fatur....


...❣❣❣❣...


Penyesalan kembali menampakan kebenarannya. Rasa itu memeluk Lian dengan erat, sang gadis kesayangannya nggak bisa di hubungin sejak perdebatan mereka kemarin sore. Berkali-kali Lian menghubunginya namun tak sekali pun usahanya membuahkan hasil.


Hal serupa juga di alami Mey dan Jova. Mereka juga terus menghubungi nomor Kaila, namun ternyata bakat melarikan diri yang pernah di lakukan Mey, kini menular kepada sang sahabat.


Pencarian juga di lakukan Fatur dan Ben, dan hasilnya juga sama. Kaila tak di temukan di mana-mana.


Lian menunggu kedatangan sang kekasih di apartemen kaila. Dia menyandarkan diri di sofa yang biasa menjadi tempat bergurau dan bercanda dirinya bersama Kaila. Ruangan itu terasa dingin, dan sepi. Di tambah sang penghuni yang menghilang tanpa jejak, membuat Lian semakin merasa kehilangan.


Di benamkan wajah lelahnya pada sandaran sofa, aroma khas Kaila tercium lembut disana. Dia sejenak tenggelam dalam lamunan, keceriaan mereka terus membayangi pikirannya.


"Akh!! lemari pakaian!!" pekiknya mendadak berdiri. Dia bergegas kekamar dan membuka lemari pakaian Kaila satu persatu.


"Nggak mungkin!!!" ujarnya terperangah mendapati pakaian Kaila berkurang banyak dari dalam lemarinya. Lian menggeleng menolak kenyataan"Nggak!!" pekiknya lebih keras.


Di intipnya koper travel yang biasa Kaila letakan di bawah tempat tidur, dan koper itu tlah raib pada tempatnya.


Dengan panik dia mengambil ponsel dan menekan nomor Kaila lagi dan lagi. Percuma saja, jarak di antara mereka nampak semakin menjauh. Nampaknya gadis itu telah menyerah untuk membujuknya. Kaila bukanlah Lian yang mahir dalam membujuk dan merayu Kaila.


Lian menekan nomor Mey pula, berharap mendapat kabar baik tentang kekasihnya. Sayangnya Mey nggak kalah kecewa dengannya.


"Kamu kemarin ngomong apa sama dia?? kok dianya langsung pergi gitu sih!!" tanya Mey memandangi kartu undangan pernikahannya dengan Fatur. Kartu itu nampak manis dan elegan. Namanya dan nama Fatur terukir dalam bingkai berwarna emas. Akh!! kenapa di saat seperti ini dia malah kehilangan seorang sahabat.


Keringat bercucuran di tubuh Lian"Dia nggak akan pergi ninggalin aku kan Mey??" lututnya gemetar, dia nggak kuat lagi untuk berdiri.


Di seberang telepon Mey terdiam tak bisa menjawab perkataan Lian. Dia hanya bisa menatap kosong dengan pikiran melayang-layang.


"Mey!!" panggil Lian lagi.


"Aku nggak tau Lian, aku juga lagi nyariin Kaila" sentaknya dalam keterkejutan.


"Lian!!" panggil Mey.


"Lian!!."


Dia kehabisan tenaga meski untuk sekedar menyahut panggilan Mey. Mulutnya seakan terkunci, pikirannya kacau. Gadis itu nggak punya siapa-siapa lagi di dunia ini, kemana Lian harus mencarinya??.


...❣❣❣❣...


Undangan pernikahan Mey dan Fatur telah di sebar beberapa hari sebelumnya. Besok mereka berdua akan jadi Ratu dan Raja sehari. Ini adalah moment terindah dalam hidup mereka berdua. Sayangnya kebahagiaan mereka seakan menari-nari di atas kesedihan Lian.


Bahkan sampai saat resepsi di gelar pun Kaila tak menampakan batang hidungnya. Jelas Lian semakin terpuruk, di tengah hiruk pikuk undangan yang berbahagia, dialah satu-satunya orang yang nampak hidup segan mati pun tak mau.


"Bro, udah nyari ke panti tempat abangnya di rawat??" Vino datang dengan segelas es jeruk dan menyodorkannya pada Lian.


Dia menggeleng menolak minuman yang Vino bawakan"Udah". ahanya sepatah kata yang keluar dari mulutnya.


Vino meletakan es jeruk dan menarik kursi tamu, kemudian duduk bersama Lian. Dia sama bingungnya dengan Mey, harus kemana lagi dia mencari Kaila.


"Sabar ya bro, kalo ada beban di hati keluarin aja. Aku siap dengerin kok" nggak banyak yang bisa dia lakukan untuk Lian. Dia hanya bisa menjadi pendengar yang baik, mungkin dengan begitu dapat meringankan beban yang sedang di tanggung sahabatnya itu.


Di pelaminan Fatur kembali menyempatkan diri mencari keberadaan kaila dengan bertanya kepada teman-teman lain, yang mungkin melihat atau pun tau keberadaan Kaila. Bahkan Joe yang di luar kota pun mendapat pesan dari Fatur tentang hilangnya Kaila. Meskipun bertahun-tahun berpisah, Joe masih tetap ada di antara mereka. dia bahkan ada dalam grup chat yang di anggotai Fatur, Vino, Lian dan yang terakhir Ben. Dan lewat grup chat itulah Ben dan Joe berkenalan. Meskipun tak pernah bertemu langsung namun mereka juga sering berinteraksi dan mengobrol akrab dalam roomchat tersebut.


📩" Nggak ada Tur, terakhir kontak pas dia cerita kalau akhirnya dia jadian sama Lian, dan Vino sama rekan kerjanya". Jelas Joe.


📨:" Semisal tu anak nongol ke tempat kamu tolong kabarin ya, kita kita udah nyari kemana-mana.",


📩:"Emang di apain Lian sih tu anak?. Parah tu Lian. Btw selamat atas pernikahannya ya. sorry nggak bisa ke sana, jauh banget soalnya."


📨:"Its okay bro, cukup doa nya aja". Selepas berbalas pesan dengan Joe dia memasukan kembali ponselnya ke dalam saku, mereka kembali menebar senyum pada para undangan yang datang.


To be continued...


~~♡♡Happy reading. jangan lupa like, vote, fav dan komen ya guys.


Salam anak Borneo.