Meet You Again

Meet You Again
Brother



Hari ke 6 setelah pernikahan...


Selepas membahas panggilan Abi dan Umi sikap Wita kepada Wahab masih canggung dan terkesan kaku.berbeda dengan wahab gang sudah mulai santai jika berhadapan dengan Wita.


"Mi..Abi sama Miya ke market Om dolah..Umi mau nitip sesuatu??".ujarnya sembari membimbing lengan kecil Miya.perlahan Miya mulai terbiasa dengan wahab dan mengenalnya sebagai abi nya yang nggak ada bedanya dengan sang Papah.


dan mendengar Wahab memanggil Mamah nya Umi,Miya pun jadi ikut ikutan memanggil Umi kepada Wita.


"Ng..nggak usah bi."Jawab Wita singkat.


"Sruk!!"Pelukan Wahab mengejutkan Wita."Astaghfirullah "Ujarnya spontan.


"Udah halal Umi"Ucap nya lagi.


"I__iya bi."Wita tergagap."Beliin cemilan apa kek.terserah deh".


Tawa wahab membuat Wita semakin kiku.


"eissshh!Katanya nggak pernah pacaran tapi leluasa banget peluk peluk aku."Gerutunya dalam hati.


"Umi nya Miya Abi" Rasa cemburu menghampiri si kecil Miya ketika melihat Abi memeluk Uminya yang sedang memasak.


"Pinjem sebentar Miya"Sahut Wahab.tangannya masih betah melingkar di perut Wita.


"Udah bi..sana ajak Miya jajan".


"Iya iya.jangan canggung begini dong Mi.Abi tau Umi orangnya nggak kaya gini kok.tapi kalo sama Abi banyak diam nya".


"Nggak kok.perasaan Abi aja.sana deh Umi harus cepet cepet masaknya.maghrib ini Umi udah mulai Sholat".Wita terus memburu Wahab dan Miya agar bergegas pergi keluar.


Dengan gelak Tawa, Miya begitu senang berjalan bersama Wahab.tak nampak Bahwa mereka baru bersama seminggu yang lalu.


Di jalan Wahab menyaring kata kata Wita yang terakhir...


"Maghrib ini Umi udah mulai Sholat".Senyum kecil tersungging di wajahnya.


"Cieee..Pak Ustadz senyum sendiri!"Tegur  Syukur yang menggiring jalan Wahab dengan motor bebek nya.


"Dari mana?".Tanya Wahab cuek dengan godaan Syukur.


"Dari hatimu!!".


"Wooo..lekong itu mah kur..."Sahut Wahab tertawa.


"Dari rumah kok.ini mau ke masjid".Syukur menjawab pertanyaan Wahab di awal tadi.


"Jangan lupa di bersihin ya Masjidnya.dia pel di sikat di gosok gosok"Candanya.


"Siap bos Q..".


Wahab dan Miya sudah di depan market dan  syukur pun berlalu memasuki area Masjid yang bersebelahan dengan Market hj.Dolah.adik nya Kyai Ismail.


"Miya.."Seru Khadijah dari gerbang Masjid.


"Bi..main tempat nenek ya".


"Habis jajan langsung ke tempat nenek ya"


dengan patuh Miya menuruti perkataan Wahab.kedekatannya dengan khadijah membuat Miya betah bermain di kediaman Kyai Ismail....


💣💣💣


"Drt...!!Drtt!!..."Panggilan dari nomor tak di kenal.


"Selamat malam.dengan Kaila di sini"..


Kaila mendapat panggilan dari rumah sakit jiwa yang merawat Abangnya.mereka memberi kabar bahwa keadaan abangnya telah meninggal dunia.dia mengalami gangguan mental setelah berpisah dari sang istri yang ternyata menjalin hubungan terlarang bersama pria lain.bertahun tahun kaila mencarinya.baru sehari yang lalu dia berhasil bertemu dengannya namun tuhan kembali memisahkan mereka dan kali ini mereka terpisah dengan sebuah kematian.


"Saya segera ke sana!!"kaila menutup panggilan.sedikit bersiap dan bergegas berangkat ke luar kota.tanpa memberi kabar kepada Lian atau siapa pun.dia kalut..bahkan sangat kalut.dengan kecepatan di atas standar dia mengemudi tanpa mengenal lelah.menembus gelapnya malam dingin dan sunyi.


Adzan subuh berkumandang.sudah beberapa jam kaila terduduk kaku di sebuah  ruangan berukuran sedang.tangannya menggenggam sebuah risalah amaliah kecil.dia bersama beberapa petugas rumah sakit membacakan yassin sebagai bekal terakhir sang abang.dia akan pergi selama lamanya.


Tepat jam 8 pagi...Kaila kini berdiri di depan gundukan tanah merah bertabur bunga.


Sebuah nisan dengan Nama "Bagas romadhon"kini telah tertancap di sana.


"Mbak Kaila..yang sabar ya.abang nya sudah tenang di sisi Allah yang maha pengasih dan penyayang"Ujar pengurus panti sakit Jiwa yang selama ini merawat sang abang.


Seulas senyum pahit menghiasi Bibir Kaila."Terimakasih Bu sudah menjaganya selama ini.maaf karena saya datang terlambat.


"Semua sudah di atur sang maha kuasa mbak.."Sahutnya.


Kini dengan langkah gontay Kaila berjalan di pinggir pemakaman.begitu sepi...hanya terasa angin yang seakan membelai wajahnya dan mengusap kepalanya.


"Drttt!!"My dimple boy calling.


Awh..Kaila baru teringat bahwa dia masih memiliki seseorang yang sangat perduli dan menyayanginya.


"Kamu di mama sayang??Aku ke Apartemen tapi kamu nggak ada.kamu juga nggak ada di cafe..!".Lian yang hendak berangkat ke kantor berbalik ke cafe untuk memastikan keberadaan Kaila.


"Maaf Lian..aku di luar kota".


"Hah..ada kerjaan di luar kota ya??kok nggak bilang.aku bisa temenin kamu kan..".


Bukan sebuah ungkapan kata kata yang Lian dengar.tapi isakan tangis yang begitu pilu.pertahanan Kaila roboh.dia terduduk di halte yang terletak di luar area pemakaman.


"La...!!Kaila kenapa nangis..!!"Lian Panik.dia di luar kota.


Sendirian kah??


Bukankan kemaren sore mereka masih pulang dari cafe bersama??


Kapan dia berangkat keluar kota??


Ada masalah apa??


Berbagai macam pertanyaan muncul dalam pikiran Lian.berkali kali dia memanggil Kaila namun masih hanya tangisan yang dia dengar.


"KAILA!!"sentak nya.


Kaila tersentak.dia tergagap"I__Iya Lian..".


"Bilang di mana posisi kamu sekarang!!"Hardiknya.


Terbata bata Kaila memberitahukan posisisnya.Ternyata Lian sudah berkali kali menepon namun dia terlalu Fokus pada sang abang.


"Perlu 2 jam untuk sampai di sana."Pikir Lian.dan dia berangkat ke sana sendirian??di malam hari pula.".


"Jova..bisa ikut aku sekarang!!Kaila dalam masalah!!".


Jova menatap sang tante yang kebetulan sedang memeriksa keuangan Cafe..


"Pegilah Jova.Jika sampai seperti itu berarti Kaila sangat tak berdaya sekarang ini"


Secepatnya Lian dan Jova menyusul.untung saja poros jalan luar kota dalam keadaan lengang.Lian dapat memacu kendaraannya dalam kecepatan di atas standar.


"Lian..selow brooo..aku punya laki yang menunggu kepulanganku dengan selamat!!"Pekik Jova ngeri.


"Kita nggak akan mati Va..yakin deh"pikiran Lian di penuhi bayangan Kaila yang sedang menangis sendirian.dia merasa sudah sangat gagal dalam menjaga gadis itu.harusnya sedari tadi malam dia menelpon nya.


"Itu tu!!itu Mobil Kaila!!"Jova melihat mobil Kaila terparkir di pinggir jalan area pemakaman.


"Tok tok..!!"Lian mengetok kaca mobil Kaila.


Nampak Kaila tertidur pulas di dalam Mobil.


"Kaila!!"Jova menggedor pintu mobil.


Kedua mata Kaila mengerjap.indra pendengarannya menangkap suara suara yang nggak asing baginya.


Nampaklah Jova dan Lian dengan Wajah khawatir di hadapannya.dia merasa sangat lelah.tentu saja..dia belum tidur dari kemaren malam.


Akhirnya Jova membawa mobil Kaila.dan Kaila ikut ke dalam mobil Lian.


"Kamu langsung ke cafe aja Va.aku anterin Kaila ke Apartemen."


"Jagain ya!.kasih makan..cape banget tuh.jangan di interogasi dulu ya.kalo dia makin kenapa kenapa kamu bakal aku botakin!!".


"Busett!!Mahkota aku ini va.dah deh..kamu ati ati di jalan.bisa di sleding Vino aku kalo kamu nya lecet".


Berangkatlah mereka kembali ke kota asal.sesampainya di Apartemen Lian menggendong Kaila yang masih larut dalam tidurnya.


"Ya elah La..La..!sok kuat banget sih."Gerutunya sembari berjalan ke kamar Kaila.


Direbahkannya Gadis kesayanganya itu.Kaila meracau ketika Lian hendak beranjak"Bang bagas,,aku takut sendirian.dunia ini terlalu besar dan gelap bagiku sekarang".


Lian terpaku...bertambah pula derita yang harus di pikul Kaila.satu satunya keluarga yang tersisa kini juga pergi meninggalkannya sendirian di dunia yang Fana ini.


Lian juga sangat lelah berkendara bolak balik 4 jam dengan pikiran yang kacau balau.


"Aku nggak akan ninggalin kamu sayang"ujarnya duduk bersandar di samping tempat tidur Kaila.


~~♡♡Happy reading.jangan lupa like vote dan komen^,^