
...Happy reading...
Seperti biasa kak Nanda menjemputku pagi ini dan kulihat senyumnya terukir indah dibibirnya, aku melangkahkan kaki mendekati dan kami berlalu dari kosku tentunya dengan sepeda motornya.
"Gimana tidur semalam nyenyak?" tanyanya disela perjalanan kami.
"Iya aku ngerasa akhir-akhir ini aku jadi lebih baik" jawabku tersenyum dibalik punggungnya.
"Syukurlah, kakak seneng dengernya" ucapnya.
kami tiba dikampus, ia memarkirkan sepeda motornya dan kami berjalan beriringan. kami berpisah di hall karena arah kelas kami berlawanan.
"Oh jadi itu orangnya" ucap Indri menepuk pundakku.
"Eemm" gumamku tersenyum menatap punggung kak Nanda.
"Yok ke kelas" ucapku, Indri mengangguk dan kami berjalan ke arah ruang kelas kami.
***
Wanita paruh baya itu baru saja menyelesaikan ocehannya didepan kelas, aku meregangkan tubuhku.
"akhirnya aku bisa istirahat hari ini" ucapku, karena hari ini aku kuliah hanya satu matkul saja.
Kulihat kak Nanda sudah berdiri didepan kelasku, dan aku berjalan menghampirinya.
"Ndri, bilang yang lain aku duluan ya" ucapku kepada Indri.
"okeh, hati-hati ya" ucap indri mengedipkan sebelah matanya, dan aku tersenyum tipis kepadanya.
aku berjalan keluar kelas dan kulihat kak Nanda sedang asyik dengan ponselnya.
"Kak!!" teriakku disamping telinganya.
"Oh iya" ucapnya langsung menyembunyikan ponselnya, aku termenung sejenak dan berkedip beberapa kali.
"lagi chatan sama siapa?" tanyaku.
"sama Uncum, dia ngajakin futsal besok malam" ucap kak Nanda.
"oh, kirain chatan sama Tiwi" gumamku.
"gaklah ngapain juga" jawabnya dengan bibir mengerucut.
"ih malah ngambek, bercanda kali kak" godaku, namun kak Nanda hanya diam.
"ayok pulang, aku banyak tugas hari ini" ucapnya.
"aku? tumben" gumamku pelan.
kak Nanda berlalu dan aku mengekorinya dari belakang dan sesekali kugoda namun dia tidak menggubrisnya.
"apa bercandaku tadi keterlaluan ya?" batinku.
sepanjang perjalanan pulang kak Nanda hanya diam tanpa kata, aku bingung harus bersikap bagaimana. setelah tiba didepan kosku aku menahan lengannya.
"kenapa Ran?" tanyanya.
"aku minta maaf" ucapku.
"atas?" ucapnya mengernyitkan dahi.
"atas semuanya" ucapku dan berjalan ke arah kosku.
"Ran, aku minta jangan bahas Tiwi lagi dihadapanku" ucap kak Nanda menahan lenganku.
"maaf" ucapku tak berbalik dan melepaskan genggamannya dari lenganku kemudian masuk kekamarku.
***
- kak Nanda.
Ran kakak udah didepan.
"udah baikan ternyata" gumamku, aku meraih ponselku diatas nakas dan bergegas menemuinya.
Aku tersenyum seperti biasanya ku anggap hari ini tak terjadi apa-apa, kak Nanda juga sudah tersenyum dan bersikap seperti biasanya. mungkin dia sudah memaafkan kejadian tadi siang, aku benar-benar tak bermaksud menyinggung masalah Tiwi tapi entah mengapa kalimat itu tiba-tiba saja keluar dari mulutku.
"Ayok berangkat" ucap kak Nanda.
Kami berlalu dari kosanku menuju sekre, malam ini rapat rapat bedah soal dan malam lusa rapat pemantapannya, sehingga malam ini kami harus mematangkan konsep yang akan kami gunakan untuk hari pelaksanaan acara.
Aku memandang langit malam dan kulihat bintang bertaburan dan cahaya bulan purnama benar-benar terang.
"kak Nanda!!" teriak seseorang dan itu Tiwi, ia menghampiri kami menyempil diantaraku dan kak Nanda, aku memutarkan bola mataku menatap jengah kearah gadis kampret didekatku.
"Bareng ya ke sekrenya" ucapnya menggandeng lengan kak Nanda.
"Iya boleh kok" ucapku menyingkirkan genggamannya dari lengan kak Nanda dan gantingan menggandeng kak Nanda berjalan lebih dulu dari Tiwi.
"Awas kalo lain kali digandeng diem aja kayak tadi" ucapku menatap tajam kearah kak Nandanya, namun kak Nanda hanya tersenyum sambil geleng-geleng menatapku.
Kami tiba disekre dan mengikuti rapat seperti biasanya.
***
Malam ini aku hanya bergelut dengan tugas-tugas kuliahku, buku tebal dan kertas berserakan di kamarku. sesekali kulirik ponselku namun tak kunjung juga ada telepon atau vc dari kak Nanda.
"oh iya, diakan mau futsal malam ini" gumamku.
***
ku tatap arlojiku sudah menunjukan pukul 8.50 namun kak Nanda belum juga tiba, padahal kelasku akan dimulai 10 menit lagi.
- kak Nanda
maaf Ran hari ini aku ga bisa jemput
"kenapa ga bilang dari tadi" ucapku kesal.
Buru-buru aku berjalan kaki ke kampus, untung saja jarak kosku ke kampus tak terlalu jauh, kemungkinan aku hanya akan telat beberapa menit saja.
Tiba dikelas nafasku ngos-ngosan dan kulihat dosen pengajarku belum datang.
"Tumben telat Ran" ucap Ratna.
"aku jalan tadi" jawabku.
"kok ga bilang, tau gitu aku jemput" balas Ratna, aku hanya tersenyum.
"Dosen datang woy diem" ucap salah satu teman kelasku, dan tak lama wanita paruh baya itu masuk keruang kelas.
"simpan semua buku serta ponsel kalian, kita kuis" ucap Dosen itu.
"yaaahhh!!!" teriak mahasiswa kelasku serentak.
Dosen itu memberikan selembaran kertas dan kami mulai mengerjakan kuis dadakan tersebut.
***
Kelas usai aku merapikan buku-buku dan peralatan kuliahku, memasukkannya kedalam totebagku.
"Ran, kamu dijemput doi?" tanya Ratna, aku melirik keluar kelas tak kulihat batang hidung kak Nanda muncul.
"kayaknya jalan Rat" jawabku.
"ya udah bareng aku aja" ajak Ratna, aku hanya mengangguk mengiyakan
"Ran aku mau tanya" ucap Uci terlihat serius.
"Nanya apa kok tampangmu serem banget" ucapku.
"Aku serius Ran" ucap Uci.
"iya iya, mau tanya apa?" tanyaku.
"Kamu semalam jalan sama doimu?" tanya Uci.
"gak, dia futsal semalam" jawabku santai.
"mungkin aku salah lihat" ucap Uci.
"emang kenapa Ci?" tanya Ratna.
"Gak, semalam aku kecaffe sama Abim, trus aku ketemu orang lagi makan mirip banget sama doimu" jawab Uci.
"bukan kali, kan kamu cuma lihat difoto" ucap Ratna.
"mungkinlah aku salah lihat" jawab Uci.
"Ayok Ran balik" ajak Ratna, dan aku mengekori dibelakang Ratna menuju parkiran.
***
Aku membuang totebagku kesembarang arah, ku kunci pintu dan kurebahkan tubuhku dikasur, kupejamkan mataku sejenak. jangan kira aku tak kepikiran dengan ucapan Uci, otakku terus terbang entah kemana, belum lagi hari ini aku belum bertemu kak Nanda.
"sudahlah nanti saja kutanyain, aku mau tidur dulu" gumamku tanpa sadar aku tertidur.
***
- kak Uncum
Ran aku didepan kosmu.
aku langsung bangkit dari dudukku, aku membaca ulang chat tersebut dikirim oleh siapa, aku tak lagi sakit mata yang menghubungiku barusan memang kak Uncum. buru-buru aku keluar kamar dan menemuinya.
"kenapa kak?" tanyaku.
"ngajakin berangkat bareng" ucap kak Uncum.
"maaf kak aku bareng sama kak Nanda" jawabku.
drrttt
ponselku berdering dan kulihat chat dari kak Nanda.
- kak Nanda
Ran berangkat sama yang lain aja ya, aku ada urusan.
aku menghela nafas, memejamkan mataku sebentar, kulihat kak Uncum melirik chat pada ponselku.
"ya udah, bentar aku ngambil totebag bentar" ucapku ke kak Uncum, aku kembali ke kamar dan kembali lagi dengan totebagku, kemudian kami berlalu ke sekre.
...***Jangan lupa like, vote dan comment ya,...
...Terimakasih sudah membaca.***...