Meet You Again

Meet You Again
Sebuah penawaran



Lian terpaku di bawah tangga darurat . Sang Papah melangkah keluar lewat pintu lantai atas dan kembali ke ruangan nya . Tanpa berkata apa apa dia seakan menyihir para karyawan yang menyaksikan tarik menarik nya dengan Melinda beberapa waktu yang lalu . Dan oke lah , Para karyawan pun masa bodoh dengan kelakuan sang atasan , Selama gajih dan bonus mereka di bayar tepat waktu . Ah benar juga ..., Riley berbalik ke ruangan yang dia lewati tadi ..


" Nanti malam satu ruangan ini makan bersama di restoran sebelah . Silahkan pesan apapun yang kalian mau . Saya akan datang menyusul kalian ". Senyum hangat nya menular kepada para karyawan .


Dengan senyum dan tawa " Siap Pak !!" Sahut para karyawan serempak . Sipp !! Sogokan telah di terima . Riley sekarang dapat bernafas dengan lega . Dia melenggang dengan santai dan kembali ke ruangan nya . Kedua mata nya menyapu kan pandangan ke setiap sudut kantor .


"Kemana anak itu ". Gumam nya .


" Nyariin Lian Pah ??". Mendadak si lesung pipit udah berdiri tegap di belakang sang Papah .


"Jelasin !". Kata yang keluar dari mulut nya hanyalah satu namun sarat akan makna . Tatap mata nya penuh amarah , Lian nggak menyangka dengan apa yang di dengar nya barusan di atap gedung .


" Jangan diam aja Pah , Lian nggak ngerti bahasa isyarat ". Ujar nya mengejutkan sang Papah yang tenggelam dalam lamunan . Riley bingung harus memulai penjelasan nya dari mana .


" Hm___ Melinda akan tetap berangkat ke jepang kok ".


" Papah memaksa Melinda ??". Lian berlagak buta dan tuli . Pengen liat seberapa handal Sang Papah dalam berakting .


" Sebenar nya Papah memang memaksa nya , Nenek nya sedang sakit . Dan selama ini Papah membantu biaya pengobatan nya mengingat dia hanya memiliki sang nenek saja di dunia ini ".


" Cih ...Alasan sok melankolis !!". Desis hati Lian . Sekarang Riley mulai bersandiwara di hadapan nya .


" Perhatian banget Pah !,Sampe ke nenek nya segala . Naksir Melinda ??".


Perkataan Lian bagaikan peluru yang menembus jantung Riley , Dia sudah panas dingin bersandiwara dadakan di hadapan Lian dan sekarang pertanyaan itu akan menambah keringat dingin semakin mengucur deras di pelipis nya .


" Papah nggak segila itu Lian !".


" Segila itu ?? Berarti Papah emang gila tapi nggak parah . Gitu kan ??". Rundung Lian . Kedua mata nya begitu tajam menghunus kembali jantung Riley .


Sembari menggigit bibir nya Riley memikirkan cara untuk berkilah dari tuduhan Lian .


" Papah hanya kasihan Lian , Toh sekarang Melinda bisa membantu perusahaan kan . Dia segera mewakili perusahaan kita dengan berangat ke jepang ".


Kedua tangan Lian terlipat menyilang di kedua dada nya . Kita lihat bantuan apa yang setan penggoda berikan pada Riley .


" Kasihan sama cinta itu beda tipis banget loh Pah , Lebih tipis dari sehelai rambut ". Ujar nya menyentikan jari tangan ke arah Riley .


Perlakuan Lian sangat berani sekarang ini , Biasa nya dia sangat sopan kepada Riley . Mungkin karena telah tau perlakuan busuk sang Papah , Hingga semua rasa hormat nya telah tertinggal dan pergi bersama rasa kecewa nya .


" Jangan sembarangan bicara kamu Lian !". Sentak Riley . Dia mencoba berlagak tegas di hadapan Lian . Namun dia salah ..Lian hanya mendecih sinis kepada nya .


" Oke deh ! Anggap aja Lian salah mengira . Sudah lah Pah ,, Lian ijin pulang . Otak Lian udah mulai bobrok nih mikirin kelakuan menjijikan manusai jaman sekarang ". Tanpa ingin mendengar jawaban Riley langkah kaki Lian sudah pergi menjauhi nya . Riley merasakan gelagat memberontak Lian , Secara tidak langsung Lian menekan kan bahwa dia sudah mengetahui perselingkuhan nya . Pria itu kini berdiri dengan tangan berkacak pinggang sebelah , Sementara tangan lain nya menekan kening nya kasar .


" Sialann !!, Andai saja aku dapat menolak godaan wanita itu 2 tahun lalu !!". Penyesalan memang selalu datang belakangan Riley !.


✒✒✒✒


Lian membanting pintu mobil dengan kasar , Nafas nya berburu menahan amarah . Dan di saat seperti itu Riley masih kekeh bersandiwara di hadapan nya .


Tangan nya mengepal bergetar " Bertahun tahun Papah bersandiwara di hadapan kami . Berlagak seperti pemimpin keluarga yang bijaksana !. Cuih !!". Bibir Lian bergetar . Dia ingin berteriak sekencang kencang nya .


" Ah !, Aku perlu Kaila ,,". Tangan nya meraih ponsel di saku nya dan menekan nomor sang kekasih .


" Yang ,,, Aku ke apartemen kamu ya , Mumet  nih ". Yah kepala nya benar benar pusing sekarang . Kilas balik apa yang dia dengar di atap gedung perusahaan membuat otak nya tertekan .


" Ada masalah ya ??". Tanya Kaila .." Siti __ Meja 8  kedatangan pelanggan lagi tuh ". Terdengar suara Kaila yang sangat ke repotan di ujung telepon .


" Nggak kok ...Aku pengen istirahat Full aja ". Lian nggak berniat bercerita sekarang . Lagian Kaila juga repot banget sekarang . Nggak akan Fokus kalo dia curhat tentang pengkhianatan Riley kepada nya saat ini .


" Iya deh sayang , Udah makan siang belom ??".


" Nanti aku sekalian beli aja di jalan ".


" Hmm..aku balik kerja ya ". Sahut Kaila .


Selepas berbicara singkat dengan Kaila , Lian segera meluncur ke apartemen Kaila . Dia menekan passcode seperti biasa dan masuk dengan leluasa di kediaman kekasih nya .


Dia melepas penat di sofa biru Kaila .


"Akh , Lupa deh beli makan nya .". Gumam nya . Saking kacau nya Lian sampai lupa mengisi perut .


Lian memeriksa lemari pendingin Kaila " Ya elah ...Sayuran doang sama mayo , Makan salad melulu nih cewek ". Lian nggak tergiur dengan bahan makanan milik Kaila . Dia hanya mengambil selembar roti tawar dan memakan nya tanpa apa pun .


Lian meminum minuman soda dan kembali ke sofa ruang tamu Kaila .


Beberapa saat dia masih tercengang dengan tatapan kosong , Dan beberapa saat selanjut nya dia sudah terbaring dengan nafas yang teratur . Lian memilih tidur dari pada pusing mikirin tingkah sang Papah yang nggak tau diri .


✒✒✒✒


Melinda kini sudah kembali ke ruangan nya . Para karyawan yang menjadi saksi tadi berubah acuh tak acuh ketika Melinda melewati ruangan mereka . Seolah nggak terjadi apa apa beberapa saat yang lalu .


Jelas saja , Mereka sudah di sogok pesta makan malam oleh Riley kan .


" Tring !!".


📩:" Pergilah ke jepang , Aku akan menghubungi mu sesekali ".


Senyum manis menutupi kesedihan di wajah Melinda .


📨:" Baiklah ..Tapi kita nggak akan berakhir seperti ini kan ?".


Perasaan ketar kerir dan gelisah menghinggapi tubuh Melinda . Ini sudah cukup lama dan Riley belum mengirimi dia balasan .


📩:" Kamu akan bertemu jodoh di sana , Mungkin !".


Balasan Riley membuat mulut Melinda mengerucut .


📨 :" Jodoh aku tetap kamu . Aku yang menentukan . Apa sebaik nya kita menikah dulu sebelum aku berangkat ke jepang ?? Aku akan bertahan di sana asal kamu rutin mengunjungi ku ".


Riley menggigit bibir membaca pesan singkat dari Melinda . Begitu terobsesi nya perempuan ini kepada nya .


~~♡♡ Happy reading . Jangan lupa like vote Fav dan komen ^,^ .