
*****ketika kau mengalami sakit yang begitu pedih...
daripada kau mengatakan "bunuh aku!!'...
lebih baik kau katakan.."tolong sembuhkan aku*****
Rani merasa ada perubahan pada diri Lian.sejak terakhir kali bertemu di restoran kemarin Lian tak pernah lagi membalas pesannya..atau menjawab pesannya.
Rani berusaha menyadarkan diri,perkataan Lian yang mengatakan bahwa dia sedang menunggu pesan dari kekasihnya seharusnya menyadarkan Rani bahwa pria yang selalu mengganggu pikirannya itu sudah ada yang memiliki.
Di lain tempat pria berlesung pipit itu sedangΒ senyum senyum membaca chatstory bersama Kaila tadi malam....
π¨:Udah nyampe??"...
π©: Ya.
π¨:besok aku jemput aja ya.
π©:Ok.
π¨:Singkat amat balesnya.
π©Emang mau ngomongin apa lagi?!.
π¨:Ya masalah kita lah.
π©:Kan udah kelar.
π¨:Emang apa keputusannya??
π©:Kan kita udah baikan.
π¨:πΆπΆπΆπΆπΆ (Lian)
π©:Apa arti emoji mu itu.sudahlah Lian aku lelah.
π¨:Kita bener baikan??
π©:Iya sayangku πππ
πππ
Berkali kali chatstory itu di buka Lian.lelaki itu sudah bersiap dengan style bekerja.aroma khasnya tercium lebih semerbak dari biasanya..
"endus endus π§"...
"Lian..kamu mandi pake parfume??kelewat wangi nih!"protes mamah Vivi.
"Enggak akh..biasa kok mah.jangan hiper deh.."sahutya masih memandangi chatstory bersejarah di ponselnya...
SET!!!...si lincah mamah Vivi menyabet ponsel yang mengalihkan perhatian Lian dari nya.
"Oooohhh..Jadi sekarang udah Sah pacaran sama neng Kaila.nggak bilang bilang mamah ya kamu.ππ".
"Belum saat nya aja mah.ntar mamah minta Lian buru buru ngelamar Kaila.pacaran baru seumur jagung kok".Dia mengambil kembali ponselnya...
''Please ya mah..biarkan semuanya mengalir kaya air.nggak usah di uber uber biar cepet ke jenjang pernikahan.oke??".
"Ugh!!mamah kan udah ngebet pengen menimang cucu..kaya tante mega tuh.iikkh si Miya imut sekali lho."
Gaya gemesnya mamah Lian emang beda deh.
si mamah yang satu iniΒ memang paling Best.
Penyayang...
pengertian...
penyabar..
pokoknya paling oke lah.
"No!!"ujarnya tegas.
Sayangnya sekarang dia bukan mamah yang penyabar lagi.
"Buruan nikahin Kaila.ntar keburu kamu jenggotan lho.emang mau jadi bujang tuir??mamah sih ogah miara bujang lapuk"nyinyir mamah Vivi.
"Secara nggak langsung mamah mendoa kan Lian lho.hick hick".
berlagak sedih Lian mengambil tas ransenya dan berniat kabur secepatnya dari hadapan mamah Vivi.
Namun gerak geriknya udah kebaca.Lian yang lihay melarikan diri jelas saja mempungai mamah yang lihay menangkap basah anak nya juga dong.
"Ajak kaila ke sini malam ini!!".
"Nanti mamah akan ngomong sama papah".
Dengan paksa dia menghentikan langkah Lian.gimana mau kabur kalo kunci mobilnya di genggam erat oleh sang mamah.
"Ntar malam mau jengukin Mey mah.kapan kapan aja deh".
"No!!".
"Mamah cantik..jangan ngotot kaya tante Mega dong.Lian nggak mau Kaila kabur kaya Mey lho..".matanya berkaca kaca menatap penuh iba kepada sang mamah.
"Hisss...Jangan kamu tumpahkan air mata buayamu itu.jijik mamah..cowok kok mewek!!".
Vivi berjalan ke area dapur..kunci mobil Lian masih tergenggam erat dalam jemarinya.
Lian duduk diam di ruang tamu.bibirnya manyun...
"Mah...papah pulangnya telat.ada pertemuan sama klien di luar kantor"Papah riley muncul dari ruang utama.di kirain udah berangkat.rupanya dia berbalik mengabari mamah dulu tentang keterlambatan pulang nya nanti.
"Papah nggak makan malam di rumah ya."tambahnya.
"Iyaaa.TTDJ"Sahut mamah...
"Ogah.!!"
sang papah cuek meninggalkan Lian.
"Please pah..ayolah!!"setengah berlari Lian mengejar langkah Riley.
"Mobil kamu kan ada.ngapain nyempil di mobil papah."Riley kini sudah duduk manis di dalam mobil bersiap menyalakan mesin mobil.
"TIIITTT!!!".
suara klakson nya pertanda perpisahan untuk Lian.
"Asem!!Entah aku harus bersyukur atau mengeluh.punya orang tua berasa temen kaya gini.tapi temen yang menyebalkan >,<.!!!"Jerit Lian dalam hati.
dia berbalik mengejar Vivi yang terakhir dia lihat sedang berada di dapur.
"Mah...kan papah nggak bisa pulang tepat waktu juga malam ini.nanti Lian omongin dulu sama Kaila.oke??siniin kunci mobilnya dong.mamah cantik deh ππ".
"Okedeh.mamah kasih waktu 1minggu.jadi 2 bulan kedepan calon cucu mamah udah ada di perut Kaila dong.
Ckckckc...Lian menatap miris wajah Vivi...
"Mah..nggak semudah itu.jangan berharap terlalu banyak.yang pasti Lian akan berusaha sebaik mungkin."..Dia mengecup kening sang mamah dan ngacir meninggalkan kediaman nya.
tinggal lah Vivi sendiri di kediaman yang besar itu.
setiap hari dia hanya mengurus rumah dan bertemankan para pembantu di kediamannya.
sesekali dia juga keluar rumah sih untuk menghadiri arisan atau belanja kebutuhan sehari hari.
Dia bukan model mamah gaul kaya Mega dan bundanya Vino.karena itulah dia ngebet pengen punya cucu..biar ada temen main di rumah.
.....
"Kamu nggak kerja??"Mey menatap Fatur yang pagi pagi sudah stay di kamar inapnya.
tanpa style kerjannya pula.
"Nak Fatur yang menjagamu tadi malam Mey..ibu ngurusin Ayah.sering bergadang malam menungguimu Ayah jadi kecapean.badannya ngilu ngilu katanya."
"Terus sekarang Ayah gimana bu??".
"Udah mendingan kok.udah ngopi di teras rumah tadi pas ibu berangkat ke sini.
"Syukur deh..Maaf bu Mey bikin Ayah sama ibu khawatir."
"Kamu memang bandel.nggak bilang bakal sebesar ini resikonya."Tepukan pelan mendarat di kening anak gadisnya.
"Untung nak Fatur selalu nemenin Ayah sama ibu di sini.temen temen kamu juga menemin Ayah sama ibu."celoteh ibu.
dia mulai bicara panjang lebar menceritakan siapa saja yang datang menjenguknya ketika masih dalam keadaan koma."
"Eh..kata ayah anak gadis nya nak Fatur juga ke sini kemaren."Lirik ibu kepada Fatur.
tindakan Mey menolong Baskoro banyak mengungkap kejadian kejadian besar bagi mereka.
"Ibu baru tau kalo nak Fatur pernah menikah dan punya seorang putri."
"Maaf bu..bukan maksud saya menyembunyikan semua itu dari Bapak dan Ibu."
Fatur was was..dia hanya bisa menunduk kan kepala.
dia tau Ibu yang lemah lembut dan penyabar itu tengah menatapnya dengan tajam.
"Bu..."tegur Mey..
"Heh!!nggak papa lah..mau duda mau bujangan.yang penting kamu laku Mey ".
Mega yang sedang mencuri dengar omongan sang Ibu tak kalah kaget dengan Fatur.
Wanita itu nggak se galak yang Mega kira.
dia menarik nafas dalam dalam..dan perlahan mengetuk pintu..
"Bu...kenapa nggak di gratisin aja Mey sama di duda ini"Mey melenguh kesal.ngebet banget si Ibu pengen punya mantu.
Si duda tertawa cengengesan menatap nakal Mey.
"Tok !!!
"Tok !!
"Tok!!
Ibu berbalik membuka pintu..
"Pasti dokter nih.katanya kamu udah boleh___"....Perkataan Wulan terhenti.
Wanita yang nggak asing bagi Mey dan Fatur berdiri tepat di depan pintu.
tatapan Fatur seketika berubah tajam.segarang itu dia menatap wanita yang telah melahirkannya.
"Ngapain mamah ke sini??"
"Sut!!"hardik Mey.
"Silahkan duduk".
keramahan Wulan membuat Fatur berdecak kagum dalam hati.
"Terimakasih."Mega duduk di kursi yang di berikan Ibu nya Mey.
sekarang dua wanita beda generasi itu kembali berhadapan...
"Mey...Maafkan saya..."Ujar Mega menatap penuh rasa penyesalan kepada Mey...