Meet You Again

Meet You Again
Bunda Mey



Kediaman Wita dan Miya tiba tiba ramai.Fatur Dkk akhirnya sampai di sana.dengan sangat antusias si kecil Miya berlarian ke halaman rumah.lari kecilnya jelas saja menuju ke pada Fatur..sang Papah yang sangat di rindukannya.


"Dunda mey mana??"Bukannya menanyakan kabar sang Papah,gadis kecil ini malah langsung menanyakan keberandaan Mey.


Selagi Miya menanyakan dirinya,Mey baru saja keluar dari dalam mobil Fatur.dia melambaykan tangan kepada Wita yang berhambur ke halaman dan langsung memeluk nya.


"Syukurlah kamu sudah pulih kembali Mey."Ucap Wita penuh rasa suka cita.


beberapa pelayan membawa barang barang mereka ke dalam.


"Sayang..suasananya Nyaman."Jova memandang ke seluruh penjuru arah.


"Wah...beda banget sama di kota!!"Pekiknya kagum.di depan kediaman Wita nampak terhampar sawah hijau nan luas.di halamannya terdapat banyak tanaman hias maupun herbal.


"Ada rencana tinggal di sini??"tanya Vino.


"Entahlah!"ujar Jova melempar senyum kepada vino.


"Kaila!!"Seru Wita.satu lagi sahabat yang sangat di rindukannya telah datang.tanpa menunggu sambutan dari Kaila,Wita langsung memeluk Kaila.


"Aku dengar kamu udah tunangan.selamat ya 😊😊!".


Kaila tersenyum canggung.Kaila masih belum terbiasa dengan perdamaiannya bersama Wita.berbeda dengan Wita yang memang selalu riang gembira jika bertemu dengannya.namun di dalam hati yang paling dalam Kaila sangat perduli kok dengan sahabatnya ini.


"Makasih Wit.hm..beberapa hari ke depan kayanya kami bakal ngerepotin kamu lho".ujar Kaila berusaha santai terhadap Wita.


"Nggak papa!kalian datang saja aku sudah sangat senang."raut wajah itu memang nggak bisa berbohong.dari pandangan mata saja hati Wita nampak berbunga bunga.


"Vin..ajak istri kamu masuk dulu.aku sudah siapin kamar untuk kalian."Seru nya kepada Vino dan Jova yang buru buru hendak melihat suasana di perkampungan itu.


Di sudut lain...


"😊 hallo dunda!!"Miya sangat senang berhadapan langsung dengan Mey.


"Hallo cantik.apa kabar nih..?".Mey nggak bisa menahan rasa greget nya lagi.


"Sini sama bunda"dia mengulurkan tangan ingin menggendong Miya.


"Nih..digandeng aja!Miya berat lho.kamu nggak boleh capek capek!"tegur Fatur.


"Heh!!Papah cerewet!!.perkataan Mey di sambut anggukan oleh Miya.


Entah kenapa wajah Fatur tiba tiba terasa panas dan memerah.detak jantungnya mendadak abnormal.kata kata Mey seakan menggambarkan bahwa mereka adalah pasangan suami istri yang sedang bercengkerama bersama anak gadis mereka.😅😅.


satu persatu mereka memasuki kediaman Wita.Fatur dan Mey berada di kamar atas,bersebelahan dengan Kamar Lian dan Kaila.sedangkan untuk Vino dan Jova Wita mempersilahkan mereka mengisi kekosongan di kamar bawah.bersebelahan dengan kamarnya.


"Kalian berdua doank Wit??"Tanya Lian.Wita mampir ke kamar mereka sembari mengantarkan handuk baru.


"Sama bibi..tukang kebun juga ada.pelayan yang bantu bersih bersih juga ada.".


"Maksudnya keluarga inti..Kamu sama Miya doank??".Ulang Lian.


"Lah...emang mau sama siapa lagi Lian".


"Maksudnya sama pasangan baru kamu kali.."timpal Kaila.gadis itu ikut nimbrung obrolan Lian dan Wita sembari membongkar isi kopernya.


"Ohh..blm ada pasangan La".


Kaila menghentikan aktivitas nya."Jadi setelah pisah sama Fatur kamu nggak pernah pacaran??".


"😅 aku terlalu sibuk mengurusi Miya La"Sahutnya malu malu.


"Ada sih kemaren yang Khitbah..."sambungnya.


"Trus??"Kaila mulai kepo.dia mendekati Wita.menatap dalam dalam kedua mata sahabatnya itu.


"Aku belum memberinya jawaban".ujar wita lagi sembari membuka jendela kamar.pemandangan dari atas sangat indah.semilir angin menyingkap tirai putih di depan jendela.


"Ckckckck...mumpung masih muda Wit.kalo udah tua terus keriput...nggak akan ada yang naksir kamu lagi!!.sentak Lian.


"Santai aje mas..jangan nge gas ngomong nya!!"Hardik Kaila.


"Wita nggak bisa sembarang pilih dong.dia lebih berpengalaman dari kita keles".


"Gemes aku yang.!!".sahut Lian.dia juga ikut mendekati Wita..."orang mana Wit??".


Lian dan Kaila berpandangan.


"Imam masuk surga tuh.tunggu apa lagi kamu??".Kali ini Kaila menyentil dagu Wita.


"Cakep nggak??".Tatapan nakal nya keluar.


Lian memantau dalam diam.pengen liat gelagat mereka sesama cewek.gimana penilaian mereka terhadap pria.


"Sebenarnya yang aku lihat bukan tampangnya sih..sesekali dia memimpin pengajian menggantikan Abah nya."malu malu Wita menceritakan sang Ustadz kepada mereka.


"Behhh..udah mantep tuh Wit.udaaahh embat aja!!"seru Kaila penuh semangat.


Wita tertawa kecil melihat dua sahabatnya ini sangat bersemangat mendukungnya.


"akh..ini sudah hari ketiga.."gumamnya dalam hati.


"Kalian lanjut beberes deh.aku nengokin Miya dulu,dari tadi ngikutin Mey terus..".


Kaila dan Lian meng iya kan dirinya Pamit.dan betapa kagetnya dia ketika sampai di kamar Fatur dan Mey...


Miya sudah bobo anteng di pelukan Mey.


"Aduh..malah bobo sama kamu Mey..."Ujar Wita sembari mengambil Miya dari pelukan Mey dan hendak membawanya turun ke kamar bawah.


"Miya gemesin banget Wit >,< .. comel deh".Mey nampaknya sangat menyukai anak dari calon suaminya itu.


"makanya cepetan di sah kan jadi bundanya Miya!"Dengan santainya kata kata itu lolos begitu saja dari mulut Wita.seperti nggak pernah terjadi sebuah pernikahan di antara dirinya dan Faturm


"hehe...lancar banget ngomongnya."Mey merasa nggak enak hati.biar bagaimana pun kehadirannya menjadi pemicu besar hancurnya pernikahannya bersama Fatur.


"Selow in aja lah Mey.lagian jodohku sebentar lagi datang kok 😶".


Fatur yang sedari tadi hanya menjadi pendengar dari obrolan mereka jadi merasa tertarik karena ucapan Wita barusan.


"Siapa Wit??kasih tau donk.bakal jadi Ayahnya Miya kan.".


"Hm...__lagi di pertimbangin 😁".sahutnya..


"Ya udah,kalian lanjut beberes ya.aku rebahin Miya dulu di kamar.ntar makan siang mau di dapur apa di meja taman nih.?"


"Terserah tuan rumah deh.."Sahut Fatur.


keberasaran hati Wita menyambut kedatangan mereka saja sudah sangat di syukuri Fatur.apalagi dia datang bersama Mey.jug dalam masalah pertemuan nya dengan Miya,Wita nggak pernah mempersulit Fatur.


Wanita berhijab itu pun beranjak dari duduknya."Anggap aja rumah sendiri ya.."Ujarnya dengan ramah sebelum akhirnya dia benar benar turun ke lantai bawah.


Setelah kepergian Wita..Mey menatap Fatur yang lanjut membongkar isi kopernya.


"Tur..Wita sebaik itu.dan dulu kamu nggak bisa sedikit pun menerimanya ??".


Terdengar helaan nafas Fatur.dia berbalik menatap Mey dan mendekatinya yang sedang duduk di tepi ranjang.


"Namanya juga bukan jodoh sayang 😊".jemarinya mengusap lembut pipi sang kekasih.


"Jangan ngomongin masa lalu lagi ya.pedih banget tau!".


Mey memegang jemari Fatur yang masih merengkuh wajahnya.lelaki hebat di hadapannya ini sudah sangat keras memperjuangkannya.di tariknya tubuh Fatur yang berdiri dengan kedua lutut di hadapannya.


"Aku kemarin ketemuan sama mamah kamu."Bisiknya pelan sambil memeluk Fatur.


lelaki itu berusaha melepas pelukan dan berbicara bertatap muka ,namun gadis itu menahan dekapannya.


"Aku sudah mengikhlaskan nya.kami sudah baikan lho.".


"Jadi__kita bakal menikah??".perasaan berdebar menyelimuti hati Fatur.


"Hem"Jawab Mey pelan sembari mempererat pelukannya.


"Yess!!✊✊✊".pekik Fatur.


Akhirnya kesabaran Fatur membuahkan hasil.selangkah lagi mereka akan bersama semalanya.