Meet You Again

Meet You Again
[S1] 1. Langkah akhir



...Happy reading guys...


POV Rani


Pagi itu cahaya mentari mulai menyeruak dibalik tirai jendela, alarm berbunyi namun kumatikan dan ku tarik kembali selimut sampai ke ujung kepala dan melanjutkan tidurku.


Namaku Rani Indiani Putri aku anak semata wayang kesayangan ibu walaupun demikian aku bukan anak mami pada umumnya. Aku bahkan akan marah apabila ibu terlalu ikut campur dengan pilihan dihidupku.


"RAANNIII" teriak wanita setengah baya membuka pintu kamarku dan berdiri berkacak pinggang diambang pintu.


Tubuhku menggeliat pelan merasakan udara pagi itu begitu dingin menusuk ketulang sehingga membuatku malas untuk beranjak dari atas kasur. Teriakan ibu memang benar-benar mengganggu suaranya cempreng membuat siapapun yang mendengarkan teriakannya akan membuat orang-orang sakit kepala karenanya.


Aku membuka mata perlahan menghadap kearah jendela kutatap matahari sudah muncul dari ufuk timur. Ku kumpulkan nyawaku yang masih berada dikasur melawan keposesifan kasur yang begitu menggoda, seperti ujung magnet yang akan menarik lawannya apabila hendak dipisahkan.


"Rani hari ini UNBK terakhirmu ayolah bangun" teriak ibuku lagi karena melihat aku tak kunjung beranjak juga dari atas kasur yang begitu menggoda belum lagi udara dingin pada pagi itu. Aku bangkit dan mulai melangkah gontai meraih tirai yang tergantung ditepian jendela menyibaknya secara perlahan beberapa embun menempel dikaca jendela menandakan bahwa pagi ini tampaknya cerah sekali.


"Rani cepat mandi, jangan merenung" ucap ibu lagi membuatku merasa terganggu karena terus saja diprotes olehnya. Aku melangkah meraih handuk yang terletak dirak dan berjalan menuju kamar mandi.


Sekarang aku sudah mengenakan seragam SMKku rambutku dikepang satu dan kuraih tas yang berada diatas meja. Aku melangkah keluar dari kamar menuju rak sepatu dan meraih sepatu yang biasanya ku pakai.


"Ran ga sarapan dulu?" Tanya ibu mengejutkanku dengan kotak bekal digenggamannya Ia berdiri disampingku dan menyodorkan kotak bekal itu kepadaku.


"Udah ga keburu bu" ucapku sambil mulai mengikat tali sepatuku.


Ku raih kotak bekal yang ibu sodorkan kepadaku tadi yang berisi roti dengan selai coklat kesukaanku. Dengan sigap kumasukan kotak yang sudah digenggamanku kedalam tas dan bersalaman kepada sang ibu. Aku melangkah kearah sepeda motorku dan menstaternya kemudian melaju ke sekolah.


***


Tik tok tik tok, Jarum jam terus berdentum menandakan waktu terus saja berjalan namun aku masih saja menggaruk kepala kebingungan dengan pilihan jawaban yang akan kupilih karena aku sudah menghitung angka-angka tersebut namun angka hasil pencarianku tidak ada satupun yang tertera pada pilihan jawaban.


Aku menatap komputer itu frustasi aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan kulirik waktu pengerjaan soal di pojok kanan atas pada komputer malah membuatku menjadi panik.


"Nyesel dah ngapain ngambil jurusan akuntansi rumit amat dah, ini tu debet atau kredit sih, sumpah aku bingung" omelku sambil menunjuk pilihan jawaban pada layar komputer.


Ku beralih pada soal yang lain mencoba mengerjakan soal yang lainnya dari pada aku terhanyut terlalu lama dalam kebingungan sedangkan soal yang lainnya menanti untuk kukerjakan.


Soal demi soal ku kerjakan kupastikan setiap jawabanku sudah benar kembali ku tatap waktu pengerjakan masih tersisa lima belas menit lagi dan aku sudah tak tahan didalam ruangan ujian ini membuatku menjadi sesak nafas melihat soal-soal yang membunuh sel-sel sarafku.


Aku mensubmit jawabanku, meraih tasku yang tergeletak disamping pengawas dan melangkah meninggalkan ruangan ujian.


UNBK pun usai dan aku mendapati Tania dan Riris sudah keluar lebih dulu dan sepertinya Sania dan Siska belum selesai bergelut dengan soal-soal sialan itu.


"Gaes aku duluan ya, sampai jumpa dihari perpisahan" ucapku sambil melangkah meninggalkan teras ruangan tempat kami melaksanakan ujian.


Aku sudah mendapati sepeda motorku terparkir diantara motor siswa-siswa yang lainnya. Aku menghidupkannya dan berlalu meninggalkan sekolahku untuk yang terakhir sebagai siswa karena berikutnya aku sudah menyandang status sebagai alumni.


***


Aku sudah duduk diantara siswa-siswa yang lain dan mengenakan pakaian yang warnanya senada dengan teman-teman sekelasku. Kuedarkan pandangan dan kutemukan keempat sahabatku aku memilih meninggalkan kursi dan berjalan kearah mereka dan duduk disalah satu kursi kosong disamping Siska.


Aku menikmati acara yang tengah berlangsung, mulai dari pembukaan kemudian kata sambutan yang menurutku lama dan membosankan dan beralih ke persembahan dari adik-adik kelas, ada yang membawakan tari, puisi, grup tarik suara dan beberapa persembahan lainnya.


Hingga tiba diacara pelepasan atribut yang mana ada sepasang siswa kelas XII mengenakan seragam hitam putih dan dibalut dengan almamater menginjakan kaki ke atas panggung dan pelepasan almamater menjadi pelepasan atribut secara simbolis yang dilakukan oleh kepala sekolahku.


Kemudian dilanjutkan dengan acara bersalaman dengan semua murid dan guru serta menyerahan selempang yang terukir nama setiap siswa dan penyerahan ijazah beserta SKHUN yang dimasukan kesalah satu lembaran pada Raport.


Pada saat bersalamah cukup banyak siswa yang menangis menatap guru-gurunya begitu juga denganku. Ketika bu Ria memelukku airmataku jatuh aku cukup akrab dengannya karena dia pernah menjadi wali kelasku sewaktu aku duduk dibangku kelas XI. Aku sebenarnya anak yang baik namun aku sering ikut-ikutan membuat onar bersama keempat sahabatku sehingga kami sering diceramahi oleh bu Ria.


Kenakalan kami membuatku cukup populer setelah itu karena mulai banyak guru yang mengenal kami, walaupun kami nakal tapi kami tetap memegang juara kelas namun tidak dengan Sania dia selalu mendapatkan peringkat akhir dikelas.


Dilanjutkan dengan sesi foto bersama setiap kelas dengan wali kelasnya setelah itu para siswa dan walinya dipersilahkan mencicipi hidangan yang telah disediakan.


Para wali murid banyak yang sudah berhamburan pulang begitu juga dengan ibuku sepertinya dia sudah pulang bersama dengan nasi kotak yang sudah diberikan oleh panitia penyelenggara acara.


Aku, Riris, Tania, Sania dan Siska berjalan kearah kelas lamaku dengan membawa nasi kotak satu setiap orang dan meninjakan kaki dan memilih kursi untuk menyantap makan siang kami yang kurasa itu adalah makan siang terakhirku bersama mereka, karena aku yakin setelah ini kami akan sulit untuk berkumpul nantinya akan sibuk dengan urusan masing-masing.


Aku sibuk menyuapi mulutku dengan hidangan yang berada didepanku sambil bercanda ria bersama mereka rasanya aku tak ingin hari ini cepat berlalu karena aku memang belum siap berpisah dengan keempat sahabatku.


Riris sudah ku kenal sejak SD karena kami berasal dari SD yang sama. Sedangkan Tania ku kenal karena Aku, Riris dan Tania dulu satu SMP. Sedangkan Sania dan Siska kami berteman sejak kelas satu SMK.


Kami sudah merencakan akan mengikuti acara coret-coret pada hari kelulusan nanti, dimana menurutku tradisi Indonesia yang satu ini tidak baik namun juga harus dilestarikan. Tenang aku siswa baik-baik kok aku suka membaca buku diperpustakaan kota dulu sampai sekarang. Sebenarnya aku disana sambil bantu-bantu juga sih sambil mencari tambahan uang jajan, bukan karena orang tuaku tak mampu tapi karena aku ingin mandiri.


Aku membersihkan sisa-sisa makananku dan membuang kotak nasi pada tong sampah yang tersedia didepan kelas. Kulirik jam tanganku sudah pukul satu siang, sebaiknya aku bergegas pulang atau ibu akan mengomeliku saat aku tiba dirumah nanti.


"Gaes aku pulang duluan ya" ucapku kepada keempat sahabatku, dan merogoh kunci motor dari dompetku.


"Yah kok cepet banget Ran" keluh Riris dan kembali menyuapi semangka kemulutnya.


"Nanti ibuku ngomel lagi, males dengernya" ucapku dan mulai melangkah meninggalkan kelas menuju parkiran.


...***Jangan lupa like, vote dan comment ya,...


...terimakasih sudah membaca***...