Meet You Again

Meet You Again
[S1] 29. Proposal kegiatan



...Happy reading...


"Hah? Kok marah marah Ran" tanya seseorang diseberang sana lembut.


buru-buru kulihat nama dilayar ponselku sesaat. 'kak Nanda' batinku, aku memejamkan mata sejenak takut-taku kudekatkan kembali ponselku ke samping telingaku.


"Halo kak" ucapku selembut mungkin.


"Iya halo, kenapa tadi kok marah-marah, bawak nama Doni lagi?" Tanya kak Nanda.


Aku hanya terdiam sejenak mengatur napasku yang masih terengah-engah, ku harap kak Nanda tidak salah paham dengan nada bicaraku yang sebelumnya.


"Dia masih gangguin kamu ya?" Tanya kak Nanda lagi.


"Emm iya kak, udahlah lupakan, oh ya ada apa kak kok nelpon malam-malam begini?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.


"Oh iya, aku mau nawarin kamu buat jadi perwakilan BEM untuk ikut kumpulan Akuntansi sekota ini" jelas kak Nanda.


"Eh? Aku?" tanyaku ulang.


"Iya, kamu ada kelas ga kamis siang?" tanya kak Nanda tanpa menunggu persetujuan dariku.


Aku berfikir sejenak mengingat-ngingat jadwal kuliahku, tapikan aku belum menyetujui lalu mengapa dia langsung mempertanyakan jadwal kuliahku.


"Ran?" panggil kak Nanda karena cukup lama menunggu jawaban.


"Bentar kak aku liat jadwal dulu" ucapku mendekat dan menatap dinding kamarku yang terdapat beberapa lembar stikynote tertempel disana.


"Kosong kak" jawabku setelah persekian detik.


"Ya udah, kamu ikut ya sama aku kok" bujuknya.


Aku berfikir sejenak mungkin tak ada salahnya aku ikut, sertifikatnya lumayan dan bisa tambah pengalaman juga, lagian jarang-jarang bisa ketemu sama para Akuntan.


"Oke" ucapku menyetujui.


***


Aku merapikan buku dan alat tulisku kemudian kembali menenteng totebagku.


"Ran habis ini mau kemana?" Tanya Ratna menghampiriku.


"Entahlah mungkin cuma duduk-duduk di gazebo" jawabku santai, dan bangkit dari dudukku.


Aku termenung sejenak mengingat sesuatu, rasanya aku ada acara habis ini tapi aku lupa.


"Oh ga ga Rat aku mau ikut kumpulan Rat sama kak Nanda" ucapku seketika ingatanku pulih mengenai janji dengan kak Nanda.


"Oh gitu ya udah aku duluan ya" ucap Ratna manyun dan melengos berlalu meninggalkanku.


Aku berjalan menyusuri koridor sambil menatap layar ponselku, menunggu chat masuk dari kak Nanda. Tanpa terasa aku tiba di hall dan segera menghubunginya.


^^^- Rani^^^


^^^Kak aku di hall^^^


Lama aku termenung dan sesekali mengecek ponselku namun belum ada juga jawaban.


"Ran ayok" ucap kak Nanda menepuk pundakku dan langsung melengos ke arah parkiran,


"Kebiasaan" gumamku, kemudian mengekorinya dengan berlari kecil.


***


Bla bla bla bla, jelas oleh seorang anggota IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) menjelaskan mengenai kantor jasa akuntan yang kemungkinan nantinya banyak digeluti oleh orang bergelar Sarjana Akuntansi memilih berprofesi menjadi akuntan dengan gaji yang bisa dibilang sangat menggiurkan.


"Hooaa" aku menguap mataku sayu menahan kantuk.


Drrttt, notif tersebut mengejutkanku, kurogoh saku almamaterku dan meraih ponselku.


- Nomor tak diketahui


Lagi ngapain Ran?


Aku hanya membaca chat tersebut dan kembali fokus ke ocehan orang yang sedang berdiri di mimbar tersebut.


Drrrtt.


"Apa lagi sih" gumamku kesal.


- Yuli


Ran proposal udah ACC di kak Alfa, besok dah harus masuk ke rektorat.


"Yess" ucapku kegirangan sambil cengar-cengir menatap layar ponselku.


"Kenapa Ran?" Tanya kak Nanda sepertinya sedari tadi memperhatikan tingkahku.


"Proposal udah bisa ke Rektorat besok" bisikku disamping telinganya.


"Okeh kakak" ucapku tersenyum sambil mengacungkan jempolku.


"Heooll" Nanda bergidik ngeri melihat tingkahku yang demikian, aku hanya tersenyum saja melihat tingkahnya.


***


Cukup lama aku duduk dikursi didepan ruangan rektorat menunggu wakil rektor mempersilahkan masuk, karena ia harus mendahului kakak tingkat yang sedang mengurus skripsinya.


"Silahkan masuk" ucap sekeretaris wakil rektor dengan ramahnya.


"iya mbak trimakasih" ucapku.


Aku masuk keruangan tersebut bersama Erni menjelaskan detail kegiatan yang akan kami selenggarakan.


"Saya rasa kegiatan ini hanya kegiatan estafet yang dilakukan setiap tahun oleh BEM" ucap rektor tesebut.


"Tentu tidak pak kami banyak merombak acara ini melakukan seleksi secara CBT dan melakukan seleksi yang cukup ketat, nah nanti yang menjadi juara akan kami rekomendasikan untuk perwakilan kampus ikut Olim di tingkat provinsi pak" ucapku meyakinkan.


"Saya cukup tertarik dengan ide kalian, baiklah saya tunggu kegiatan kalian tersebut, saya harap tidak mengecewakan" ucap Rektor tersebut dan menandatangani lembar pengesahan proposal kegiatan dan surat menyuratnya.


"Terimakasih banyak pak" ucapku dan Erni dan berlalu meninggalkan ruangan tersebut.


"Gimana-gimana?" Tanya kak Nanda yang sedari tadi menunggu dikoridor untuk mendengar kelanjutan dari usaha yang telah kami lakukan didalam.


"ACC dong" teriakku menunjukan bubuhan tandatangan rektor tersebut.


kak Nanda tersenyum kegirangan melihat tinta hitam yang terbubuh dikertas lembar pengesahan tersebut.


"Nah sekarang kamu harus adain rapat perdana secepatnya karena waktu kita hanya tinggal 1 bulan lebih dimanfaatkan sebaik mungkin" ucap kak Nanda mengarahkan.


"Baik kak" jawabku senyum-senyum tanpa bisa nyembunyikan senyuman kebahagiaanku.


"Dan Erni segera bikin Undangan di grup panitia sekarang juga untuk undangan rapat Perdana" ucap kak Nanda pada Erni.


"Siap bos" Erni langsung meraih ponselnya dan melakukan intruksi dari ketua Devisi kami.


***


Waktu terus berlalu kuliah rapat kuliah rapat itulah kegiatanku selama tiga minggu belakangan ini. Tak terasa bahwa tahun akan segera terganti, pengurus BEM ingin mengadakan acara bakar-bakar, berkumpul menatap langit di malam pergantian tahun.


Rapat olim baru saja berakhir beberapa panitia sudah meninggalkan sekre dan beberapa yang lainnya berkumpul didalam dan diluar sekre hanya sekedar untuk mengakrabkan diri saja.


"Ran ke bukit bintang yuk?" ajak kak Nanda tiba-tiba.


"Ngapain? Yang lain bikin acara lo" ucapku menolak secara halus.


"Aku juga mau bikin acara berdua sama kamu" balasnya sambil tersenyum jahil, sontak pipiku merona mendengar ucapan kak Nanda.


"Ran besok malam berangkat sama aku ya? aku jemput" ucap kaj Uncum yang datang entah dari mana.


kak Nanda dengan segera menyikut lenganku beberapa kali sepertinya ia memintaku untuk menolak.


"Emm aku udah ada acara lain kak jadi ga bisa ikut besok malam" ucapku menolak halus, jelas saja aku lebih memilih pergi bersama kak Nanda.


"Oh gitu ya" ucap kak Uncum melemah dan wajahnya langsung murung.


"Maaf ya udah keduluan yang lain, udah buat janji soalnya" ucapku juga merasa tak enak.


"Ran ayok mau balik ga aku dah ngantuk ni" teriak Yuli dari luar sekre.


"Iya bentar" teriakku dari dalam sekre.


"Aku duluan ya kak" pamitku pada kak Nanda dan kak Uncum.


"Pulang bareng aku aja" tawar kak Nanda.


"Eh tapi Yuli udah diluar" balasku.


"Biar aku yang bilang" ucap kak Nanda sambil berjalan hingga diambang pintu.


"Yul, Rani pulang sama aku aja" teriak kak Nanda dari ambang pintu.


"Oke, baik-baik kakak bawak temenku jangan diapa apain dijalan" ucap Yuli dengan wajah yang serius mungkin.


"Yeehh mana berani aku macam-macam" ucap kak Nanda sewot.


"Ya kakak turunin dijalan maksudku, bukan macam-macam yang lain, makanya kalo orang ngomong didengerin dulu" goda Yuli pada kak Nanda, aku hanya tersenyum melihat keduanya.


"Lah kau berhenti ngomong ku pikir udah sampai selesai" jawab kak Nanda tak mau kalah.


"Belom masih ada kelanjutannya" sanggah Yuli.


"Serah dah sono balik lu" usir kak Nanda.


...***Jangan lupa vote like, dan comment ya,...


...Terimakasih sudah membaca.***...