
...Happy reading...
Kak Putra maju mengambil nomor udian urutan keberangkatan untuk hiking. Dan kelompok kami adalah kelompok pertama yang akan berangkat, besama kelompok yang berpapan nama berwarna merah muda, dan mereka yang akan menjadi lawan kami.
Dipost bayangan satu kami diajari LKBB dasar agar nanti sewaktu tiba di pos satu ketua kelompok tidak salah memberi arahan dan para anggota juga tak salah dalam mengikuti intruksi.
Tiba dipost satu kelompokku dan kelompok lawan diminta untuk adu yel-yel, entah apa yang salah pada kelompokku pagi ini kami merasa agak lesu, entah karena kurang tidur atau menu sarapan pagi ini tidak sesuai, kami diberikan bubur kacang hijau dan susu putih agar bertenaga saat mengikut hiking. Selain itu selama perjalanan kami juga dibekali air mineral 1500 ml dan beberapa jajanan berupa roti dan beberapa snack ringan untuk dimakan disepanjang perjalanan.
Kelompokku kalah dipost satu karena kalah semangat dengan kelompok lawan. Kami diperintah untuk masuk ke kolam dan berendam selama lima menit disana, yang benar saja sekarang masih pagi udara disana sangat dingin.
Keluar dari kolam hampir semua anggota kelompokku menggigil menahan dinginnya udara yang menusuk ketulang. Pakaian yang kami kenakan basah kuyup karena berendam diair kolam.
Setelah itu kami berjalan ke post dua, disana kami bermain game dimana tersedia enam buah kotak yang mana hanya ada tiga kotak yang aman sedangkan kotak yang lainnya berisi ranjau (sebuah kelereng yang di kubur di siku kotak tersebut). Kami diminta mencari tiga kotak yang kosong hanya diperbolehkan untuk menyentuh ketika sudah memilih kotaknya.
Dan ini kali kedua kelompokku kalah karena memilih satu kotak yang berisi ranjau, sedangkan kelompok lawan menebak ketiga kotak dengan benar. Kelompokku diminta membuat lingkaran seperti tim sepakbola yang sedang menyusun rencana, sedangkan kelompok yang lain akan melemparkan kami air yang sudah diwarnai dan dibungkus plastik.
Pukkk puukkk.. plastik itu mengenai punggung teman sekelompokku.
"Pelan dikit napanya sakit loo" saut Uci protes, sambil meringis kesakitan, lagi-lagi pakaian yang kali gunakan basah diguyur air yang sudah dicampurkan pewarna berwarna hijau, menggelikan sekali bentuknya seperti lumut yang dikumpulkan kedalam kantong plastik.
Selanjutnya kami menuju Pos ke tiga yaitu tantangannya berupa jaring laba-laba dimana kami harus tiarap dibawah jaring tersebut dalam waktu satu menit saja. Dan lagi-lagi ketiga kalinya kelompokku kalah karena kelompokku memiliki delapan anggota sedangkan kelompok lawan hanya memiliki tujuh anggota dikarenakan yang satunya tinggal di tenda medis karena sakit.
Tentu saja kami kalah cepat karena jumlah kami lebih banyak daripada jumlah kelompok lawan. Wajahku terasa dingin sekarang kelompok lawan telah menempelkan adonan tepung disekitar wajahku, selain dingin juga terasa gatal, aku ingin menghapusnya namun para panitia melarangku.
Kami melanjutkan perjalanan ke pos empat dimana kami diminta untuk mencari nama pengurus BEM yang ada pada amplop yang telah dipilih tanpa boleh bertanya kepada panitia yang lainnya.
"Yunita Dwi Ratnasari, yang mana orangnya ini ga tau lah aku" ucap Uci, menggumam sambil membacakan isi amplop yang berada ditangan kak Putra.
"Tarik acak ajalah aku ga hapal semua pengurus itu baru kemarin pun kenalan yakali kita langsung hapal muka sama namanya" timpal Yuli sambil mengerutkan dahi, ia tampak bingung dan wajahnya terlihat menahan kesal, mungkin karena kelompok kami sudah kalah tiga kali ditiga pos.
"Ya sudah gitu ajalah" sanggah Putri menyetujui, sambil menendang-nendang batu yang berada di ujung kakinya.
Putra berjalan kearah salah saru pengurus dan menarik kakak pengurus yang mengenakan kacamata dan berkulit sawo matang dan memiliki singsul. Dan lagi kami kalah lagi karena tak bisa mengenali kakak yang dimaksud pada amplop, sehingga kami diceramahi oleh beberapa pengurus yang lain, sedangkan kelompok lawan di persilahkan untuk melewati tantangan duluan dan nanti dipersilahkan beristirahat sejenak.
Setelah kelompok lawan sampai disebuah pondok kecil di sebrang sungai barulah kelompokku mulai melewati rintangan. Melewati ban bekas yang sudah di susun, menyusuri jembatan bambu dan ditambah dengan derasnya arus sungai membuatku ingin menangis.
khirnya kami tiba dipondok yang sama dengan kelompok lawan, saat tiba disana kami diminta untuk menghapal mars BEM dan himne Universitas sebagai kata kunci untuk bisa masuk ke pos terakhir. Selain itu juga kami harus menghabiskan semua persediaan makanan yang dibawa disepanjang perjalanan.
Sepanjang jalan menuju ke post terakhir kamk menyanyikan mars BEM dan himne Universitas, dan sesekali melahap roti dan snack yang mereka bawa, rasanya aku capek makan hukuman disetiap pos hingga membuatku jengah melihat baju panitia dan rasanya ingin kuhanyutkan mereka satu-persatu disungai.
Tiba dipost terakhir kami diminta menyanyikan mars BEM dan himne Universitas, setelah kami diberi wejangan kami diajak foto bersama dengan beberapa pengurus dan di persilahkan untuk kembali ke homestay untuk membersihkan diri dan beristirahat hingga pukul satu siang nanti.
...***...
Aku duduk bersila menatap hidangan dihadapanku, ada nasi putih dengan sepotong ayam, sambal tempe, krupuk, mentimun, sayur urap dan air mineral botol 600ml. Kulihat makanan yang berada didepanku seolah sudah seperti orang dua hari tidak bertemu nasi, aku terlalu capek seharian ini benar-benar lelah, telingakupun panas diceramahin disana dan disini karena kelompokku dijuluki kelompok 'SAVAGE' karena kalah beruntun disetiap pos.
Aku sudah selesai makan siang, kami dibariskan kembali untuk mengikut acara inti dari Lapinsar yaitu pelantikan kader BEM yang di hadiri langsung oleh wakil Rektor Universitas. Pembacaan sumpah dan janji kader, pelantikan secara simbolis, serta penutupan acara tersebut dilakukan secara berbarengan.
Saat ini aku telah duduk dikursi bus yang berisikan tiga sampai empat kelompok dan kelompokku bersama dengan kelompok Ratna dan kelompok lainnya. Aku memilih tempat duduk dipinggir jendela dan berharap Ratna atau Uci yang duduk disebelahnya, kulihat di bangku depanku Uci dan Ratna telah duduk berdua, lalu aku akan duduk dengan siapa jika demikian.
"Terserahlah yang penting perempuan deh" gumamku, kembali menghadap kejendela menatap pemandangan desa sekitar tampak kebun salak yang tumbuh subur, persawahan yang menghijau serta rumah-rumah warga yang tertata rapi.
"Permisi bangkunya kosong ga ya?" Tanya seorang laki-laki berdiri disamping bangku pada barisan bangku yang tengah kududuki.
Mataku ngantuk sekali aku ingin tidur tapi aku tak bisa tertidur disamping orang yang pernah membuatku malu bukan kepalang. Kupejamkan mataku secara paksa tak kuhiraukan keberadaan Nanda disebelahku, aku benar-benar ngantuk berhubung waktu tidurku hanya beberapa jam saja tadi malam belum lagi ditambah capek karena hiking tadi pagi.
Akhirnya aku tertidur juga karena mengingat perjalanan menuju kampus menempuh waktu satu jam lebih. Aku tertidur di pundak Nanda dan Nanda juga tertidur ke arahku, rasa lelahku jauh lebih besar dari rasa maluku.
...***...
Kurebahkan tubuhku diatas kasur dan menghadap kelangit-langit kamar, sekali-kali kuperhatikannya setumpukan buku yang belum kusentuh sejak pulang dari Lapinsar beberapa waktu lalu.
Drrrttt
- nomor tidak diketahui
Atas nama Rani Indiani Putri, saya ingin menyampaikan bahwa akan diadakannya Follow-up atau tindak lanjut dari kegiatan Lapinsar.
Karena itu kami mengundang Rani untuk hadir diacara yang akan kami adakan.
Terimakasih.
"BEM lagi BEM lagi" gumamku, aku menggeliat malas untuk beranjak dari kasur posesifku jiwa rebahanku memang membekas tanpa celah, malas-malasan aku beranjak kearah setumpukan buku yang menanti untuk ku kerjakan tugas-tugasnya.
Ku raih buku Akuntansi Pengantar kukerjakan soal menyenai Jurnal penyesuaian, kembalu kulihat beberapa tumpukan buku di rak. Aku memang sering memisahkan bukuku jika ada tugas, aku tak mau tidak mengumpulkan tugas hanya karena ia lupa mengerjakannya.
...***...
Seisi ruangan tampak bergemuruh oleh suara orang-orang yang ada didalamnya. Aku memilih duduk dikursi paling depan dipojok sebelah kiri, posisi ini merupakan tempat ternyamanku apalagi saat kuliah, sehingga aku tidak perlu konsentrasi ekstra untuk mendengar dosenku berbicara. Aku cukup mendengar dan mencatat beberapa inti dari penjelasannya saja, untuk buku akan kutempelkan catatan kecil saja.
Seketika suara-suara itu lenyap begitu saja ketika melihat sepasang pemuda berdiri di depan, mereka tersenyum manis dan mengambil ancang-ancang untung menyapa para kader yang hadir hari ini.
"Selamat sore teman-teman kader" sapa MC ramah kepada para kader, aku menguap beberapa kali, acara ini benar-benar membosankan. Aku hanya ingin tidur atau sekedar rebahan diatas kasur posesif kesayanganku.
"Soree" sahut para kader tampak lesu dan beberapa menyahut dengan semangat.
"Gimana kabarnya?" Sapanya lagi dan aku menopang daguku dengan tangan menatap malas kesekitarku.
"Sehaaat" jawabku malas dan para kader yang lainnya membahana seisi ruangan.
Bla bla bla, kedua MC tersebut terus saja berbicara didepan, kuedarkan pandanganku kulihat ada kader yang memperhatikan ada juga sibuk sendiri, ada yang mengobrol, dan ada juga yang malah asyik dengan ponselnya.
"Nah dari pada bosenkan ya nah gimana kalo kita flash back ni ke momen Lapinsar kemarin? Kita tayangin aja ya videonya" ucap MC, aku tak tertarik sama sekali aku menatap malas kelayar proyektor
"Boleh "Iya" "Ayo" saut beberapa kader yang tampak bersemangat menantikan video itu terputar dilayar proyektor dihadapanku.
Tayanglah foto dan beberapa potongan video beberapa kader yang sedang makan, menampilkan yel-yel, penampilan pentas seni, momen saat sarapan, sedang bermain games, berjalan haiking, dan terakhir saat pelantikan.
Beberapa kader menertawakan foto yang ditayangkan entah menertawakan teman satu kelompoknya atau menertawakan diri sendiri. Diakhir video itu muncul fotoku yang sedang tidur dibus kepalaku tersandar dibahu Nanda yang juga tertidur disampingku, ternyata kami pernah tertidur besama.
...***Jangan lupa like, vote dan comment ya,...
...Terimakasih sudah membaca.***...