Meet You Again

Meet You Again
[S1] 18. Kukira seangkatan



...Happy reading...


*flash back off


Aku tersenyum mengingat kejadian manis beberapa tahun silam, namun pada kenyataannya semua itu hanya kenangan yang tak mungkin terjadi untuk kedua kalinya.


...***...


Sudah satu bulan lebih aku menghabiskan waktu keperpustakaan kota atau pun cuma rebahan dirumah, aku bosan dengan keseharianku yang begini-begini saja. Rindu rasanya bisa ngumpul bareng temen lama atau pun nonton Riris main futsal setiap minggu seperti jaman sekolah.


Satu minggu lagi aku akan kembali kekota tempatku berkuliah, kegiatan akan dilaksanakan kurang lebih dua minggu lagi, aku ingin kembali lebih awal untuk membersihkan kamarku yang sudah tertutup debu. Aku mulai mengemasi barang-barang terlebih dahulu untuk pakaian akan kukemasi sehari sebelum berangkat, berhubung beberapa pakaian masih ada yang masih ingin kukenakan.


Drrtt. Notif tersebut memberhentikan kegiatanku, ku sambar ponselku dan mengecek chat yang masuk.


- Nanda


Selamat malam Rani


Saya Ananda Fathurrahman meminta saudari Rani mengisi posisi staf devisi penelitian dan pengembangan kepengurusan BEM untuk satu periode mendatang.


Apakah saudari bersedia?


"Ngapain ni anak minta aku jadi pengurus BEM, emangnya dia siapa" ucapku sewot, aku meletakkan kembali ponselku keatas nakas dan kembali mengemasi barang-barangku.


Drrrttt, notif kembali masuk untuk kedua kalinya aku menatap ponselku jengah, awas saja kalo Nanda lagi. Kuraih kembali ponselku dan kucek chat yang masuk


-Ratna


Rani, aku ditawarin jadi pengurus didevisi humas?


Kamu dapet tawaran ga?


^^^- Rani^^^


^^^Iya, aku di minta tapi ragu mau terima^^^


^^^atau ga.^^^


- Ratna


Udah terima aja


Aku berfikir sejenak dengan saran yang Ratna berikan, aku bahkan tak banyak ambil andil sewaktu ikut disalah satu kepanitiaan kegiatan. Aku hanya mengikuti rapat beberapa kali saja, jangan sampai wajahku tak pernah muncul dan panitia yang lain tak tahu padaku.


^^^- Rani^^^


^^^Nanti aku kabarin, mau mikir dulu ya^^^


- Nanda


Ok ditunggu Rani


Aku merebahkan tubuhku dikasur sejenak, kubiarka barang-barang yang sedang kukemas berhamburan sejenak nanti akan ku lanjutkan lagi. Ku raih sebuah kubik diatas meja belajarku, ku putarkan beberapa kali untuk menyesuaikan warnanya.


...***...


- Nanda


Selamat pagi Rani gimana keputusannya?


Aku mengamati isi chat yang dikirimkan oleh Nanda pagi ini, aku menatap isi chat tersebut lekat, aku berfikir dan mempertimbangkan segala risiko yang harus kuhadapi nantinya. Jika aku berani masuk ke lingkaran itu maka aku tak akan bisa keluar dengan mudah nantinya.


^^^- Rani^^^


^^^Rat gimana aku terima ga ya?^^^


^^^Udah di tagih jawaban ini^^^


- Ratna


Udah terima aja.


Aku juga ditawarin kok.


Kalau Ratna ditawari menjadi pengurus sudah pasti dia akan menerimanya bulat-bulat tanpa berpikir panjang. Tapi aku sejak awal tak ada keinginan untuk ikut dalam hal yang merepotkan seperti demikian.


^^^- Rani^^^


^^^Iya saya bersedia.^^^


- Nanda


-LitBang (penelitian dan pengembangan) BEM 2020


Nanda telah memasukan anda kedalam grup.


Rani masih bimbang dengan keputusan yang telah kuambil, apakah aku mampu untuk bertahan diorganisasi yang super-duper aktiv ini, dan apakah aku bisa beradaptasi dan punya teman nantinya.


...***...


Aku baru saja tiba dikosanku, kuraih gagang pintu dan keadaan kamar masih sama seperti kutinggal sewaktu pang memarin. Aku merebahkan punggungku diatas kasur, aku menatap langit-langit kamar dan tatapanku mulai sayu, mataku lelah sekali dan aku mengatuk.


Drrtt. Tiga notifikasi masuk ke ponsel, padahal aku baru saja hendak memejamkan mataku, aku mengecek isi dari chat terseut.


- Lapinsar 2020


Nanda telah memasukan anda kedalam grup.


- Riza, Lapinsar 2020


Saya ketua panitia meminta semua pengurus ikut ambil bagian dalam kegiatan pertama BEM pada kepengurusan ini


- Niken, Lapinsar 2020


Saya mengundang semua pengurus untuk menghadiri rapat perdana yang akan dilaksanakan pada :


Hari : minggu, xx - xx - 2020


Tempat : sekretariat BEM


Waktu : 19.00 - Selesai


Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.


"Nah kan udah mulai" gumamku meletakkan kembali ponselku keatas nakas dan kembali memejamkan mataku.


...***...


"Rat besok malam berangkat rapat bareng ya?" Ucapku menghampiri Ratna yang tengah membereskan peralatan belajarnya kedalam tas.


"Aku ga jadi pengurus Ran" jawab santai tanpa rasa bersalah, aku memicingkan pandanganku, menatapnya tajam dan membuatnya merasa tak enak.


"Hah mana mungkin kamu nolak" Ucap ku tak percaya dengan pernyataannya barusan. Padahal dulu Ratna lah yang mati-matian membujukku untuk ikut BEM mana mungkin Ratna yang menolak menjadi pengurus.


"Aku serius Ran. Aku ditawarin jadi sekretaris devisi humas, aku ngerasa aku ga sanggup jadi aku tolak" jawabnya enteng dan bangkit dari duduknya, aku menatapnya sesinis mungkin untuk membuatnya merasa tak nyaman kepadaku.


"Kok kamu ga bilang kalo kamu nolak aku juga bakal nolak" protesku, yang benar saja Ratna memintaku untuk menerima tawaran tersebut sedangkan dia malah menolak tawarannya.


"Jangan Ran, jalanin aja mana tau ini jalan yang terbaik buat kamu. Aku bakal ikutan lagi kok pendaftaran calon pengurus tahun depan, lagian aku udah jadi kader jadi mungkin aku bakal lebih mudah untuk dapat kesempatan tahun depan" omelnya menjelaskan semua tanda tanya yang ingin kudengar dari mulutnya secara jelas.


"Tapi kan Rat aku bener-bener ga kenal siapa-siapa disana, aku ikutan BEM karena aku kenal sama kamu masak kamu tega biarin aku ikut BEM sendirian" rajukku menyilangkan tangan didepan dada dan melangkah lebih dulu meninggalkan kelas.


"Bukannya kamu deket sama kak Kusuma?" Teriaknya sambil setengah berlari mengejarku, buru-buru aku berbalik dan membungkam mulut ember milik Ratna, dan mataku melolot kearahnya.


"Jangan ngomong yang aneh-aneh Rat, aku belum siap" ucapku merenggang perlahan melepaskan bungkamanku dari mulut Ratna.


"Terus mau nungguin mantanmu ngajakin balikan lagi setelah dia buang kamu seenaknya, em?" Ucapnya malah balik mengomeliku, padahal aku yang sedang kesal padanya.


"Kok malah kamu yang ngomel, harusnya aku lah Rat, ngapain kamu tolak BEM hah?" Sergahku balik memarahi Ratna yang tak merasa bersalah, ia menjebakku dengan seribu tugas yang melelahkan dan tak ingin kukerjakan sama sekali.


Ratna melengos berjalan lebih dulu, dan akupun mengekorinya dari belakang, seperti apapun masalahnya aku tak bisa marah kepada Ratna karena ia teman pertamaku dikelas.


...***...


Aku duduk digazebo menatap langit sudah gelap dan bintang mulai bermunculan, entah apa yang akan terjadi kedepannya akibat kecerobohanku tanpa menanyakan lebih lanjut, entah Ratna menerima permintaan menjadi anggota pengurus atau tidak, aku hanya menyimpulkan keputusannya dari logikaku saja.


"Rani" sapa seseorang membuyarkan lamunanku, dibawah langit malam yang sangat cerah.


"Kok belum ke sekre?" Tanya laki-laki tersebut sambil berjalan mendekatiku, aku tak terlalu melihat wajahnya karena tempat yang minim cahaya aku hanya mengandalkan lampu taman berwarna kuning yang agak redup.


"Iya bentar lagi" jawabku acuh tak acuh. Laki-laki itu mengambil posisi untuk duduk disebelahku, aku menggeser dudukku agar jarak antara kami tetap terjaga.


"Oh ya aku belum kenalin diri dengan benar ke kamu, Aku Ananda Fathurrahman, panggil aja Nanda, aku semester 5"


...***Jangan lupa like, vote dan comment ya,...


...Terimakasih sudah membaca.***...