
"Kenapa hanya kalian di dalam ruangan..aku sudah pernah bilang jangan dekat-dekat dengan perempuan lain..kau mau aku berdekatan dengan pria lain?" tanya Zizi sedikit ngegas.
"Tidak..tidak boleh..kau hanya milikku dan anak-anak kita" ucap Arick cepat
"Lalu kau boleh begitu berdekatan dengan perempuan lain?"
"Tidak honey..maaf honey aku lalai.. jangan tatap aku begitu sayang aku takut" cicit Arick lirih
"Kau kira aku hantu apa.. sialannnnn kau ARICK" jerit Zizi semakin melengking sontak Arick menutup rapat telinga nya.
Zizi mengambil tasnya dan berniat keluar dari ruangan Arick karena kesal dengan Arick..belum sempat dia mencapai pintu dari belakang sudah melingkar tangan kekar yang merengkuhnya.
"Awas jangan dekat-dekat" ketus Zizi sambil menepis tangan Arick namun tak berefek.
"Honey maaf..jangan marah hm?" mendusel di ceruk leher Zizi dan menghirup dalam-dalam aroma khas sang istri.
Perlakuan Arick tentu saja membangkitkan libido si bumilnya..Zizi tak bisa lagi menahan diri dia butuh Arick untuk membuat hassrat nya terpenuhi.
"Arick..emhhh aku ingin" ucap Zizi menatap Arick dengan sayu.
"Ingin apa honey?" Arick bersikap polos layaknya tak tau apapun.
"Ck..kau mau tidak kalau tidak bisa aku akan mencari pria lain huhh" kesal Zizi hendak pergi.
"Eh..jangan aku masih bisa memenuhi keinginan mu honey..baiklah ayo aku akan membuatmu bahagia" Arick membawa Zizi ke ruangannya setelah mengunci pintu ruangannya.
Arick tak ingin kegiatan intim mereka di dengar ataupun di lirik orang lain maka dari itu dia selalu menggunakan peredam suara agar tak ada yang bisa mendengar suara indah Zizi saat dia berhasil memuaskan kebutuhan istrinya juga kebutuhan nya sekaligus.
*
*
"Belum saatnya tuan besar" jawab Zemi seadanya.
"Bagaimana dengan Fiora?" tanya tuan besar.
"Maksudnya bagaimana tuan besar?" Zemi belum paham maksud tuan besar bertanya mengenai Fiora.
"Apa kau tak tertarik dengan Fiora Zemi?" tuan besar.
"Mmmm..saya belum yakin tuan besar" Zemi meragu.
"Apa yang membuatmu belum yakin Zemi?" tuan besar penasaran.
"Entah tuan besar..yang pasti untuk sekarang ini saya belum ingin menjalin hubungan dengan siapapun" jelas Zemi.
"Apa kau masih mengingat dia Zemi?" tanya tuan besar lagi.
"Entahlah tuan besar.. perasaan saya masih ada untuknya tapi kecewa juga lebih mendominasi..huhh yang jelas saya belum ingin menjalin hubungan dengan siapapun"
Tanpa Zemi dan tuan besar tau di balik pintu ada seseorang yang tengah mendengar sambil menahan air matanya..hatinya hancur kala mendengar pernyataan dari Zemi.
Fiora..ya gadis itu mendengar semua percakapan antara Zemi dan tuan besar Jarred..tadinya dia ingin mengajak mereka makan siang bersama karena Zizi dan Arick pasti akan makan di ruangan Arick.
Setelah dekat dengan pintu ruangan Zemi dia mendengar suara tuan besar sedang bertanya mengenai dirinya kepada Zemi..jujur Fiora mulai menyukai Zemi dia suka karena Zemi perhatian dan baik padanya.
Semakin hari Fiora semakin memiliki perasaan lebih pada Zemi kayaknya wanita dan pria biasa bukan saudara ataupun teman.
Tapi setelah mendengar pernyataan Zemi tadi hatinya seperti di remas begitu kuat..sakit dia tidak tau bahwa menyukai seseorang secara sepihak akan sesakit ini jadinya
"Kau yang bodoh Fio..kau terlalu berharap banyak padanya..lupakan dia Fio carilah kebahagiaan mu sendiri" batin Fiora sambil melangkah meninggalkan ruangan dimana tuan besar dan Zemi tengah mengobrol