ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_82



"Zi" panggil Arick


"Awas Arick aku akan pergi dari sini.mkau bertanggung jawab lah pada mereka" Zizi berkata dengan lemah karena tak sanggup berhadapan dengan Arick.


"Hey dengarkan aku dulu" pinta Arick yang dihadiahi cap lima jari dari Zizi.


Plakkkk......


"MINGGIR KAU SIALANNNN" teriak Zizi yang sudah tak dapat menahan amarahnya lagi.


"Zi..astaga dengarkan dulu..kau boleh mengahajar ku semauku tapi dengarkan aku dulu honey" pinta Arick sambil memegangi pipinya yang panas akibat lima jari Zizi yang menempel di pipinya.


"Apa lagi hah..apa lagi yang akan kau katakan..kau mau mengatakan bahwa masih ada wanita lain yang kau hamili di luaran sana begitu..sudahlah Arick aku lelah aku menyerah dengan keadaan ini..pergilah aku tak mau melihat wajahmu yang membuatku muak" jelas Zizi berapi-api.


Arick terhenyak mendengar kata-kata menyerah dari Zizi..astaga padahal ini hanya akting tapi Arick benar-benar takut kehilangan Zizi..sialan mereka semua.


Zizi melangkah melewati Arick yang masih mematung di depan pintu..Zizi bahkan menginjak kaki Arick saking kesalnya..Arick meringis kesakitan saat merasakan kakinya di injak sepatu selop Zizi mungkin sekuat tenaga menginjaknya.


Sukurin lu Arick


"Zii..hey dengarkan aku sebenarnya honey"


"Lepas"


"No..dengarkan aku sayang"


Di saat mereka tengah tarik menarik koper dari arah pintu terlihat seorang wanita yang berpenampilan rapi juga cantik tengah memperhatikan kedua orang yang tengah tarik menarik koper.


"Brengsek kau Arick.. berani-beraninya kau memanggil orang lain sayang selain aku"


"Sial..siapa lagi dia Arick..hiks sudah cukup kau membuatku merasa murahan dan rendah..cukup Arick cukup aku lelah" Zizi.


"Honey.. arghhhhhh sialan mereka.. Genie apa yang kau lakukan disini?" Arick.


Hargghhh kalian ini sudah kelewatan..sialan semuanya.


"Genie jangan begini..kaka sedang menyelesaikan masalah Kaka dulu..kau jangan ikut-ikutan" Arick.


"Masalah apa..apa kau selingkuh di belakangku..astaga aku sangat sakit kita sudah lama menjalani hubungan ini tapi kau hiks..aku benar-benar sakit hati Arick" Genie.


Sementara Zizi dia sudah melangkah meninggalkan dua orang yang membuatnya muak..Zizi menuju pintu keluar tapi aneh..pintunya terkunci..siapa yang menguncinya..aneh sekali.


"Bisakah kau membukakan pintu ini..maaf mengganggu waktu rindu kalian" Zizi


"Zi..jangan kemana-mana atau anak-anak akan aku bawa pergi" Arick


"Apa kau bilang..berani sekali kau ingin membawa anak-anak ku hah..kau mau mati?" Zizi marah.


Arick malah merutuki mulut bodohnya yang keceplosan berkata begitu..sialan bisa habis aku di hajar mamah muda.


"Bu..bukan mak..sud ku Zi..itu__"


Bughhhh..


Sebuah pukulan mendarat di perut Arick dari Zizi yang sudah emosi sekali mendengar dan melihat tingkah Arick..dia tak bisa menahan lagi jika berurusan dengan anak-anak.


"Kau berani mengambil anakku hah..kau langkahku dulu mayatku baru kau bisa mengambil mereka dariku sialan..kau benar-benar brengsek Arick..kau brengsekkkkkkk" Zizi


Di saat Zizi tengah memaki Arick di saya itu pula lampu di ruangan itu mati dan menjadi gelap gulita..Zizi merasa aneh apa listrik belum di bayar..apa mati lampu.


"Nyalakan lampunya sialan" Zizi


"Zi..tenang jangan marah-marah nanti cepat tua bagaimana eh__" Arick


"ARICKKKKKKK SIALANNNN"