ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Bonchap 41



"Bukaan nya sudah lengkap tuan..nona anda bisa mengejan jika mendapat dorongan dari dalam" ujar sang dokter memberi petunjuk pada Zizi.


"Aku tau dok..arkhhhhhhh" jawab Zizi lemah kemudian mengejan karena baby nya sudah ingin melihat dunia.


"Ayo honey kau bisa..kau kuat..kau hebat sayang..aku mencintaimu Zilea Madison" ujar Arick mengungkapkan kata-kata cinta terhadap Zizi.


Zizi hanya meringis sambil mengejan kala sang anak sudah tidak sabaran ingin melihat dunia..dia mengejan sekuat tenaga tak lupa pula dia juga mencengkram erat tangan Arick hingga Arick ikut meringis kesakitan saat kuku Zizi meskipun tak panjang namun mampu menancap pada kulit nya.


"Arkhhhhhhh huhhhh huhhhh huhhh"


"Ayo nona sebentar lagi nona..iya nona terus nona..iya lagi nona dorong yang kuat nona.. kepala nya sudah terlihat nona"


Dan..


Oekk...


Oekk...


Tangis nyaring terdengar di telinga Arick dan membuat nya membeku saya melihat dengan mata kepala nya sendiri bagaimana perjuangan sang istri melahirkan buah hati nya bahkan bertaruh nyawa.


"Anak ku..hiks..anak ku sudah lahir" ucap Arick lirih menatap anak nya yang tengah di bersihkan oleh suster.


"Selamat tuan,nona anak kalian begitu cantik seperti ibu nya" ucap sang dokter memberi selamat pada Arick dan Zizi.


Yeyyyy akhirnya Zizi junior lahir...


"Benar tuan..dia princess dan sangat cantik seperti ibu nya..selamat sekali lagi..anda bisa keluar karena kami akan membersihkan nona dulu" ucap sang dokter.


"Tidak..aku akan di sini menemani istri ku..iya kan honey..honey..dokter istri saya kenapa..sayang bangun sayang" ujar Arick sambil menoleh pada Zizi dan seketika dia panik karena Zizi tak sadarkan diri.


"Tuan nona hanya kelelahan setelah melahirkan anak kalian..nona baik-baik saja" jelas sang dokter memberi pengertian pada Arick yang tengah panik.


"Benarkah..dia baik-baik saja?" tanya Arick memastikan


"Benar tuan..baiklah saya akan menjahit luka nona dulu anda bisa di sini jika kuat melihat nya" ucap sang dokter.


Arick tak bergeming..dia menatap apa yang akan dokter itu lakukan pada Zizi..ketika dia masih menatap intens snag Dokter yang tengah mengambil sebuah jarum berbentuk bulan sabit seperti kail pancing,ujung nya tajam,Arick terus memperhatikan dokter itu seketika dia terbelalak kaget melihat apa yang akan di jahit sang dokter.


"Hey kau mau apa..berani sekali kau mau melukai aset istriku hah?" bentak Arick saat tau dokter itu mau menusuk inti Zizi dengan jarum sialan itu.


"Astaga..sabarkan aku tuhan" batin dokter itu.


Dokter itu tersenyum berusaha meladeni setiap pertanyaan dari suami pasien..resiko nya jadi dokter kandungan memang begini.


"Tuan..Diepisiotomi atau diepis itu harus dilakukan. Maksud saya, logikanya segala sesuatu yang kita gunting dan jahit kembali itu akan lebih rapi dan fungsinya akan kembali seperti semula, walaupun mungkin tidak ada yang lebih baik dari ciptaan Tuhan," ujar dokter diri mencoba memberikan penjelasan sebaik-baiknya pada Arick.


"Begitu..baiklah tapi ingat jangan sampai lecet..jika aset istriku bermasalah kalian akan menanggung akibat nya.. mengerti?" ucap Arick berupa ancaman pada snag Dokter.


"Mengerti tuan..baiklah anda bisa keluar kalau anda tidak kuat melihat proses nya" ujar sang dokter bermaksud mengusir Arick secara halus karena benar-benar mengganggu.