
"Arick.. aku lelah" ucap Zizi dengan suara lirih yang membuat Arick langsung sigap membalik tatapannya pada Zizi.
"Honey kau kenapa..lelah, apa kita pulang saja hm?" Tanya Arick sedikit khawatir.
"Aku tidak mau periksa dengan dokter itu..dia menyebalkan Daddy" ujar Zizi dengan sedikit melirik pada dokter muda itu yang terlihat kesal dan jengkel dengan pernyataan Zizi.
"Nona apa maksudmu berkata begitu..saya sudah menyiapkan semuanya tapi anda malah begitu..tidak sopan" ujar dokter itu jengkel.
Arick mendengar kata-kata yang menurutnya tidak enak di dengar telinganya dia hendak menghajar dokter itu tapi di tahan Zizi..dia tidak mau Arick bertengkar di rumah sakit yang bukan miliknya.
"Sudah Daddy..ayo kita pulang..biarkan saja dokter itu" ajak Zizi dengan senyum mengejek dokter itu.
"Kau...." dokter itu semakin jengkel kala melihat Zizi bahkan mengecup bibir Arick dan terkesan meledeknya.
"Kenapa kau lancang sekali dokter..apa kau tak punya rasa hormat seperti dokter Zoya..kau di sini bekerja dan di bayar jadi layanilah pasien mu dengan sikap mu yang baik jangan begini..kau seperti nya tidak cocok dengan gelar dokter mu tapi lebih cocok menjadi wanita penghibur yang menatap lapar para lelaki yang hadir..bukan begitu dokter?" ujar Zizi yang sudah keluar aslinya.
"Kau..apa maksud mu menjadi wanita penghibur..kau saja yang menjadi wanita penghibur karena kau lebih pantas daripada aku" ujar dokter itu menelisik setiap jengkal tubuh Zizi dengan tatapan menjijikan.
Arick tak tahan lagi dia menendang alat pemeriksaan itu dan terhempas ke arah dokter itu..dokter itu tentu saja kaget dan menjerit sontak jeritan nya menjadi pusat perhatian orang yang lalu lalang di depan ruangan itu.
Arick mendekati dokter itu dan mencengkram rambutnya erat hingga sepertinya hampir lepas dari kulit nya..dia menyeret dokter itu keluar dari ruangan itu dan dia hempaskan hingga mereka menjadi bahan tontonan orang-orang.
"Kau,dokter macam apa kau hah..tidak sepantasnya kau bersikap seperti itu pada pasien mu..kau dokter bukan pelakor..apa perlu aku bawakan pebisnis-pebisnis tampan dan kaya ke hadapan mu agar matamu semakin terbuka dan sifat mu semakin terlihat hah..tidak pernah aku menyangka istriku mendapatkan dokter calon pelakor seperti mu..hubungi direktur rumah sakit ini katakan padanya bahwa aku Arick Matthew Bond ingin bertemu dengannya.. cepat" Arick benar-benar emosi karena berani sekali dokter itu menyebutkan Zizi lah yang pantas menjadi wanita penghibur..tidak bisa di maafkan.
Salah satu suster menghubungi direktur rumah sakit dan mengatakan pada direktur itu sesuai yang Arick katakan.. direktur itu langsung meninggalkan pekerjaan nya dan meluncur ke salah satu ruangan dimana Arick tengah menunggu.
"Habislah sudah..sialan dokter mana yang berani membuat ulah dengan tuan Arick..arkhhh bodoh" maki direktur rumah sakit itu.
Sampailah direktur itu di ruangan dimana Arick,Zizi dan dokter lancang itu berada..di sana juga ada seorang suster yang tadi menghubungi nya.
"Tuan Arick..nona Zizi..maaf ada apa ya?" tanya sang direktur dengan sopan menyapa Arick dan Zizi.
"Jelaskan Honey..aku tak mau meruntuhkan rumah sakit ini jika kau berbohong hm?" ujar Arick dengan ancaman tersirat dalam ucapan nya dan mendapatkan cubitan di paha nya dari Zizi.
"Awww honey sakit" rengek Arick bak anak kecil.
"Diam..begini direktur..saya dan suami ingin melakukan pemeriksaan karena sudah jadwalnya biasanya kan dokter Zoya yang menangani saya tapi kali ini berbeda di karenakan dokter Zoya tengah ada acara..sejak saya masuk kedalam ruangan pemeriksaan sikap dokter itu sudah tidak bersahabat dengan saya.. saya awalnya abai karena tidak mau membuat masalah namun dia semakin berani dan bahkan dengan terang-terangan dia bermaksud menggoda suami saya dengan sikap lemah lembut nya dan sikap itu berbanding terbalik dengan sikap yang dia tunjukkan pada saya..saya tidak nyaman dengan sikapnya yang tidak bersahabat dengan saya..anda tau sendiri hormon kehamilan bisa naik dan turun dia membuat saya begitu jengkel dan marah karena hal itu..saya tidak masalah di juteki tapi jangan pernah berniat menggoda suami saya karena saya sangat tidak suka dengan yang namanya pelakor ataupun bibit-bibit nya"
"Begitu nona..emm maaf atas kelancangan nya..saya benar-benar sangat menyayangkan sikap dokter kami nona,tuan..mohon maaf saya akan mendidik nya agar lebih disiplin lagi dan mela__" belum selesai direktur berucap Arick sudah memotong nya.
"Tidak ada kesempatan kedua..pecat dan blacklist namanya dari dunia medis atau kau mau rumah sakit mu ini aku runtuh kan?"