ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_52



Zizi hanya diam mendengarkan..dia tak mampu menjawab..dia sepenuhnya belum bisa melupakan sakitnya cambuk yang menghantam tubuhnya waktu itu.


Arick selesai menceritakan segalanya pada Zizi sekarang dia hanya berharap semoga Zizi mau memaafkan nya..sungguh rasa bersalah nya semakin membelenggu dirinya.


"Zi" panggil Arick pelan.


Zizi menyadari bahwa twins D tidak ada kini dia panik sendiri..apa jangan-jangan dugaannya benar..Arick mengambil anak-anak nya..oh tuhan jangan sampai itu terjadi.


"Darren.. Darrel..sayang kalian dimana nak?" panggil Zizi sambil jelalatan mencari kesana kemari.


"Zi..mereka sama Daddy..tenanglah"


"Jangan sentuh" ucap Zizi dingin dan datar.


"Maaf..maafkan aku"


"Hm..dimana anak-anak ku?"


"Anak kita Zi"


"Tidakkkkkk..mereka anakku"


"Hey tenang"


"JANGAN SENTUH"


"Ok..ok.. maaf.. sebaiknya kita selesaikan urusan kita dulu Zi"


"Aku tidak punya urusan denganmu"


"Ayolah Zi..aku sudah mengakui semua kesalahanku..kau juga bisa membalasnya padaku tapi ajnagn begini Zi sungguh lebih baik aku di tembak daripada kau diamkan dan acuhkan"


"Dimana anak-anak ku?"


"Zi.. please"


"Di-ma-na?"


Arick menghela nafasnya panjang..dia rasa Zizi belum bisa di ajak bicara untuk sekarang..dia akan sering mengunjungi Zizi nanti dan mendekatinya agar Zizi kembali seperti dulu..sungguh dia teraiksa melihat penolakan dan keacuhan Zizi terhadapnya.


"Huhh ok fine..anak-anak kita ada di cafe bawah mereka sedang makan"


"Hm"


Zizi terkejut dan marah pasti nya tapi genggaman itu tak bisa di lepas.. sekarang bahkan tubuhnya bergetar..sialan dia benci keadaan ini.


"Bertahanlah Zi..aku akan menjadi obatmu dan menghilangkan trauma mu"


"Di..am.. l..lah"


Sekuat tenaga Zizi menahan dirinya untuk tak pingsan karena jika dia pingsan maka kesempatan Arick memegang nya semakin besar..dia tak ingin seperti itu.


"Le..pas..kan"


"Ok..perlahan saja..sudah jauh lebih baik bukan?"


"Bastard"


Arick terkekeh melihat wajah marahnya Zizi..ah dia semakin imut saja jika begini.


Sampailah mereka di cafe hotel itu..Zizi melihat kesana kemari mencari keberadaan anak-anak nya..akhirnya Zizi menemukan anak-anak nya.


Dia bergegas menghampiri mereka dan duduk bersama..sementara Arick dia duduk dia sebelah Zizi..tak perduli umpatan dan cacian yang Zizi keluarkan Arick tak perduli bahkan menulikan telinga nya.


"Enyahlah" ucap Zizi datar.


"No..aku mau di sini" balas Arick santai sambil mengambil Darrel di gendongan Daddy nya.


"Hey boy..asatga kau berat sekali..mommy pintar merawat mu ya..maafkan Daddy ya..Daddy bersalah"


Interaksi Arick dengan anak-anak nya tentu saja tak luput dari perhatian Zizi..Zizi melihat bagaimana Arick begitu lembut dan menyayangi kedua anaknya..dalam hati Zizi senang dan menghangat.


"Zi..daritadi Darrel rewel mencarimu tapi ketika di gendongan Daddy nya dia diam astaga apa ini yang di namakan ikatan anak dan ayah?" tanya Fiora heran.


"Entahlah" jawab Zizi singkat.


"Hey ayolah jangan jutek-jutek nanti sakit sendiri loh"


"Diamlah..aku lapar"


"Baiklah kau mau makan apa?"


"Apa saja yang penting bisa di makan"


"Hahaha baiklah mamah mudah sudah lapar sebaiknya segera ku pesankan makanan sebelum aku sendiri yang di makan"