
Di saat Brandon tengah sibuk mencari kesana kemari para anak buahnya di saya itu juga Arick gunakan kesempatan itu untuk menghajar Brandon yang seperti orang linglung.
Brandon tak bisa mengelak lagi karena dia telah lalai..dia lengah karena kebingungan mencari para anak buahnya yang entah tak tau kemana.
Bughhhh....
"Arghhhhhh..sialan kau Arick"
Tak banyak omong Arick menghajar dan melumpuhkan Brandon,setelahnya Brandon tak sadarkan diri karena obat bius yang Arick suntikan di saat Brandon lengah.
"Bawa bedebah ini ke markas yang ada di daerah xxx..tunggu aku kembali setelah itu persiapkan untuk menyambut kematian nya"
"Baik mister"
Arick pergi setelah memberi perintah pada anak buahnya dan Zemi juga..Arick kembali ke rumah karena hari sudah semakin sore..dia tak mau meninggalkan ketiga kesayangannya itu lama-lama.
Selama perjalanan Arick menelfon ketiga kesayangannya..dia rindu dengan ketiganya padahal baru tadi pagi berpisah.
Lebay sekali sih.
Sesampainya di rumah Arick bergegas membersihkan diri terlebih dahulu..selesai dengan mandinya Arick bergegas menuju kamar twins..dia tau pasti Zizi juga anak-anak tengah bermain di kamar twins.
membuka pintu perlahan dan terlihat lah Zizi tengah tidur di atas ranjang dengan twins di sisinya agar twins tak jatuh.. benar-benar wanita idaman.
"Astaga kesayangan ku"
Arick memindahkan Darrel ke dalam box bayi nya di lanjutkan Darren juga kemudian setelah selesai dengan kedua anaknya Arick memindahkan Zizi ke kamarnya agar lebih leluasa untuk bermesraan.
Arick juga menyuruh pengasuh twins untuk menjaga twins sementara dia bermesraan dengan Zizi.. sampailah Arick di kamar dia membaringkan Zizi perlahan agar tak mengusik tidurnya.
Zizi sempat menggeliat sebentar kemudian tertidur lagi..Arick merebahkan tubuhnya di sebelah Zizi..dia lelah setelah melakukan penyergapan pada Brandon..tidak apa demi ketiga kesayangannya dia rela melakukan apapun.
"Cantik sekali sih kamu..tunggu sebentar lagi Zi aku akan menikahimu secepatnya setelah ini selesai"
Arick mencium bibir pink Zizi..awalnya hanya kecupan biasa tapi Arick menginginkan lebih jadi dia sedikit mellumat bibir pink itu dan membuat si pemilik bibir bangun dan menatap Arick dengan tatapan terkejut.
Arick menyudahi llumatan nya dan menatap balik Zizi dengan penuh cinta.
"Maaf sudah membangunkan mu"
"Kau sudah pulang..sejak kapan?"
"Sudah dari 30 menit yang lalu"
"Belum..aku ingin memakanmu"
"Belum resmi jadi tidak ada jatah"
"Begitu hm..bagaimana kalau aku memaksamu hm?"
"Ah Arick emmmh"
"Yes honey..what?"
"Arick..ja..jangan sekaranghh"
"Why honey?"
"Nan..ti..malam..saja"
"Baiklah aku tunggu janjimu honey"
Zizi mengangguk lemas..hanya dengan jari Arick saja sudah membuat Zizi melayang..itu tidak menyambangi area terlarang nya hanya daerah pegunungan saja tapi sudah membuatnya panas dingin.
Zizi menormalkan kembali nafasnya yang memburu bagai maraton..dia menatap Arick kesal.mkesal karena sudah membuatnya mengeluarkan suara laknat itu lagi.
"Bagaimana honey..kau suka?"
"Diamlah"
"Astaga keluar lagi aslinya hahah"
"Sialan..sana keluar"
"Temani aku makan honey.. ayolah"
"Hishhh baiklah"
mencoba berdiri namun kakinya lemas akibat Arick yang membuatnya lemas sebelum waktunya..ah astaga otak kemana kau akan traveling.
Arick menuntun Zizi menuju dapur..dia tau Zizi sudah sangat terpancing tapi timing nya tidak tepat terpaksa harus menunda hingga malam hari nanti.
Dapet jatah nggak nih....