ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_34



Seorang wanita saat ini tengah mencari keberadaan temannya yang pergi karena syok mendengar kabar mengenai dia sendiri.


Dia juga syok tapi dia bisa apa dia tidak mengalaminya tapi sebisa mungkin dia akan selalu menemani temannya melewati hari-hari beratnya sebagai calon ibu.


"Zizi kamu dimana sih astaga..semoga kamu nggak melakukan hal gila Zi"


Fiora teman sekaligus atasan Zizi kini tengaj mencari keberadaan Zizi setelah kembali dari dokter..dokter mengatakan bahwa Zizi positif hamil..tentunya hal itu membuat Zizi terkejut bukan main.


Yang dia khawatirkan adalah jika Zizi berniat menggugurkan janin itu dan mengakhiri hidupnya..oh tidak..jangan sampai terjadi.


Fiora menghubungi seseorang dan meminta nya mencari keberadaan Zizi..dia sungguh khawatir..dia bahkan tidak perduli tugasnya.


"Jika sudah bisa menemukannya segera kabari aku lokasinya"


"......"


"Baiklah aku tutup"


Sambungan telepon terputus..Fiora mencari lagi dimanapun keberadaan Zizi..sungguh dia benar-benar khawatir.


"Zi aku mohon jangan lakukan hal gila itu..ku mohon Zi"


Sekitar 10 menit kemudian ponselnya berbunyi dan terdapat sebuah lokasi dalam pesan itu..tanpa pikir panjang lagi Fiora bergegas menuju tempat itu.


Sampailah dia di tempat dimana Zizi berada..dia mulai mencari dan ketemu..Zizi terlihat tengah menangis menekuk lututnya dan memeluk lengannya sendiri.



Tidak tega melihatnya menangis Fiora bergegas menemui Zizi dan merengkuhnya memberikan kenyamanan sebagai sahabat dan keluarga.


"Menangislah Zi..tumpahkan semua bebanmu..berbagilah padaku Zi..aku bukan oranglain aku kakamu..aku keluargamu"


"Hiks..hiks.."


"Ssstt tidak apa-apa..kita hadapi bersama-sama ya?"


"Terimakasih ka hiks..terimakasih"


Zizi mengangguk..dia ikut Fiora karena memang dia tak punya siapapun lagi selain Fiora.


Selama perjalanan pulang Zizi diam sesekali terdengar isakan tangisnya..Fiora memdiamkam Zizi..dia tau Zizi butuh waktu.


Sampailah mereka di rumah Zizi..Fiora menuntun Zizi masuk kedalam.


"Sudah Zi..kasihan mereka nanti Zi..makanlah dulu demi mereka hm?"


Zizi mengangguk dia tak boleh egois hanya memikirkan dirinya sendiri dia punya kehidupan lain di rahimnya..dua nyawa bersarang di rahimnya..dia tak percaya akan mendapatkan kepercayaan sebagai ibu secepat ini.


"Terimakasih Arick kau sudah memberiku penyemangat di saat aku tak tau kemana arah hidupku..tenang saja aku akan membesarkan anak kita dengan baik" batin Zizi sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Sebelumnya......


"Permisi dok saya di minta ke sini oleh dokter jerry" ucap Zizi.


"Oh baiklah silahkan duduk nona-nona" sambut dokter wanita itu ramah.


Setelah Zizi dan Fiora duduk dokter itu mulai menanyakan benerapa pertanyaan pada Zizi dan di jawab jujur.


Setelah yakin bahwa pasiennya hamil akhirnya si dokter itu meminta Zizi melakukan tes menggunakan tes pack kemudian dokter itu juga melakukan USG agar lebih meyakinkan lagi.


Setelah mengetahui hasilnya sang dokter memberi selamat pada Zizi karena sebentar lagi akan menjadi ibu.


Zizi tentu saja kaget..dia tak percaya ada kehidupan lain dalam dirinya..apakah dia harus senang atau bersedih.


Setelahnya....


"Tenang saja Zi..aku ada untumu..kau tak sendiri merewat mereka ada aku kakakmu"


"Terimakasih ka..terimakasih sudha baik pada Zizi..Zizi tak tau jika tiada kaka di samping Zizi mungkin Zizi akan mengakhiri hidup Zizi sendiri"


"Sudah sekarang kau harus memikirkan mereka dan jangan stres..kau boleh bekerja asal tidak terlalu lelah mengerti?"


Zizi mengangguk dia bersyukur masih ada yang perduli dan sayang pada dirinya di saat orang lain memandangnya sebelah mata.