
"Arghhhhhh.. saaakkiiitttt"
"Ampuuunnn.. arghhhhhh"
Suara seorang pria yang tengah di siksa karena telah membuat sang mafia king marah.
Suara itu belum seberapa lagi jika si pria itu nekat mengusik bahkan sampai melukai orang-orang tercintanya..Brandon..ya pria malang yang dengan bodohnya menggali lubang kubur nya sendiri dengan cara menantang Arick rival dalam segala hal baginya.
"Apa kau sudah menyesali perbuatan mu bedebah?" ucap Arick dengan nada datar .
"Si.. sialannnn kau b..brenge..sek"
"Hahaha aku sialan lalu kau apa?"
"Mati saja kau arghhhhhh"
"Lebih baik kau diam menerima setiap goresan bahkan pukulan dariku..kau sudah salah mencari lawan Brandon..dulu aku membiarkan mu melakukan apapun yang kau mau tapi sekarang.. tidak..aku tidak bisa diam saja melihat ketiga kesayanganku ingin kau sakiti..aku akan membuatmu lebih sakit jika berani menyakiti mereka.. katakan lah aku takut..ya aku takut..takut kau akan menyakiti mereka takut kau melukai mereka aku sangat takut akan hal itu..bagiku mereka adalah hidupku"
"Hahaha dimana Arick yang tak kenal takut hah..kau sudah semakin lemah saja ternyata hahahaha".
"Terserah apa yang akan kau katakan..aku hanya menjaga milikku agar milikku selalu aman"
Arick menatap Brandon yang tengah menatapnya tajam..Arick tidak perduli dengan tatapan dari Brandon dia hanya fokus pada Brandon..Arick seakan ingin memakannya hidup-hidup.
"Baik mister"
Sesuai perintah Arick..Zemi melepaskan ikatan pada kedua tangan dan kaki Brandon..setelah terlepas Brandon hendak menyerang Arick namun dengan sigap Arick menghindar akhirnya Brandon terjatuh ke lantai.
Arick hanya menertawakan Brandon yang terlihat susah payah hanya untuk bangun saja..Arick mendekati Brandon dan mencengkram erat leher Brandon hingga Brandon sendiri terbatuk-batuk.
"Kau ingin melawanku kan..maka bangunlah lawan aku..aku tidak akan menggunakan senjata apapun..kau boleh memakai pisau yang ada di sini jika kau takut akan kalah..bangun dan lawan aku sialan"
Arick melepaskan cengkraman nya pada leher Brandon dengan cara menyentak hingga membuat kepala Brandon termundur secara reflek.
Brandon menatap Arick dengan tajam..dia berusaha bangkit meski sedikit susah akhirnya Brandon berhasil berdiri..dia mengambil sebuah pisau yang cukup tajam.
"Kau benar..aku sangat ingin melawanmu bahkan sangat ingin menghajarmu hingga mati baiklah mari kita bertarung hingga hanya ada satu di antara kita yang bertahan dan masih bernafas"
"Baiklah..lakukan yang kau bisa jika tidak bisa kau katakan padaku saja aku akan dengan senang hati menghabisimu"
"Jangan bermimpi Arick..kau akan mati di tanganku kali ini..aku sangat membencimu karena kau selalu saja menghalangi semua usahaku..kau selalu meniru apa yang aku lakukan..kenapa kau lakukan ini Arick..kau sangat licik menyesal aku menjadi temanmu sewaktu dulu..jika kau tau kau akan selicik ini sudah dari dulu aku habisi kau sayang wajahmu dan otakmu sangatlah busuk..aku muak melihatmu bahagia mati saja kau hiyaaaaaa"
Brandon menyerang Arick dengan tiba-tiba tapi bukan Arick nama nya jika tidak bisa membaca situasi yang ada..Arick dengan santainya dapat menghindari serangan dari Brandon.
"Kau salah jika melihatku seperti itu Brandon..kau tidak mau berusaha lebih keras lagi..aku pun sama seperti mu jatuh bangun sendiri tanpa kenal lelah demi apa..demi sukses Brandon..kau harus terima kekalahanmu itu jika kau tidak mampu menjalani dunia bisnis"