ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Bonchap 15



Arick terus menempel pada Zizi selatan takut Zizi akan pergi entah kemana.. sebenarnya yang hamil itu siapa sih..kenapa jadi Arick yang seakan tengah mengalami sindrom lem yang maunya nempel terus.


Zizi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Arick yang begitu lengket padanya..dia tidak kemana-mana tapi Arick seakan takut kalau dia akan meninggalkan nya..huhhh sabar Zizi sabar.


"Arick jangan deket-deket dong aku susah mau pindah ishhh ck" ucap Zizi kesal karena Arick selalu menempel pada nya.


"Honey aku nggak mau jauh-jauh dari kamu..aku maunya deket-deket sama kamu" ucap Arick manja bagai anak kecil.


"Tapi aku gerah dan risih di tempelin sama kami ck" kesal Zizi pada Arick yang tak mau lepas dari nya.


"Nggak mau tau pokoknya aku nggak mau jauh-jauh dari kamu titik" kekeh Arick yang semakin merapat kedalam pelukan nya.


Zizi hanya mendengus dan pasrah..Arick tetaplah Arick tidak mungkin bisa berubah menjadi Zemi..huhh sudahlah tidak ada gunanya juga melarang toh dia itu Arick orang yang sangat keras kepala.


Zizi e duduk sambil sesekali melirik Arick yang masih menempeli nya..dia menonton acara TV sebuah drama mengenai anak yang terbuang dia jadi sedih karena dia sendiri tidak tau asal usulnya..akankah dia bisa bertemu orang tua kandungnya.


Arick menyadari bahwa Zizi seperti nya tengah sedih dia mendongak dan melihat Zizi tengah menatap lekat pada layar televisi yang menayangkan film anak yang terbuang..sialan akan dia tuntut produsernya karena Bernai menayangkan film sialan itu.


"Honey..are you ok?" tanya Arick mengambil wajah Zizi dan mengarahkan nya ke depan.


Zizi hanya diam..dia tak mau bicara yang ada nanti air matanya jatuh..dia tak mau sedih e bisa berpengaruh terhadap kehamilan nya..dia tak mau membahayakan kesehatan janin nya.


Sebenarnya Arick sudah berusaha mencari keberadaan orangtua kandung Zizi tapi entahlah karena tak ada nya petunjuk dia jadi kesusahan..mungkin dia akan minta bantuan dari Deril atau tuan Gio.


"Honey..kau baik-baik saja..aku jadi sedih kalau kau sedih hm?" ucap Arick pura-pura sedih dengan memasang wajah semenyedihkan mungkin.


"Ishhh kau tidak pantas memasang wajah seperti itu Arick..astaga hahhaha menggelikan" Zizi akhir nya tertawa dengan tingkah Arick.


Arick tidak apa-apa bertingkah konyol di hadapan Zizi asalkan istrinya itu tersenyum lagi dia akan sangat senang melakukan apapun untuk kebahagiaan Zizi.


"Honey..kau mau belanja?" tanya Arick mengubah suasana.


"Belanja..hmmm boleh juga..tapi anak-anak bagaimana?" Zizi khawatir dengan anak-anak nya masa dia enak-enakan belanja anaknya hanya di rumah.


"Tenang saja anak-anak bersama Daddy..mereka sedang menikmati keindahan villa bersama Zemi dan Fiora juga pengasuh nya..ini waktunya untuk kita berdua honey" jelas Arick mengenai anak-anak yang tengah berlibur juga di villa.


"Hmmm baiklah..boleh juga" akhirnya Zizi setuju setidaknya dia bisa mengalihkan perhatian nya dengan belanja.


Mereka berganti pakaian dengan yang lebih santai..Arick juga mengambilkan pakaian Zizi berupa gaun hamil yang nyaman untuk di pakai dan aman untuk anaknya juga tidak mengundang mata lapar laki-laki lain pastinya.