
"Ulu..ulu..tampan sekali sih anak mommy" Zizi
"Jelas tampan lah gen nya kan kuat dari Daddy nya..iya kan boys?" Arick
"Ck.. berisik" Zizi
"Hey itu benar honey..mereka mewarisi ketampanan ku..lihatlah wajah mereka bahkan duplikat ku..aku tau kenapa begitu karena kau sangat mencintai ku iya kan?" Arick
"DIAM" Zizi.
Arick diam tak berkutik..dia masih tidak berani mendebat Zizi karena sekarang Zizi tengah mode dangerous jadi lebih baik diam daripada kena damprat.
"Bawa Darrel ke luar dan suapi" Zizi
"Baik" Arick
Arick menurut seperti layaknya nak kecil habis kena omel emaknya..bayangin aja gara kaya gitu ekspresi nya..lucu sekali sampai membuat Zizi hampir tertawa terbahak-bahak.
"Cepat suapi" Zizi
"Iya honey" Arick
Arick menyuapi anaknya dengan hati-hati karena tidak ingin kedua bocah itu tercoreng oleh bubur yang Zizi buat.
Arick senang karena anak-anaknya sangat menurut jika di suruh makan..Zizi juga dengan telaten menyuapi Darren bahkan sesekali bercanda dengan ci luk ba..kadang Arick tersenyum melihat Darren tertawa yang otomatis menular pada Darrel kemudian pada dirinya.
Zizi membiarkan saja Arick ikut tertawa..dia juga senang karena setidaknya Arick meluangkan waktunya hanya untuk anak-anak dan keluarganya saja.
"Lihat anaknya kalau nyuapin" Zizi
"Ah..hehe maaf honey" Arick
"Yang bener nyuapinnya" Zizi
"Iya honey..maaf" Arick
"Hm" Zizi
Selesai dengan makan kini kedua bocah itu sudah di bersihkan lagi dan tengah di ajak bermain di taman dengan karpet di bentangkan agar bisa untuk meletakkan anak-anaknya di atas karpet itu.
"Honey" Arick
"Hm" Zizi
"Ngarep" Zizi
"Honnneyyy..maafin akuuuuu pleaseee" Arick
"Awas ih..gak lucu" Zizi
"Gak akan sebelum kamu maafin aku" Arick
"Hm udah di maafin tapi masih marah jangan deket-deket aku" Zizi
"Ishhh sama aja honeyyyyy" Arick
"Terus?"Zizi
"Maunya di maafin tapi nggak di cuekin juga..aku maunya kamu kaya biasanya honeyyyyy" Arick
"DIAMMM" Zizi
"Iya aku diem" Arick
Arick diam tapi tangannya masih asik bertengger dan nyelip di baju Zizi dan tidak dia lepaskan..astaga seperti kereta aja maunya gandengan terus meski nyantel sedikit.
Zizi hanya bisa menahan tawanya dengan kelakuan pria yang katanya mafia king itu..coba kalian lihatlah dari segi mananya yang menunjukkan bahwa dia adalah mafia king..huhhh terserah anda semua mau menganggap Arick apa tapi bagi Zizi Arick saat ini sangat imut.
"Didaishs" Darren.
Arick merasa di panggil langsung mendekati anaknya dan mengangkatnya mendekati Zizi begitu juga dengan Darrel..Arick senang setidaknya dia akan selalu ada untuk keluarganya.
Zizi juga mengajak Darrel dan Darren berbicara namun hanya di jawab dengan bahasa planet antariksa yang hanya twins D yang tau.
"Honey lihatlah mereka lucu sekali" Arick
"Hm" Zizi
Arick melirik Zizi yang masih asik dengan gawainya..Arick penasaran tapi tidak berani bertanya karena bisa saja Mahmud nya ngamuk ini saja belum sepenuhnya di maafkan bisa gawat jatahnya juga bisa semakin lama tiyang nya menancap indah dalam lembah berlumut itu.
Zizi terlihat tersenyum manis sambil membalas sebuah pesan yang Arick tidak tau siapa pengirimnya laki-laki atau perempuan astaga jangan sampai Zizi sedang berchating ria dengan calon Daddy baru nya anak-anak..oh no..tidak akan.
"Honey kau sedang berbalas pesan dengan siapa?" Arick
"Calon Daddy baru twins D"Zizi
"Noooo"