
Keesokan paginya Zizi keluar dari kamar..dia menuju dapur ingin membuatkan makanan untuk kedua jagoan nya..dia masih memasang wajah datar nan cuek.
Orang yang pertama kali Zizi temui adalah Arick..ya Arick menunggu nya di depan pintu kamar.. terkejut tapi dia menormalkan kembali raut wajah nya agar terlihat mantap aktingnya.
"Honey..kau sudah bangun?" Arick
"Kau lihat aku masih tidur?" Zizi dingin dan datar.
"Maaf honey..aku hanya berbasa basi saja..kau mau kemana?" Arick
"Bukan urusanmu" Zizi
"Honey..maafkan aku..aku sungguh sudah menolaknya tapi mereka memaksaku untuk melakukan akting sialan itu sayang maafkan aku honey..pleaseee" Arick
"Awas" Zizi
"Honey please sayang"
"Minggir atau aku pergi" Zizi
"Ok..ok.. maaf" Arick
Zizi melewati tanpa perduli tatapan memelas dari Arick..dia berusaha menahan diri agar tidak hanyut dalam zona berbahaya Arick yang sewaktu-waktu bisa membuatnya meradang juga terbahak.
Arick setia mengikuti kemanapun Zizi pergi..dia menjadi ekor berharap Zizi mau bicara dan memaafkan nya..harga dirinya hilang sudah sebagai mafia king.
Image yang dia bangun bertahun-tahun ini hilang menguap saat berhadapan dengan Zizi sang pawang..dia lebih takut Zizi pergi meninggalkan nya daripada kehilangan wilayah kekuasaannya.
Zizi sampai di dapur dan di ikuti Arick..dia membiarkan Arick melakukan apapun yang dia mau..sudah lelah dia melarang Arick..tidak ada gunanya juga.
"Honey kau mau membuat apa untuk twins D?" Arick
"Bukan urusanmu" Zizi
"Huhhh..maaf honey" Arick
"Pergilah.. mengganggu saja" Zizi
"Terserah" Zizi
Zizi mulai membuat bubur untuk kedua anaknya..usia mereka sudah cukup untuk MPASI..8 bulan usia twins D saat ini.
Zizi begitu mempertimbangkan segala sesuatunya mengenai si kembar..Zizi tak ingin pelayan atau pengasuh twins D yang mengurus makanan mereka tapi dia sendiri yang akan membuatkan nya.
Zizi ingin memastikan kebutuhan gizi mereka tercukupi juga kesehatan nya terjamin bukan dia tidak percaya dengan para pelayan dan pengasuh tapi hanya lebih ke menjaga saja.
Arick terus memperhatikan kegiatan Zizi yang tengah membuatkan makanan untuk kedua anaknya.. benar-benar dia terpana melihat kelincahan Zizi dalam meracik dan meramu bahan-bahan itu agar menjadi sebuah makanan yang bergizi dan sehat untuk anak-anaknya.
"Cantik" Arick
Zizi mendengar kata-kata Arick yang samar tapi masih jelas dia tangkap bahwa Arick mengucapkan kata cantik.. pipi nya merona secara alami dia gerogi di puji cantik oleh Arick..huhh sabar Zi masa prank mu masih berlanjut.
Selesai dengan makanan twins D..Zizi menuju kamar twins D ketika sampai dia melihat anak-anaknya sudah rapih dan tampan-tampan..astaga kenapa mereka berdua harus mewarisi ketampanan Daddy nya sih.
"Hey jagoan mommy..wah sudah wangi ternyata..kalian boleh keluar sus.. terimakasih" Zizi
"Baik nona permisi" pengasuh twins D.
Arick juga ikut masuk dia mengambil Darren dari dalam box sementara Zizi dia menggendong Darrel yang sudah mengangkat tangani ingin di gendong.
"Ulu..ulu..tampan sekali sih anak mommy" Zizi
"Jelas tampan lah gen nya kuat dari Daddy nya..iya kan boys?" Arick
"Ck.. berisik" Zizi
"Hey itu benar honey..mereka mewarisi ketampanan ku..lihatlah wajah mereka bahkan duplikat ku..aku tau kenapa begitu karena kau sangat mencintai ku iya kan?" Arick
"DIAM"