
"Arick jelaskan kenapa Zizi sampai menangis begini..kau apakan dia hah?" hardik tuan Jarred emosi melihat Zizi menangis hingga begitu pilu nya.
"Dad Arick tidak apa-apakan Zizi.. Arick hanya berkata jika makan di sofa saja karena jika di kasur nanti banyak semut.. itupun dengan lembut tanpa menyinggung..beneran dad" Arick membela diri.
"KAU MEMANG TIDAK MENYAYANGI KAMI KAN..HIKS KAU PELIT..KAU JAHAT..AKU BENCI PADA MU HIKS..Daddy aku mau tinggal dengan Daddy saja hiks jahat hiks" Zizi mengadu.
Tuan Jarred, Zemi Dan Fiora hanua bisa menahan tawanya mendengar aduan Zizi..memang bumil tidak bisa di tegur karena perasaan nya lebih sensitif dari biasanya.
Sementara Arick dia kalang kabut mendengar Zizi meminta tinggal dengan Daddy nya..astaga kenapa bisa merembet semakin luas sih..ck mulut mu memang kadang minta di sekolahkan Arick.
"Sayang maaf..maafkan aku ya..jangan pergi please..aku janji gak akan begitu lagi ke kamu hm..Ayo sekarang pukul aku biar kamu puas tapi jangan kemana-mana please" mohon Arick dengan raut wajah frustasi.
Zizi hanya melirik namun masih tetap kesal dan menatap Arick tak bersahabat..setelah bujukan dari tuan Jarred juga Fiora dan Zemi juga menyangkut pautkan dengan twins akhirnya Zizi luluh dan tidak jadi pergi.
"Aku tidak akan pergi tapi kau..tidur di luar selama 1 Minggu atau opsi kedua pakai piyama ku yang motif kartun berwarna pink semua selama 1 Minggu.. bagaimana?" Zizi sengit.
"Sayang.. arghhhhhh astaga kenapa pilihannya sulit sekali..hiks..ampuni aku Tuhan" ucap Arick merutuki dirinya sendiri.
*
*
Tak terasa usia kandungan Zizi sudah memasuki bulan ke 4..Zizi semakin over pada Arick..jika dalam 1 jam Arick tidak juga menghubungi nya maka bisa di pastikan sepulang kerja dia hanya akan mendapatkan tatapan mematikan dari Zizi juga sengitan permusuhan dan juga decakan kesal.
Zizi hari ini memutuskan untuk ke kantor karena dia rindu ingin makan siang dengan Arick..baby nya yang mau loh bukan Zizi hehe.
"Sayang mommy apa mommy udah cantik..tapi kok badan mommy kaya melar ya..pasti nanti Daddy nggak suka lagi sama Mommy..hiks gimana kalau Daddy cari perempuan lain di sana yang jauh lebih cantik bahkan lebih seger dari mommy hiks" pemikiran bumil memang sempit gaes.
Sesaat akhirnya Zizi berhasil mengontrol diri lagi dan bersiap memperbaiki riasannya dan bersiap menuju kantor Arick di antar supirnya dan beberapa bodyguard.
Zizi tak berani membantah sekarang karena usia kehamilan nya yang membuatnya semakin sulit bergerak..beruntung kehamilannya kali ini tidak kembar lagi dia hanya mendapatkan 1 lagi pelengkap keluarga mereka.
Sampailah Zizi di perusahaan Arick..dia turun dengan anggun..gayanya berkelas entah sejak hamil yang sekarang dia semakin suka berdandan bawaan orok.
"Selamat datang nyonya muda" sapa satpam menunduk hormat.
"Terimakasih pak" balas Zizi tak kalah ramahnya.
"Apa perlu saya antar nyonya muda?" satpam berinisiatif mengantar sampai lift.
"Tidak usah pak..saya bisa sendiri..mari" pamit Zizi menundukkan badan sebentar lalu pergi.
Zizi menuju lift khusus CEO karena Arick berpesan jika dia datang dan ingin menemuinya tidak akan ada yang melarang dana harus memakai lift khusus yang di sediakan untuk CEO.
Zizi sampai di lantai dimana ruangan Arick berada.. Zemi sedikit terkejut melihat nona mudanya berada di kantor sendirian..dimana pengawal kenapa tidak ada yang mengikutinya.
"Nona muda..selamat datang" Zemi.
"Ka Zemi..Arick ada?" Zizi
"Ada nona muda sedang meeting dengan kliennya..mau saya antar nona muda?" tawar Zemi.
"Tidak usah ka..biar Zizi sendirian aja..mari ka" pamit Zizi.
Zemi menunduk hormat ketika Zizi sudah berlalu dia juga kembali ke ruangannya setelah mengkonfirmasi bahwa Zizi tidak sendiri datang ke kantor..bisa habis mereka jika Zizi sendirian kemari.
"Arick__"
PRANGGGG.....