
Di sebuah pesawat saat ini tengah duduk seorang wanita cantik yang sedari tadi menghapus air mata nya..wanita itu memantapkan hatinya untuk meninggalkan negara kelahirannya agar hatinya tak semakin hancur.
Kepergian nya di iringi Isak tangis dari sahabat nya yaitu Zilea Madison atau sering disapa Zizi..Zizi menangis begitu pilu nya kala mendengar sahabat sekaligus Kaka angkatnya itu hendak meninggalkan negara ini.
Bagaimana pun juga Fiora lah yang selalu ada di saat dia tak memiliki siapapun di negara ini hingga dia bertemu kembali dengan cintanya sama bahagia kini dia harus mengikhlaskan kepergian kakak angkat nya dengan pilu.
Arick bahkan sampai mencari tau apa yang membuat Kaka angkat istri nya itu pergi tapi sayang di tahan sang ayah yaitu tuan Jarred.. tuan Jarred membiarkan Fiora pergi agar satu hati di sini sadar bahwa dia telah kehilangan sesuatu yang amat sangat berharga.
Arick tak tau apa maksud dari perkataan snag Daddy hanya diak dan menurut..dia juga tak memberitahu pada Zemi asisten nya itu pun atas permintaan Fiora dan tuan Jarred.. alhasil dia hanya menuruti saja tapi jangan salah Arick tetap akan mencari kebenaran nya.
"Selamat tinggal cintaku,selamat tinggal adikku,selamat tinggal tanah kelahiran ku..sampai berjumpa kembali entah kapan jika aku telah siap" ujar Fiora dalam hati memandangi awan di sisi jendela pesawat yang dia tumpangi.
Perjalanan menuju tempat tujuan nya cukup lama dan memakan waktu hingga beberapa jam..Fiora memilih tidur dan merilekskan pikiran nya..dia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan menjadi pribadi yang baru pribadi Fiora seperti di awal cerita.
*
*
"Mau apa kau mencari dia..apa kau mau menyakiti nya lagi?" ujar seorang pria yang saat ini tengah berada di depan seorang pria lainnya.
"Brengsek..dimana kau sembunyikan dia hah..cepat katakan" teriak pria satu nya lagi dengan api kemarahan yang memancar sempurna dari matanya.
"Zemi..sayang kau sedang apa..jangan bertengkar sayang" ujar seorang wanita yang selalu menempel pada Zemi akhir-akhir ini yang di yakini adalah wanita yang di nanti Zemi.
"Tidak..ayo pergi" elak Zemi menarik tangan wanita itu dari sana.
Wanita itu mengerlingkan mata nya pada Jack pria yang tadi ditanyai Zemi..sungguh ingin rasa nya Jack congkel mata wanita itu..jijik rasa nya.
Mobil Zemi berlalu Jack menghela nafas nya lega..setidaknya sekarang Fiora tidak akan lagi melihat pemandangan menyesakkan itu lagi..dia berharap Fiora segera sembuh dari sakit hati nya dan menjadi Fiora yang dulu dia kenal.
"Aku harap kau bisa kembali menjadi Fiora yang ku kenal dulu..aku bahagia jika kau bahagia Fio" ujar Jack tulus dari hati nya.
Jack kembali ke rumahnya dan menemui ibunya..dia berencana akan menyusul Fiora bersama snag ibu untuk menemani gadis itu agar tak sendirian lagi..pasti gadiis itu sedang menangis sendirian sekarang.
*
*
"Arick apa kau sudah tau kemana kau Fio pergi hiks" tanya Zizi dengan tangis nya yang menyayat hati Arick.
"Honey..hey jangan menangis..aku akan mencari kemana dia pergi tapi jangan menangis lagi ya hm?" ujar Arick merengkuh tubuh Zizi yang lemas karena menangisi Fiora.