ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_61



"Zi..apa kau suka kamarnya?"


"Hm ya"


"Baguslah..aku kira kau tak suka..apa..em..apa kita bisa__"


"No"


"Why?"


"Kita belum ada status Arick..aku harap kau mengerti itu"


Setelah berkata demikian Zizi meninggalkan Arick di kamar yang akan dia tempati..ya sekarang Arick dan Zizi beserta twins sudah berada di rumah Arick yang ada di negara M.


Zizi menuju kamar anak-anak untuk menemani mereka karena hari sudah malam..ya mereka pindahan pada malam hari karena itu akan meminimalisir terjadinya penyerangan.


Arick tak mau ambil resiko sekecil apapun itu karena baginya Zizi,dan kedua anaknya adalah prioritas utama nya saat ini.


Arick menatap punggungZizi yang perlahan menghilang di balik pintu..dia terdiam memikirkan apa yang Zizi katakan..benar memang yang Zizi katakan jika mereka memang belum memiliki status apapun itu maka dari itu Zizi mengambil langkah yang benar.


"Huhhh.. secepat setelah ini selesai aku akan membawamu ke catatan sipil honey..tunggu saja"


Arick mengikuti langkahZizi ke kamar si twins..dia melihat Zizi tengah menyusui Darren karena Darrel masih asik dengan mainannya.


Arick masuk perlahan dan melihat Zizi yang tengah membelakangi nya sambil mengusap kepala Darren dengan penuh sayang..Arick juga dapat melihat payu*dara Zizi begitu indah dan membuatnya menjadi ingin lebih..astaga kenapa yang di bawah jadi meronta-ronta..shitt.


"Ekhemm.. Zi"


Zizi terkejut karena Arick sudah berada di belakangnya..astaga apa dia melihat aset nya sialan memang si Arick.


"Arick..sejak kapan aku ada di sana?"


"5 menit yang lalu honey"


"Astaga apa kau mengintip ku?"


"Hey tidak..sudahlah tidak apa-apa aku masih punya kesadaran..kau tenang saja sebelum kita menikah maka aku tak akan menyentuh mu Zi..aku sudah janji"


"Hm..mau apa?"


"Tidak..hanya ingin membantu mu saja"


"Huhh bantu tidurkan Darren dia sudah selesai menyusu"


Zizi tersenyum samar melihat interaksi antara ayah dan anak itu..jujur perlahan kekecewaan yang pernah Zizi rasakan mulai terkikis dengan melihat kesungguhan dari Arick.


"Sudah tidur honey..sini biar Darrel aku yang tidurkan"


"Kau tak lelah?"


"No untuk mereka..apapun kondisinya aku akan berusaha untuk mengutamakan mereka..kau istirahat lah"


"Hm..tidurkan saja biar aku buatkan kopi"


"Baiklah.. terimakasih honey"


"Hm..Dan stop memanggil ku dengan sebutan honey.. menggelikan"


"Hey aku suka honey"


"Hiiiih terserah"


Zizi meninggalkan Arick yang tengah menimang Darrel karena jika lebih lama lagi dengan Arick dia bisa darah tinggi dadakan.


Zizi sampai di dapur.. sejenak Zizi melihat-lihat dekorasi dapur itu..indah dan elegan..tidak terlalu wah sesuai seleranya.


"Tidak pernah berubah" gumam Zizi memandangi dekorasi dapur itu.


Zizi mengambil panci kecil dan di isi air kemudian memanaskan nya di atas kompor..bisa saja Zizi memakai air dispenser tapi itu tidak sehat maka dari itu lebih baik manual saja yang penting sehat.


Di saat Zizi tengah serius mengaduk kopi tiba-tiba ada sepasang tangan kekar merengkuh perutnya dan sebuah dagu mendarat di bahunya.


"Arick..sudah ku bilang berapa kali jangan suka mengejutkan ku"


"Sorry honey..sudah siap?"


"Sudah..awas dulu aku susah Arick"


"Hm..aku nyaman honey"


"Ishhh minggir nggak?"


"Kiss dulu honey"


"Kiss lima jari mau?"