ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_19



Di saat bersamaan terlihat Zizi yang melotot tak percaya karena pemandangam di depannya yang begitu menegangkan..Zizi berlari ketika tongkat besi itu siap mendarat di kepala Arick namun sayang dia mengorbankan dirinya untuk melindungi Arick.


"ARICK AWASSSSS"


Bughhhh.....


Zizi menendang pria yang hampir memukul Arick menggunakan tongkat besi itu hingga tersungkur..di saat itu pula Arick berbalik dan melihat Zizi tengah mengatur nafasnya karena sehabis berlari.


"Zizi..astaga kau tak apa?"


"Aku huhhhh..huhhh baik-baik saja"


"Minggir dulu biar ku urus dia"


"Hm..iya"


Arick membawa Zizi ke belakang badannya..biar bagaimana pun juga Zizi tak boleh terluka sebelum dia sendiri yang menorehkan luka itu.


"Siapa kau?" tanya Arick pada pria itu.


"Kau tak perlu tau siapa aku yang harus kau tau adalah aku akan membalaskan dendamku padamu"


"Ck..jangan bertele-tele..cepat katakan"


"Hahahhaa jika kau pintar maka kau bisa menebak siapa aku"


"Ck..sialan kau banyak omong"


Arick tak sabar mendengar ocehan manusia satu itu..dia menghajarnya tanpa ampun..sempat saling balas namun tetap saja Arick lah yang menang.


"Ck..kau sudah kalah..bagaimana masih mau bungkam?"


"Si..sia..lan..ka..kau..uhukkk"


"Sudahlah lebih baik kau katakan agar hukumanmu lebih ringan"


"Be..bre..ng..sek..ka..kau..si..al..an"


Arick tak sabar akhirnya dia mengahajar pria itu hingga tak sadarkan diri dan menelpon anak buahnya untuk mengamankan pria yang dia hajar.


"Apa kau takut Zi?"


"Tidak Arick"


"Aku kira kau takut..sebaiknya kita pulang"


Arick dan Zizi bergegas pulang karena hari semakin malam dan musuh banyak yang mengincarnya ketika malam hari..dia tak mau Zizi terluka oleh orang lain karena hanya dia yang bisa melukainya.


Tanpa mereka duga ternyata mobil mereka di ikuti dan di cegat ketika sampai di pertengahan jalan..Arick terlihat sangat kesal..dia menghentikan mobilnya dan hendak turun tapi di tahan Zizi.


"Kenapa Zi?"


"Jangan kemana-mana Arick..di sini saja dan biarkan mereka"


"Tenang saja hanya sebentar hm?"


Zizi tetap menggeleng tak mengijinkan..dia hanya takut Arick terluka atau kenapa-kenapa..tak ada sesiapapun di jalanan yang sepi ini hanya mobil mereka dan para penjahat saja.


"Jangan kemana-mana dan jangan keluar apapun yang terjadi mengerti?"


"Tapi Arick__"


"Dengrkan aku Zi..percayalah aku akan baik-baik saja hm?"


"Baiklah..hati-hati"


Arick tersenyum dan keluar dari mobil dengan dua pistol di setiap saku jaketnya..dia selalu membawa pistol kemanapun dia pergi hanya untuk berjaga-jaga.


"Siapa kalian?"


"Hahahha..ternyata kau berani juga ya"


"Jangan banyak omong katakan apa mau kalian?"


"ikut kami ke markas maka kau akan aman"


"Cihhh..jangan mimpi"


Arick menyerang dia menembaki beberapa orang cecunguk itu sekaligus..4 berhasil tumbang masih ada sisa 4 cecunguk..bagi Arick itu bukan hal sulit ini sangat mudah dan sedikit membosankan.


3 Cecunguk berhasil Arick tumbangkan lagi kini sisa 1 cecunguk ketika Arick bersiap menyerang dari arah belakang terdengar tembakan seketika Arick menoleh ke belakang dimana Zizi tengah di sandra juga di todongkan pistol di keningnya.


"Sial..tenang Arick kau harus tenang" batin Arick menenangkan dirinya.


Zizi dan orang itu semakin mendekat namun Arick melihat gelagat Zizi seakan Zizi mengisyaratkan sesuatu lewat matanya agar dia melakukan sesuatu..ya Arick paham.


Zizi menghilangkan rasa takutnya karena di saat-saat genting seperti inilah keberanian sangatlah di butuhkan.