ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_41



Tak terasa hari ini adalah hari dimana Zizi akan melahirkan kedua buah hatinya..sejak tadi pagi Zizi audha berada di rumah sakit untuk pemantauan.


Dengan Fiora yang selalu menemaninya menjadikan Zizi kuat..ada kalanya Zizi menangis merasakan kerinduan pada ayah sang buah hatinya tapi flashback kebelakang lagi jika Zizi mengingat lagi bagaimana sikap Arick padanya maka seketika rindu itu hanya mampu dia pendam.


Fiora saat ini tengah mendokumentasikan momen dimana Zizi hendak melahirkan..proses demi proses Fiora rekam agar menjadikan kenangan dimana Zizi pernah berjuang sendirian untuk melahirkan kedua anaknya.


"Zi bagaimana perasaanmu?"


"Haha hika sakit sekali..tapi aku kuat"


"Harus kuat ada aku di sini..semangat bumil"


"Hahaha..baiklah aku akan semangat ssshhh..arkhhh"


"Hey jagoan jangan nakal ya..kasihan mommy kalian" Fiora mengelus perut Zizi ketika kontraksi itu datang lagi.


Zizi tak mampu lagi berkata-kata dia hanya berjalan kesana kemari agar pembukaannya cepat..ya Zizi akan melahirkan secara normal karena dia merasa dirinya mampu dan bisa.


Sebagai wanita Zizi bertekad untuk berjuang melahirkan anaknya sesuai kodrat wanita pada umumnya tanpa operasi..dia ingin merasakan sakitnya melahirkan secara normal..biarpun nanti jika dia tak selamat setidaknya dia sudah berjuang membawa kedua anaknya ke dunia.


"Zi kau yakin akan melahirkan normal..operasi saja bagaimana?"


"No ka..aku ingin melahirkan secara normal..aku ingin merasakan sakitnya berjuang membawa anak-anak ke dunia..biarpun nanti jika aku kalah setidaknya ada kaka yang akan menggantikannya menjaga anak-anak sshhh..kontraksinya semakin dekat jaraknya..arkhhh"


"Kau pasti bisa Zi..kau bisa"


"Amin sshhh"


Zizi mencengkram erat pinggiran ranjang pasien..ketika kontraksi itu datang Zizi akan sekuat tenaga tak berteriak agar tenaganya tetap full ketika melahirkan nanti..Zizi tau itu tidaklah mudah karena sakitnya benar-benar sakit yang luar biasa..seluruh tulangnya rasanya lunglai bagai di himpit batu besar..perutnya bak di cengkram erat hingga tak tertahankan lagi.


Tibalah saatnya proses persalinan..Fiora tetape menemani Zizi sambil mendokumentasikan nya..satu tangannya di jadikan bahan cakaran dan cengkraman oleh Zizi..Fiora hanya mampu menahannya karena rasa sakit yang Zizi rasakan lebih dahsyat darinya.


"Ayo nona mengejan..iya nona sebentar lagi nona"


"Emmmmmmm hahhhh..hahhhhhh"


"Ayo nona kepalanya sudah terlihat nona..dorong lagi nona..sedikit lagi nona ayo" dan akhirnya...


"Oekkk...oekkkk"


"Syukurlah..bayi pertama anda laki-laki sangat tampan"


Sang dokter menyerahkan bayi laki-laki itu pada suster untuk di bersihkan..tak berselang lama kemudian Zizi merasakan kontraksi lagi..anak keduanya akan mengikuti jejak kakaknya.


"Dok sakit lagi aaarrrkkkhhhh"


"Ok..ayo nona seperti tadi ya..dorong jika anda merasakan dorongan dari dalam"


"Aaaarrrkkkhhh..aaarrkkkhhhh..saaakiittttttthhhhh"


"Ayo nona sedikit lagi..sudah terlihat nona" dan akhirnya..


"Oekkk..oekkk"


"Selamat nona bayi kedua anda juga laki-laki sangat tampan"


"Te..rima..ka..sih..dok..ter..huhhhh"


"Sama-sama nona"


Para bayi mungil itu sedang di bersihkan sedangkan Zizi dia di pindahkan ke ruang rawat khusus yang tuan besar pesan agar Zizi dan kedua cucunya nyaman.


Fiora tentu saja harus sedikit berbohong agr Zizi tidak curiga..dia menjalankan aktingnya dengan sangat baik bak artis papan atas seluncuran.


"Hey selamat ya Zi sudah jadi mommy..akhhh aku jadi aunty".