ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Bonchap 6



"Nona muda..selamat datang" sapa Zemi sopan.


"Ka Zemi..Arick ada?" Zizi tersenyum membalas sapaan Zemi.


"Ada nona muda,sedang meeting dengan kliennya..mau saya antar nona muda?" tawar Zemi.


"Tidak usah ka..biar Zizi sendirian aja..mari ka" pamit Zizi.


Zemi menunduk hormat ketika Zizi sudah berlalu dia juga kembali ke ruangannya setelah mengkonfirmasi bahwa Zizi tidak sendiri datang ke kantor..bisa habis mereka jika Zizi sendirian kemari.


"Arick__"


Perkataan Zizi terhenti kala melihat seorang wanita tengah mencoba memegang tangan Arick..Arick melihat kedatangan Zizi langsung melotot..astaga perang.


PRANGGGG.....


Bukan rantang makanan yang Zizi bawa yang jatuh tapi sebuah ponsel melayang menghantam kening perempuan yang tak lain adalah klien Arick..ponsel Zizi Langsung jatuh ke lantai dan hancur.


Arick hanya diam tak berani berkata-kata..dia juga sudah risih namun karena meeting nya sedikit lagi selesai jadi dia bertahan untuk tak menghentikan meeting itu hingga akhirnya Zizi datang menyelamatkan nya dari wanita itu.


"Arkhhh sialan kau..berani sekali kau melemparku hah?" teriak wanita itu.


Zizi tak diam saja..dia mendekati wanita itu dan meraih papan nama milik Arick kemudian dia layangkan pada kepala dan punggung wanita itu hingga puas.


Arick..jangan di tanya dia sudah menyingkir ke pojokan agar tidak kena imbasnya..sialan sebentar lagi akhir hidupnya..bersiaplah.


"Berani sekali kau mencoba menyentuh Daddy anak-anak ku hah..kau rupanya sudah bosan hidup ya ternyata..biar ku bantu kau bertemu tuhanmu" teriak Zizi menggebu-gebu.


"Dasar wanita sialan" balas wanita itu hendak menyerang Zizi tapi di tepis oleh Arick..enak saja mau menyakiti istrinya tidak akan dia biarkan.


"Jangan pernah sentuh istriku atau kau akan berkahir di kandang buaya kesayanganku" ucap Arick dingin dengan sorot mata tajamnya menatap kilennya.


"Tuan..tuan Arick..saya..saya tidak__" klien Arick.


"DIAMMMM" bentak Arick.


Klien itu langsung diam tak berkutik.. seperti nya sasarannya susah untuk dia taklukkan apalagi istrinya argh benar-benar mengerikan.


"Pergi dan jangan pernah tampakkan wajahmu lagi di depan kami atau tidak peliharaan kesayangan ku akan dengan senang hati menerima dagingnya Mrs Weasley Bartim" ucap Arick


Mrs Weasley meninggalkan ruangan Arick dengan keadaan yang mengenaskan..keningnya benjol segede bola bekel,kepalanya berdarah, punggungnya sakit sialan.


Di ruangannya kini hanya ada Arick dan Zizi..Arick duduk sebagai terdakwa dan Zizi sebagai petugas interogasi..tatapan mata Zizi sangatlah tajam menusuk tulang Arick..Arick takut menatap mata Zizi..dia menunduk bagai anak kecil yang di marahi ibunya.



Yang di tatap hanya menunduk tak berani menatap balik..lihatlah hanya dengan tatapan nya saja sudah membuat Arick sang mafia king kikuk tak berdaya.


"Angkat wajahmu" titah Zizi mutlak.


Langsung saja Arick mengangkat kepalanya lagi dan bersitatap dengan mata Zizi..sungguh lebih baik dia menghabisi klan tersulit daripada melihat tatapan Zizi.



"Kenapa ekspresi mu begitu..apa aku menakutkan?" tanya Zizi sedikit kesal.


"Tidak honey..bukan begitu" jawab Arick pelan.


"Jawab yang benar atau__" ancam Zizi.


"Maaf honey..aku benar-benar tidak tau kalau dia mau kurang ajar..maaf honey" jawab Arick cepat sebelum kata keramat terucap.


"Kenapa hanya kalian di dalam ruangan..aku sudah pernah bilang jangan dekat-dekat dengan perempuan lain..kau mau aku berdekatan dengan pria lain?" tanya Zizi sedikit ngegas.


"Tidak..tidak boleh..kau hanya milikku dan anak-anak kita" ucap Arick cepat


"Lalu kau boleh begitu berdekatan dengan perempuan lain?"


"Tidak honey..maaf honey aku lalai.. jangan tatap aku begitu sayang aku takut" cicit Arick lirih


"Kau kira aku hantu apa.. sialannnnn kau ARICK" jerit Zizi semakin melengking sontak Arick menutup rapat telinga nya.