ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Bonchap 14



Tak terasa waktu berlalu begitu cepat..usia kehamilan Zizi sudah 3 bulan..selama itu juga Arick benar-benar memperhatikan kebutuhan dan kesehatan Zizi beserta twins D dan baby di kandungan Zizi pasti nya.


Arick tak pernah kelayapan kemanapun jika tidak benar-benar urgent..dia tak mau menghabiskan waktu tak penting di luaran sana..lebih baik dia menjadi pelayan Zizi dan twins D asal dia bisa selalu menghabiskan waktunya bersama Zizi dan kedua anaknya.


Arick juga jarang ke kantor..dia hanya akan ke kantor jika penting atau mendadak jika tidak dia lebih memilih di rumah menemani Zizi dan anak-anak nya..tak ada kata bosan dalam kamus Arick untuk bersama keluarga kecilnya.


"Honey kau mau makan sesuatu?" tanya Arick inisiatif saipa tau Zizi mau makan sesuatu.


"Emmm tidak Arick..aku tidak ingin makan apapun..aku hanya ingin...." Zizi menghentikan ucapannya takut Arick tidak mau menuruti nya.


"Hey kenapa..kau ingin apa hm.. katakan coba" pinta Arick yang tak mau Zizi menahan keinginan nya.


"Aku takut kau marah" cicit Zizi lirih.


"Sayang.. lihat aku.. aku tidak akan marah jika itu keinginan baby di sini..katakan jika aku mampu maka aku akan melakukan nya" ucap Arick dengan lembut mengelus perut Zizi yang sedikit buncit.


"Benar tidak marah?" cicit Zizi masih lirih tak berani menatap Arick.


"Hey lihat aku sayang..tatap mataku ya..aku tidak akan marah..katakan saja sayang" Arick meyakinkan Zizi bahwa dia tidak akan marah.


Meski sebenarnya dia khawatir karena kadang permintaan Zizi di luar nalar dia jadi was-was..takut Zizi meminta yang aneh-aneh.


"Aku..emmm..aku mau..kau memakai kostum snow white" ucap Zizi penuh harap dengan mengelus perutnya.


Arick..jangan di tanya..dia sudah benar-benar akan frustasi saat ini..astaga benar kan apa yang dia pikirkan.. bagaimana Arick kau yang meminta nya mengutarakan keinginannya hahahaha rasakan.


"Honey..huhhh baiklah..aku beli dulu ya kostum nya" ucap Arick berusaha tersenyum meski terpaksa.


"Baiklah honey..baby kamu kok mau Daddy jadi snow white sih..hmm kamu nakal ya baiklah Daddy akan penuhi keinginan mu nak" ucap Arick mencium perut Zizi.


"Maaf Daddy" ucap Zizi sedikit takutnya merasa bersalah.


"Hey tidak apa-apa sayang.. aku akan penuhi keinginanmu jika memang aku mampu..kau jangan merasa bersalah..dia juga anakku sayang" ujar Arick memeluk Zizi menenangkan


"Kau tak marah hiks?" tanya Zizi sudah melow


"Tidak sayang..sudah jangan menangis..nanti baby jadi sedih loh kalau kau menangis" mengingatkan Zizi agar tak terlalu merasa bersalah atau yang lainnya.


"Pakai sekarang ya..aku mau melihatnya" pinta Zizi sudah tidak sabar.


"Baiklah..mana kostumnya?" Arick menerima kostum dari Zizi dan menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


Setelah menunggu beberapa saat..Arick keluar dengan memakai kostum snow white..Zizi berbinar-binar melihat Arick begitu cantik menggunakan kostum itu..astaga semakin tampan.



"Sayang kamu tampan sekali.. aku nggak rela kamu di lihat siapa-siapa" ujar Zizi mendekati Arick dan memeluk nya.


"Benarkah..astaga aku tersanjung honey" Arick membalas pelukan Zizi.


Syukurlah dia tidak di ijinkan kemana pun jika tidak sudah lah hilang sudah wajah Arick di depan para pelayan.