ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_39



Tak terasa 7 bulan audah usia kehamilan Zizi..selama itu juga Zizi selalu aktif bergerak kesana kemari..dia tak kenal lelah hanya saja jika berlebihan maka kedua anaknya akan memberontak dan menendangnya sebagai peringatam.


Seperti saat ini..Zizi tengah duduk di kursi tunggu rumah sakit untuk memeriksakan kandunganya..dia di temani Fiora pastinya karena jika sendirian maka sudah bisa di pastikan Zizi akan mendapatkan ceramahan 7 hari 7 malam dari Fiora.


"Sabar ya twins sebentar lagi aunty kembali" ucap Zizi sambil membelai perutnya yang sudah membesar.


Di saat Zizi tengah asik berbicara dengan anak-anaknya di saat itu juga seorang pria paruh baya datang menghampirinya dan duduk si sampingnya.


"Permisi nona..bolehkah saya duduk di sini?" ucap pria paruh baya itu.


"Oh silahkan tuan tidak apa-apa"


"Anda sedang menunggu siapa nona?"


"Teman saya tuan..tuan sendiri?"


"Saya ingin melihat calon cucu saya"


"Ouh..apakah menantu tuan sedang hamil juga..wah selamat tuan semoga lancar sampai hari H nya"


"Haha terimakasih nona..sudah berapa bulan nona?"


"Oh 7 bulan tuan"


"Wah sebentar lagi lahir ya..ngomong-ngomong dimana suami anda nona?"


"Suami..haha saya tidak punya tuan"


"Maksudnya?"


"Tidak apa-apa..oh teman saya sudah datang permisi tuan"


"Baiklah"


Zizi bangkit dan menghampiri Fiora..setelah Zizi masuk Fiora melihat lelaki paruh baya itu lalu tersenyum kecil kemudian masuk kedalam ruangan dokter.


"Huhh kau harus sabar..sebentar lagi" ucap pria paruh baya itu sambil bangkit meninggalkan tempat itu.


Baginya sudha cukup melihat Zizi dan calon cucu-cucu nya sehat dan dalam kondisi baik-baik saja..rasanya tidak sabar ingin segera bertemu dan bersatu dalam sebuah ikatan keluarga tapi tidak semudah itu..dia harus menyadarkan seseorang terlebih dulu.


*


*


"Arghhhhh aku merindukanmu Ziiiiii" jerit dalam kamarnya merindukan Zizi.


Ya Arick yang sekarang lebih melow karena sindrom itu..dia jadi begitu merindukan sosok Zizi..sudah 7 bulan ini dia mencari tapi yak ada hasilnya..kemana Zizi pergi kenapa tak ada jejak satupun.


Di saat Arick tengah kacau dengan perasaannya di saat itu juga seorang pria muda yang usianya tak jauh darinya datang ke mansionnya dengan aura kemarahan yang begitu pekat.


"Dimana tuan kalian?" tanya pria itu dingin.


"Maaf tuan..tuan ada di kamarnya"


"Baiklah..kau boleh pergi"


Para pelayan yang ada di sana meninggalkan sang tamu yang melangkah menuju kamar Arick..tangannya sudah mengepal erat ingin menghajar seseorang.


Saat sudah sampai di depan kamar Arick pria itu langsung menendang pintu kamar itu hingga terbuka.


Arick kaget dengan suara tendangan dari arah pintu tapi lebih kaget lagi ketika melihat siapa yang tengah melihatnya dengan tajam.


"Di sini kau rupanya..brengsek" ucap pria itu langsung berjalan cepat menghampiri Arick dan menghajarnya tanpa ampun.


Bughh.....


Bughh......


"Sudah berapa kali aku katakan padamu untuk menjaga wanita baik-baik..apa kau tuli brengsek..jawab hah?"


Bughh...


"Am..pun..tu..an..uhukk"


"Ampun katamu..cih kau pantas mati dari pada mendapatkan ampunan..bangun dan lawan aku brengsek..BANGUN"


"Ma..af..tu..an uhukk..ma..af..kan..sa..ya..uhukk..arghh"