ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Bonchap 30



Usia kandungan Zizi semakin bertambah dan itu membuat Arick semakin menjadi suami overprotektif terhadap nya..dia tidak masalah asalkan tidak berlebihan menurut nya.


Kandungan Zizi sudah memasuki 7 bulan..Zizi semakin hari semakin lengket terhadap Arick..dia tidak bisa jauh-jauh dari Arick..kemarin dia meminta Zemi dan Fiora untuk ke rumah Arick..entahlah bumil itu membuat orang-orang terdekat nya sengsara.


Setelah di telusuri lagi lagi ternyata Zizi meminta Zemi mencabuti bulu hidung dan ketiak nya menggunakan pinset,sementara untuk Fiora Zizi meminta Fiora maskeran dengan bedak bayi yang sudah di campuri wasabi..Hal itu tentu saja menjadi kesialan paling sial bagi kedua orang malang itu.


Arick hanya tertawa melihat penderitaan kedua orang itu.. setidak nya Arick masih lebih beruntung dari mereka karena dia hanya kebagian mencabuti rumput menggunakan sumpit.. sebenarnya dia ingin protes tapi dia mana mungkin membiarkan istri kecil nya sedih.


Sebagai suami siaga Arick hanya menurut dan mengikuti kemauan Zizi tanpa protes dan mengeluh..Arick juga sempat cemburu dengan sang Daddy karena beberapa waktu lalu Zizi begitu lengket dengan ayahnya..hal itu tentu saja menjadi bahan tertawaan orang rumah.


Tuan Jarred paling beruntung karena dia hanya kebagian menghabiskan buah strawberry yang sudah di celupkan kedalam coklat leleh..ketiga orang itu seakan menjerit meratapi nasibnya yang kurang beruntung..apalah daya bumil tidak bisa di debat kalau berani mendebat habis mereka di sikat sampai bersih.


"Honey kau mau melahirkan normal atau cecar hm?" Tanya Arick ketika melihat Zizi tengah mengelus lembut perut nya yang sudah buncit bak busung lapar.


"Normal sayang" balas Zizi lembut penuh cinta.


"Apa kau tak mau operasi honey?" tanya Arick mencoba membujuk Zizi karena dia takut melihat Zizi kesakitan seperti yang dulu pernah dia lihat pada videonya sewaktu Zizi melahirkan tanpa dirinya.


"Tapi aku takut honey.. aku tak bisa melihat mu kesakitan seperti dulu saat melahirkan twins honey..aku tak sanggup" ujar Arick jujur dengan kekhawatiran nya.


"Arick look at me..kau percaya padaku hm?" tanya Zizi mencoba meyakinkan Arick.


"I trust you more than you know honey.. aku hanya takut dan khawatir karena this is my first time honey" ujar Arick jujur mempercayai Zizi tapi rasa takut dalam benaknya lebih besar.


"Jika kau percaya padaku maka kau akan selalu mendukung ku atas segala keputusan yang aku ambil sayang..kau bisa melakukan operasi saat aku sudah tidak sanggup lagi..tapi sebelum itu aku yakin kemampuan ku untuk melahirkan anak kita akan berjalan lancar dengan restu mu sayang..jadi tolong dukung aku agar kami selamat dalam proses itu..kau bisa menemaniku dan menggenggam tangan ku juga menyemangati ku di saat aku hampir kehilangan tenaga untuk melahirkan anak kita..kau akan selalu ada di dekatku dan selalu melindungi dan menjagaku beserta anak-anak jadi sayang aku mohon buang jauh-jauh ketakutan dan kekhawatiran mu itu dan percaya padaku kalau aku mampu dan bisa hm?" jelas Zizi sambil tersenyum menenangkan Arick.


"I love you honey,aku sangat mencintaimu lebih dari yang kau tau.. berjuanglah untuk anak kita..aku akan mendukung dan menjaga mu di sisimu" ujar Arick akhirnya setuju dan iklas jika Zizi melakukan persalinan normal.


"Thank you sayang..you are the best Daddy and the best husband for us" ucap Zizi mengecup bibir Arick.


Arick memeluk Zizi dengan hangat..dia usap perut buncit Zizi dengan lembut dan mendapatkan tendangan bebas dari anaknya..Arick senang karena sering mendapatkan respon berupa tendangan bebas dari sang buah hati..dia begitu bahagia karena waktu dulu saat kehamilan twins Arick bahkan tidak tau setiap fase nya..dia akan menggantikan waktu yang dia lewatkan dengan terus menjaga anak keduanya sama menemani serta menuruti keinginan Zizi apapun itu.