
Zizi terbangun tapi tak menemukan. di samping nya..dia jadi kesal..dia marah..dia sedih..hmm hormon nya benar-benar nano nano seperti nya.
"Hiks..kan pergi lagi.. aku memang tidak berarti untuknya.. aku mau pergi saja dari sini jika..sayang kita pergi yang dari sini kita ke rumah aunty Fio saja ya" tanya Zizi pada snag baby yang masih dalam kandungan.
Zizi bangun dari ranjang dan menuju kamar mandi..dia berganti pakaian dengan dress hamil yang memudahkan nya bergerak dan tak mengganggu kehamilan nya juga.
Zizi menarik sebuah koper besar yang berisi baju-bajunya kebetulan twins memang tinggal dengan Daddy nya Arick jadi dia aman tidak kerepotan membawa twins juga.
Zizi keluar dari kamar dan mendapati pelayan yang tengah membersihkan tangga..dia menatap pelayan itu kemudian tersenyum sekilas lalu melangkah pergi.
"Nona.. maaf anda mau kemana?" tanya pelayan itu memberanikan diri.
"Aku mau pergi bi" ucap Zizi bergetar menahan tangisnya.
"Nona mau pergi kemana..jangan begitu nona kasihan anak nona..jika ada masalah segera di selesaikan..nona bisa cerita dengan bibi kalau nona mau" ucap pelayan itu seakan tau bahwa hormon ibu hamil memang berbeda.
"Hiks..bi..hiks..Arick jahat hiks..dia pergi di saat akustik sedang tidur" Zizi berucap dengan nada pilu.
"Astaga..maaf nona..tuan tadi ke rumah tuan besar karena mau menjemput tuan muda kecil..katanya nona seiring merindukan tuan muda kecil makanya tuan berinisiatif untuk menjemput tuan muda kecil..sekarang lebih baik nona kembali ke kamar ya nanti bibi buatkan cemilan manis bagaimana?" bujuk pelayan itu.
"Benarkah begitu..berarti aku jahat bi Aisha menuduh yang tidak-tidak hiks" sekarang Zizi merasa bersalah karena menuduh Arick yang tidak-tidak.
Bibi pelayan hanya bisa menggelengkan kepalanya menghadapi bumil satu ini..dia salut dengan tuan Arick karena mampu menghadapi Zizi yang memang kadang tak pasti moodnya.
"Tidak nona..baiklah ayo bibi bantu masuk..nona tidak boleh cape kasihan anak nona di dalam perut"
Pelayan itu selesai dia berpamitan kembali melakukan pekerjaannya lagi..sementara Arick dia baru sampai di depan gerbang rumahnya..dia bersama kedua jagoannya tentu dengan pengasuhnya sekaligus.
"Bawa barang-barang nya ya sus..biar twins saya yang bawa" ucap Arick sambil menggendong kedua jagoannya.
"Baik tuan" ucap kedua pengasuh twins.
Arick membawa twins kedalam kamar untuk bertemu Zizi..dia tidak sabar melihat reaksi Zizi saat bertemu twins..ah pasti menggemaskan.
ceklek......
Pintu terbuka perlahan karena Arick kesusahan membawa kedua jagoan nya di kedua tangannya..saat sudah terbuka dia melihat Zizi tengah memandang ke arah nya.
"Honey..lihat siapa yang aku bawa" ucap Arick menurunkan kedua jagoannya dan bergegas kedua bocah itu berlari menuju Zizi.
"Sayang mommy...sini nak mommy rindu" Zizi mendekap kedua bocah itu dan menangis haru..astaga seperti tahunan saja tidak bertemu.
"Astaga honey kau itu kenapa menangis..kan baru beberapa waktu tidak bertemu honey..sudah jangan menangis masa bertemu twins malah nangis" ucap Arick mendekap ketiga kesayangannya nya.
"Kau hiks jahat..hiks tidak mengajakku hiks..aku pikir kau pergi mencari wanita lain hiks huhuhuhu" omel Zizi meski dengan tangisnya.
"Astaga tdiak mungkin sayang..aku tidak akan mencari wanita lain karena kau saja sudah mampu membuatku mendessah" ucap Arick menggoda Zizi.
"Ishhh..ck kau menyebalkan" Zizi kesal.