ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_66



Zizi sampai di meja resepsionis dia bertanya pada sang resepsionis itu apakah Arick ada atau sedang sibuk tapi malah dibalas jutek oleh si resepsionis.


"Pergi..tuan Arick sedang sibuk jadi jangan mengganggunya..aku tau kau pasti hanya ingin menggodanya kan dengan membawa anak harammu itu..huhh"


Mendengar anaknya di katai anak haram Zizi naik pitam..dia menarik tangan si resepsionis itu kemudian dia tarik rambutnya dan dia hajar hingga puas..sang resepsionis berusaha memberontak namun tenaga nya kalah..Zizi seperti orang kesetanan.


"BERANI SEKALI KAU MENGHINA ANAKKU HAH..KAU TAK TAU SIAPA AKU KAN..BAIKLAH AKAN AKU BERITAHU PADAMU SIAPA AKU DAN ANAK-ANAK YANG KAU KIRA ANAK HARAM INI..


AKU ZILEA CALON ISTRI DARI ARICK MATTHEW BOND YANG TAK LAIN ADALAH AYAH DARI ANAK-ANAK YANG KAU KATAI ANAK HARAM INI..SEKARANG APA KAU BISA MEMANGGIL TUAN ARICK KE HADAPANKU AGAR AKU BISA MEMBUKTIKAN KEBENARAN DARI KATA-KATA KU"


Nafas Zizi naik turun..dia begitu emosi dengan kata-kata si resepsionis kurang ajar itu..pengasuh twins hanya menggendong Darren dan Darrel karena sempat menangis karena terkejut mendengar teriakan Zizi.


Sang resepsionis itu hanya mampu diam dan mencoba menghubungi Zemi dia ingin mempermalukan Zizi..beraninya perempuan seperti Zizi menghajar dan mempermalukannya..tidak akan dia biarkan.


Si resepsionis itu menghubungi Zemi dan mengatakan ada perempuan gila ingin mengganggu Arick..Zemi heran karena selama ini tidak ada yang pernah bisa mengganggu tuan nya.


Zemi mengatakan dia akan menemui nya dan Zemi meminta untuk jangan membuat keributan.


Si resepsionis tentu saja mengiyakan karena dia akan melihat bagaimana asisten Arick itu akan menghancurkan Zizi..lihat saja balasannya.


"Tunggu sebentar lagi kehancuran mu sudah dekat perempuan jallang..dasar pellacur"


"Hey nona jaga ucapanmu" bela pengasuh twins yang sudah geram dengan resepsionis kurang ajar itu.


"Hey kau pengasuh..diam saja dan jangan banyak bicara..dasar kacung"


"JAGA UCAPANMU GARNETA"


Semua mata sontak melihat sumber suara..baik Garneta si resepsionis itu maupun Zizi mereka menatap Zemi yang baru saja keluar dari lift.


Zizi tak merespon dia memasang wajah datar nan muram..emosinya sudah di ubun-ubun..Zizi menggendong Darrel yang rewel karena merasa terusik.


"Nona Zizi..maaf atas ketidak nyamanan nya" ucap Zemi tidak enak dengan Zizi.


"Baik nona"


"Tuan__" ucap si resepsionis.


"DIAMMM" bentak Zemi dengan wajah penuh amarah.


Sang resepsionis itu hanya terdiam.. firasatnya merasa bahwa dia telah melakukan suatu kesalahan besar..belum pernah dia melihat wajah angker Zemi selama 5 bulan bekerja di kantor Arick.


"Silahkan nona..mari saya antar" ucap Zemi lembut pada Zizi.


Zizi dan Zemi beserta pengasuh si twins mengikuti Zemi ke lantai teratas..wajah Zizi belum berubah sejak pertengkaran nya dengan si resepsionis itu.


"Mari nona..tuan ada di ruangannya"


"Hm..sus kalian istirahat saja biar saya yang menjaga twins..ka Zemi tolong antarkan suster ke tempat istirahat"


"Baik nona"


Zizi meninggalkan Zemi dengan kedua suster twins..sementara Zizi menuju ruangan Arick dengan mendorong stroller twins.


Sampailah Zizi di depan ruangan Arick..dia mengetuk pintu tak lama kemudian pintu terbuka dan menampakkan Arick.


"Honey..kau sudah sampai?"


"Hm..awas"


"Baiklah..sini biar twins aku yang dorong"


"Hm"


Arick membaringkan twins di ruangan pribadinya agar twins lebih nyaman dalam tidurnya..setelah itu Arick menghampiri Zizi yang terlihat tengah marah..ada apa dengan Zizi.