
"Honey maafkan aku..hukum aku honey..asal kau tak marah please " Arick
"Baiklah..kau mau aku memaafkan mu?" Zizi
"Ya honey..katakan kau mau aku melakukan apa hm..katakan honey aku pasrah" Arick
"Baiklah..aku mau mendandani mu" Zizi
"What's?" Arick
"Kenapa..menolak?" Zizi
"Ti..tidak honey..ba..baiklah" Arick pasrah.
Zizi tersenyum dan masuk untuk mengambil alat-alat make up-nya..dia tidak sabar menuruti keinginan anaknya.
Setelah mengambil alat-alat make up Zizi terlihat diam memikirkan sesuatu..setelahnya dia tidak jadi mendandani Arick dia akan meminta sesuatu yang lain untuk Arick lakukan..astaga baby kamu dendam ya dengan Daddy mu.
"Arick" panggil Zizi
"Ya honey..apa tidak jadi?" Arick bertanya karena tidak melihat Zizi membawa apapun..Slamet.
"Tidak..ikut aku" Zizi datar dengan wajah masih di tekuk.
Arick mengikuti Zizi kemanapun dia akan di bawa..semoga tidak ada kejutan lain untuk nya..Arick hanya berharap semoga tiada lagi yang akan Zizi minta padanya.
Sampailah mereka di halaman belakang rumah..Zizi meminta Arick mendekat Arick tentu saja dengan sigap mendekat bahkan menempel..ck mafia king katanya cih.
"Jauhkan jangan dekat-dekat" Zizi
Arick langsung loyo..wajahnya kucel seperti cucian kering yang di biarkan begitu saja..Arick menjauh dari Zizi sedikit saja..hanya 5 jengkal.
"Ck..menjauh bisa tidak sih?" Zizi kesal karena hanya 5 jengkal saja Arick menjauhi nya.
"Tidak bisa honey..aku tidak bisa jauh-jauh darimu" Arick
Arick hanya menunduk tak berani memandang Zizi yang tengah bertanduk dan siap menerjang mangsanya..Arick sudah seperti suami takut istri astaga titel nya sebagai mafia king hilang lenyap sudah di depan sang istri..memalukan bang.
"Maaf honey" jawab Arick dengan suara lirih.
"Ck.. sudahlah aku muak melihatmu..ambil wadah itu dan bawa kemari" Zizi
Arick menurutinya dia mengambil sebuah toples ukuran sedang..Arick membawa toples itu menuju Zizi dana menyerahkan nya.
"Apa maksud mu kenapa di berikan padaku hah?" Zizi ngamuk karena Arick malah memberikan toples itu padanya padahal kan dia yang minta tadi.
Mahmud emang selalu benar..ingat itu.
"Maaf honey kan tadi kau yang meminta ini" Arick
"Aku memang memintanya untuk di bawa ke sini tapi bukan untukku..apa kau sudah tuli Arick..?" Zizi pedas
"Maaf honey..baiklah aku salah" Arick pasrah mengalah.
"Bawa itu ke dekat taman dan cari ulat yang tidak ada bulunya sampai setoples penuh..ini permintaan baby kau harus mau jika tidak kau tidur di teras selama 1 bulan" Zizi berucap acuh sambil mengelus perutnya.
Arick..jangan di tanya wajahnya sudah seperti benang kusut..astaga apa yang harus dia lakukan..lebih baik dia membantai habis klan yang melawan nya daripada mencari ikat yang tidak berbulu.
"Honey..tapi aku geli dengan binatang itu..yang lain saja ya.. pleaseee?" Arick
"Baiklah tapi kau harus berendam dengan ulat sutra bagaimana?" Zizi enteng.
"Honey..sama saja itu mah..yang lain pelase" Arick penuh harap.
"Baiklah..tidur di teras selama q bulan dan jangan tampakkan wajahmu di hadapan ku dan juga anak-anak" Zizi
"Whatsssss?" Arick