ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Bonchap 4



"Arick aku ingin makan caviar dengan ice cream" ujar Zizi sambil menatap Arick dengan tatapan mata yang menggemaskan.


Arick yang di tatap seperti itu tak mampu menolak..dia mengangguk dan bergegas menuju tempat dimana penjual ice cream itu berada..dia kan ada caviar di rumah bisakah di atasnya di beri caviar sebagai topping.


"Huhh untung tidak terlalu ribet keinginan nya..baby kau benar-benar membuat Daddy tersiksa huhh" Arick.


Selesai membeli ice cream Kembali pulang dia meletakkan ice cream itu di atas mangkuk khusus untuk ice cream dna di atasnya dia beri topping caviar..semoga Zizi suka.


"Honey ini pesanan mu" Arick membawa pesanan Zizi kedalam kamar.


Arick melihat Zizi tengah duduk sambil memakan cemilan ringan dengan bungkusnya sudah berserakan di lantai juga lihatlah remahan nya bahkan sampai di kasur..astaga sabar Arick sabar.


"Honey..hmm apa enak cemilannya?" tanya Arick lembut.


"Hm" Zizi menjawab hanya berdehem saja sambil terus mengunyah makanan itu.


"Honey makan di sofa saja ya..nanti banyak semut bagaimana kau bisa gatal-gatal loh" Arick lembut memberi pengertian.


Zizi menghentikan kunyahan nya..dia meletakkan makanan itu kemudian mengambil sapu dan pel..hormonnya membuat dia menjadi melow..dia seperti sedang di marahi tapi secara halus perasaan nya sangat sensitif.


"Hey kenapa mengambil sapu dan oel honey..tidak perlu sayang..jangan kelelahan" Arick menahan Zizi yang hendak menyapu.


"Awas hiks.. aku mau membersihkan tempat hiks tidur hiks hiks kau memang tidak sayang pada kami hiks..kau jahat" Zizi mengungkap kekesalannya dengan Isakan dan sesenggukan.


"Eh..bukan begitu honey..ok maaf aku salah bicara..sini biarkan aku yang menyapu..kau teruskan makannya saja ya?" Arick membujuk Zizi agar tidak ngambek bisa gawat jatah malamnya.


"Tapi kau memarahiku tadi hiks hiks..kau melarang ku makan di kasur karena bisa menyebabkan banyak semut kan hiks kau Jahat aku mau ke rumah daddy saja kalau begini..huwaaaa daddyyyyyy" Zizi menangis keras karena masih sakit hati dengan kata-kata Arick.


Arick tentu saja gelagapan mendengar kata-kata Zizi..astaga kenapa jadi panjang urusan nya..sial tau begini tidak akan dia mau menegur Zizi tadi harusnya biarkan saja tadi hargghhh pasti kena amuk Daddy nanti.


Zizi keluar dari kamar dengan air mata yang sudah mengajak sungai..Zizi berjalan dengan cepat meninggalkan Arick di belakang yang masih gelagapan bagaimana cara menghadapi bumilnya ketika sedang sensi begini.


Zizi melihat tuan Jarred..dia langsung menangis lebih kencang dan memeluk tuan Jarred yang tengah melihatnya dengan raut wajah bertanya-tanya.


Fiora dan Zemi juga bengong karena Zizi menangis hingga menyayat hati astaga apa lagi ulah si bumil kali ini.


Arick tergopoh-gopoh menyusul Zizi..ketika sampai di ruang tamu dia melihat Zizi sudah di tenangkan oleh ayahnya..twins juga senang di bawa main susternya.


"Arick jelaskan kenapa Zizi sampai menangis begini..kau apakan dia hah?" hardik tuan Jarred emosi melihat Zizi menangis hingga begitu pilu nya.


"Dad Arick tidak apa-apakan Zizi.. Arick hanya berkata jika makan di sofa saja karena jika di kasur nanti banyak semut.. itupun dengan lembut tanpa menyinggung..beneran dad" Arick membela diri.


"KAU MEMANG TIDAK MENYAYANGI KAMI KAN..HIKS KAU PELIT..KAU JAHAT..AKU BENCI PADA MU HIKS..Daddy aku mau tinggal dengan Daddy saja hiks jahat hiks" Zizi mengadu.


Tuan Jarred, Zemi Dan Fiora hanua bisa menahan tawanya mendengar aduan Zizi..memang bumil tidak bisa di tegur karena perasaan nya lebih sensitif dari biasanya.