
Zizi terlihat tersenyum manis sambil membalas sebuah pesan yang Arick tidak tau siapa pengirimnya laki-laki atau perempuan astaga jangan sampai Zizi sedang berchating ria dengan calon Daddy baru nya anak-anak..oh no..tidak akan.
"Honey kau sedang berbalas pesan dengan siapa?" Arick
"Calon Daddy baru twins D"Zizi
"Noooo" Arick
Zizi terjungkal kaget mendengar pekikan Arick yang tiba-tiba..astaga hampir saja ponsel Zizi melayang pada wajah tampan Arick.
"Honey kau jangan bercanda sayang..katakan kau sedang bercanda iya kan..katakan honey" Arick
"Kau kenapa sih?" Zizi
"Kau tadi bilang sedang berbalas pesan dengan calon Daddy barunya anak-anak..jangan bercanda sayang" Arick
"Lalu apa yang kau mau?" Zizi
"Daddy anak-anak hanya aku dan tidak akan aku ijinkan ada Daddy yang lainnya" Arick serius.
Zizi rasanya ingin tertawa..tapi dia tahan sekuat tenaga..dia hanya tersenyum menanggapi pernyataan Arick..dia senang karena Arick benar-benar bertanggung jawab.
"Terserah ku..kau tidak suka silahkan lakukan apapun yang kau mau" Zizi acuh.
Arick seakan ingin marah tapi dia tahan dia tidak mau kasar dengan Zizi dana malah membuat Zizi menjauh dan membawa kedua jagoannya..tidak akan pernah dia lakukan hal bodoh itu.
"Terserah aku Arick..ini kehidupan ku dan jalan yang aku pilih..kau juga bebas memilih para wanita yang akan menjadi ibu sambung anak-anak..jangan membuatku semakin ingin meninggalkan mu" Zizi
Arick sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa..apakah karena orang kemarin hingga Zizi melakukan ini..astaga apa dia harus menyalahkan orang-orang yang terlibat..shitt kenapa jadi rumit seperti ini sih.
"Honey katakan pada ku kau mau apa..pukul aku honey pukul agar kau puas tapi jangan begini..hiks maafkan aku..aku benar-benar tidak menyangka jika akan terjadi seperti ini maaf honey..jangan mencari Daddy lain untuk anak-anak honey.. pleaseee hiks..aku mencintaimu dengan tulus honey..jangan lakukan ini padaku" Arick
Owww..ingin sekali Zizi menangis tapi dia harus kuat permainan nya sebentar lagi akan selesai dan dia akan puas karena telah membalas kelakuan Arick.
Di saat Arick tengah menangis tiba-tiba perut Zizi merasakan gejolak yang harus segera di keluarkan..Zizi berjalan menuju dapur tapi ia batalkan dan akhirnya menuju kamar mandi di kamarnya meninggalkan Arick dengan kedua anak nya.
Arick hanya melongo dengan kepergian Zizi..apakah sebegitu marahnya Mahmud nya hingga benar-benar tidak perduli lagi dengannya..dia harus bagaimana.
"Maafkan aku honey..aku bersalah" Arick
Di kamar Zizi tengah mengeluarkan isi perutnya..memang beberapa hari terakhir ini dia sering mual dan juga pusing..apa karena kemarin dia sering menangis juga beban pikiran yang ternyata hanya kelakuan sialan para orang-orang rumah.
"Haishhh apa aku masuk angin..tapi seperti nya aku penegakan mengalami gejala seperti ini..toska..tidak mungkin..tapi bagaimana kalau benar terjadi apa yang akan aku lakukan.. anak-anak bahkan masih butuh ASI ku" Zizi galau.
Akhirnya demi menjawab pertanyaan dalam otaknya Zizi memberanikan diri untuk melakukan test terhadap gejala yang dia alami..apapun hasilnya dia Kana menerimanya.
"Jika kau sudah ada di perut ku tidak apa..aku mensyukuri nya tapi jika belum semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan"