ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_22



Zizi masih asik dengan adonan kuenya..sudah satu loyang berhasil Zizi buat..Zizi membuat sekitar 3 kue untuk dirinya dan Arick,untuk pelayan dan penjaga atau bodyguard.


Zizi memang sangat baik hati para pelayan sangat menyukai Zizi..bahkan kadang Zizi juga ikut makan bersama para pelayan di meja makan khusus pelayan..tak ada sungkan dan jijik hanya ada kebersamaan.


"Akhirnya semua sudah matang"


Zizi tampak senang melihat hasil kreasinya..dia bangga dan semoga Arick mau mencoba atau tidak melirik hasil buatannya..dia sungguh ingin Arick memujinya.


"Semoga Arick suka..huhhh sekarang lebih baik aku mandi"


Zizi memilik kembali ke kamar dan mandi..setelah kuenya di simpan di kulkas Zizi melangkah menuju kamarnya..dia ingin setelah Arick pulang dia sudah wangi dan telihat cantik.


Di saat Zizi tengah mempersiapkan bajunya tanpa sengaja Zizi menyenggol botol sampo dan membuat sampo itu tumpah karena sebelumnya Zizi tengah membuka botol sampo yang terlihat akan habis tapi sayang jika di buang.


Brukhh....


"Astaga..ah ya ampun samponya..sayang sekali"


Zizi langsung mengambil botol sampo itu dan meletakkannya di tempat semula tanpa dia sadari kakinya sedikit melangkah pada tumpahan sampo itu dan menyebabkannya tergelingir dan jatuh tapi sayang kepalanya menghantam sisi wastafle di kamar mandi.


Darah mengucur dari kening Zizi..kepalanya berdenyut,sakit,pandangannya mulai buram dan seketika dia tak sadarkan diri.


Sementara itu Arick entahlah tiba-tiba dia ingin pulang lebih cepat..dia bahkan sudah berada di depan rumahnya.


"Tuan selamat datang" ucap kepala pelayan.


"Dimana Zizi?"


"Di kamar tuan sedang mandi"


"Hm"


Arick menuju kamarnya dan mencari Zizi..sesampainya di kamar dia langsung membuka jasnya dan menggulung kemejanya..dia menunggu Zizi keluar dari kamar mandi.


Arick menunggu hingga 10 menit tak ada tanda-tanda Zizi akan keluar akhirnya dia memutuskan untuk membuka pintu kamar mandi itu..tidak di kunci..aneh sekali.


Setelah berhasil di buka matanya melotot melihat Zizi tergeletak dengan darah yang sudah bercecer di sekitarnya..astaga apa Zizi ingin bunuh diri.


"Ziziiii..astaga kau kenapa?"


Sampailah dia di rumah sakit..Arick berteriak memanggil petugas medis untuk menangani Zizi yang sudah terlihat pucat..sepertinya sudah lama Zizi tak sadarkan diri.


"Dokter selamatkan dia"


"Akan kami usahakan tuan..silahkan tunggu di sini"


Arick menunggu Zizi di depan ruang penanganan..hatinya sedikit khawatir dan cemas dengan keadaan Zizi..padahal nanti malam dia dan Zemi akan melakukan perburuan akhh sial kenapa harus ada acara seperti ini sih.


*


*


*


"Persiapkan segalanya nanti malam mister akan berburu jadi jangan ada kesalahan sekecil apapun karena mister tidak akan mentolerir sikap ceroboh"


"Mengerti tuan"


"Bagus..lanjutkan pekerjaan kalian"


"Baik tuan"


Zemi pergi dari villa kematian menuju kediaman Arick..waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore dan sebentar lagi Arick dan dia akan pergi berburu para cecunguk sialan yang berani mengusik ketenangan mereka.


Di tengah perjalanan Zemi mendengar ponselnya berdering dia menghentikan mobilnya di tepi jalan untuk menjawab panggilan.


"Mister..apa ada sesuatu yang terjadi?"


"Hallo mister"


"......"


"Baik mister segera laksanakan"


Zemi memutar arah haluannya..dia menuju villa kematian lagi untuk membatalkan misi bosnya..Zemi hanya berharap semoga saja tiada lagi ketegangan setelah ini.