
Brandon menyerang Arick dengan tiba-tiba tapi bukan Arick nama nya jika tidak bisa membaca situasi yang ada..Arick dengan santainya dapat menghindari serangan dari Brandon.
"Kau salah jika melihatku seperti itu Brandon..kau tidak mau berusaha lebih keras lagi..aku pun sama seperti mu jatuh bangun sendiri tanpa kenal lelah demi apa..demi sukses Brandon..kau harus terima kekalahanmu itu jika kau tidak mampu menjalani dunia bisnis" ucap Arick panjang lebar.
Brandon hanya tergelak mendengar celotehan Arick..dia sudah muak dengan kata-kata Arick..dia akan menghabisi Arick bagaimana pun caranya.
Brandon menyerang Arick kembali namun bis di tangkis oleh Arick..Arick dengan cekatan menumbangkan Brandon dengan angkat mudah..Brandon menjerit ketika tangannya patah karena di pelintir Arick.
Arick kembali menghajar Brandon di bagian rahangnya hingga terdengar suara.
Krakkk.....
"Arghhhhh"
"Itulah balasan dari segala kesalahan yang telah kau perbuat Brandon"
Bughhhh.....
Bughhhh.....
Brukhhh......
Brandon tak berkutik lagi ketika Arick menyerangnya di berbagai tempat..dia kalah..rahangnya patah giginya bahkan rontok..wajahnya sudah penuh lebam dan tangannya sudah patah..kakinya jangan di tanya lagi..kaki itu sudah tak bisa berdiri karena lemas dan sakit akibat di pukul tongkat besi.
Di sisa-sisa tenaganya Brandon mencoba melukai Arick..Arick membiarkan saja buatkan itung-itung agar Brandon senang sebelum mati.
Arick tergores pisau di lengannya sebelah kiri..tanpa ekspresi kesakitan Arick meninggalkan Brandon yang sudah tewas dan kini tengah di santap para buaya kesayangannya.
*
*
"Istirahatlah Zemi"
"Mister lengan Anda"
"Tidak apa-apa..ada Zizi"
"Ohh baiklah mister..semoga sukses"
"Hahah thanks Zemi"
Arick turun dari mobil dan melangkah meninggalkan Zemi yang masih tersenyum geli.. bagaimana tidak coba di markas saja dia seperti orang yang tidak terluka tapi ketika sampai di rumah lihatlah dia bagaikan terkena luka yang parah..astaga benar-benar.
*
*
"Zi..sedang apa?"
"Arick..kau baru pulang?"
"Hm sshhh"
"Hey kau kenapa Arick?"
Zizi mendekati Arick karena dia melihat Arick mendesis seperti kesakitan..apa ada yang sakit atau ada yang luka..tapi kenapa bisa sampai luka.
"Ah..tidak apa-apa" dal hati tersenyum lebar kena kau honey.
"Tidak apa-apa bagaimana jelas-jelas kau meringis seperti kesakitan..sini biar ku lihat"
"Tidak honey sudahlah
"Baiklah kalau kau tak mau aku periksa sana tidur di luar"
"Hah.mhey tidak mau ya..baiklah silahkan di periksa"
"Daritadi kenapa susah sekali sih..ck menyebalkan"
"Astaga aslinya sudah keluar"
"Diamlah"
"Baik"
Zizi mulai melepas jaket yang Arick kenakan..saat dia melepaskan lengan di jaket Arick dia melotot melihat sebuah luka goresan yang bisa di pastikan lebar dan sepertinya cukup sedikit dalam.
"Arick.. astaga ini kenapa?"
"Oh itu tadi di serang honey..I'm ok"
"Ok palamu..kau lihat lukamu lebar begini astaga..kau ini sudah berkali-kali aku ingatkan agar hati-hati tapi kau masih saja tidak mendengarkan ku..kali apa lagi kau di serang siapa lagi hah..ck..kapan sih hidup kita tenang hah"
Arick hanya diam bagaikan seorang anak yang tengah di marahi orang tuanya begitulah Arick..dalam hati dia tersenyum senang karena sebenarnya Zizi khawatir padanya oh bahagia nya.