
"Minumlah" Arick menyerahkan jus jeruk yang dia bawa pada Zizi.
"Terimakasih" Zizi menerima dan meminumnya hingga tandas dia kehausan.
"Astaga kau kehausan..maaf"
"Tidak..tidak apa"
"Tunggu sebentar aku ambilkan air mineral dan makanan"
"Hm"
Zizi memang kelaparan karena Arick tak memperbolehkannya makan atau minum yang bukan darinya..Zizi menurut karena jujur dia tak tau apapun perihal makanan dan minuman yang ada di tempat ini.
Zizi tak mau jika dia membantah malah dia yang rugi dan berujung mempermalukan Arick.
Zizi menunggu di meja yang Arick pilihkan..sesekali dia tersenyum mengingat perlakuan Arick yang begitu menjaganya..ah dia jadi nyaman.
"Astaga apa aku mulai menyukainya..semoga perasaanku tak sepihak" batin Zizi.
Arick sejak tadi melihat tingkah Zilea..dia tersenyum smirk..sepertinya modusnya berhasil dan kailnya berhasil menjerat satu ikan.
"Teruslah cintai aku Zi..jika cintamu sudah besar untukku maka saat itulah aku akan menghancurkanmu" gumam Arick menyeringai menatap Zilea.
Arick mengambilkan makanan dan minuman untuk Zizi..dia tak setega itu untuk membiarkan Zizi kelaparan dan kehausan..bagaimanapun ini adalah bagian dari rencananya.
Setelah selesai dengan urusan makand an minuman untuk Zi..Arick hendak melangkah menuju meja dimana Zizi menunggunya tapi baru selangkah dia berjalan ponseknya berbunyi dan tertera nama Zemi di layar ponselnya.
Arick meletakkan makanan dan minuman itu di meja lagi dan mengangkat telepon dari Zemi siapa tau penting..tanpa Arick sadari makanan dan minuman itu di beri sesuatu oleh seseorang ketika Arick sedikit menjauh dari meja dimana makanan dan minuman untuk Zizi di letakkan.
Setelah memberi sesuatu pada maknan dan minuman Zizi orang itu pergi sebelum ketahuan oleh Arick..dia tak ingin mati konyol.
"Selamat tinggal perempuan murahan dan sombong..kau pantas mendapatkannya" ucaonya sambil pergi dari tempat itu.
Dia membawa makanan dan minuman itu ke meja dimana Zizi menunggunya.
"Zi..maaf lama..ada telepon dari Zemi tadi"
"Iya nggak apa-apa"
"Makanlah"
Arick menyerahkan makanan dan minuman itu pada Zizi tapi ketika Zizi hendak memakannya tiba-tiba rekan bisnis Arick menghampiri mereka berdua dan terpaksa Zizi harus menunda makannya demi menghargai rekan bisnis Arick.
"Tuan Arick..akhirnya saya punya kesempatan berbincang dengan anda" ucap rekan bisnis Arick
"Ah tuan Rion..saya kira siapa"
"Ah maaf nona sepertinya saya mengganggu anda" ucap tuan Rion tak enak ketika melihat di hadapan Zizi terhidang makanan.
"Tidak apa-apa tuan..lanjutkan saja" ucap Zizi dengan senyum.
Arick hanya diam sambil menyimak perbincangan di antara Zizi dan rekan bisnisnya..dia juga sebenarnya terganggu dengan kedatangan tuan Rion tapi mau bagaima lagi tuan Rion adalah salah satu investornya jadi dia harus menghargainya.
Perbincangan mereka masih berlanjut sambil sesekali tuan Rion menggoda Zizi dan itu membuat Arick tak suka entah kenapa.
"Nona Zizi apa kau sudah mempunyai kekasih..jika belum bolehkah saya mendaftar lebih dulu?" ucap tuan Rion menggoda Zizi.
Arick tiba-tiba mengepalkan tangannya tak suka mendengar pernytaan rekan bisnisnya itu..sial apa maksud rekan bisnisnya itu..kenapa suasananya begitu menjengkelkan.
"Maaf saya ti__" belum selesai Zizi berucap Arick terlebih dulu memotongnya.
"Dia kekasih saya taun Rion" ucap Arick begitu tenang dengan sorot mata tajamnya.