ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_6



"Oh..biar saya saja yang menyuapi nona..kasihan tuan baru selesai bekerja"


"Benarkah..astaga sepertinya aku merepotkan nya"


"Ya kau memang sangat merepotkan" batin Carla.


Carla sengaja berkata seperti itu agar gadis itu tidak mau di perhatikan oleh Arick..dia ingin mengikis jarak antara Arick dengan gadis itu tujuannya hanya satu yaitu mendekati Arick.


"Sebentar saya ambilkan makanannya nona"


"Terimakasih maaf juga jadi merepotkanmu"


"Tidak apa-apa nona"


Pelayan itu pergi hendak mengambilkan makanan untuk gadis itu tapi baru akan membuka pintu tiba-tiba pintunya sudha yerbuka dan terlihatlah Arick yang tengah memegang nampan berisi sepiring makanan juga susu.


Carla terdiam..apakah tuannya mendengar kata-kata nya..sialan jika iya maka dia akan tamat.


"Sedang apa kau di sini?" tanya Arick dengan dingin dan sorot mata mengintimidasi Carla.


"Ma.. maaf..tu..an..saya..mau mengambilkan makanan untuk nona"


"Tidak perlu..pergi"


"Ta..tapi tuan__"


Belum selesai Carla berucap Arick sudah memotong kata-katanya dengan tajam dan dingin.


"Pergi atau mati" ucap Arick pelan namun menyeramkan.


"Ba..ba..ik..tu..an"


Carla pergi dengan kekesalan karena tidak bisa berdekatan dengan Arick..lihat saja nanti juga dia akan semakin dekat dengan Arick.


"Sialan..gagal semua rencanaku..lain kali tidak akan ku biarkan rencanaku gagal..semoga saja gadis itu tidak jadi di suapi oleh tuan"


*


*


*


"Biar aku makan sendiri tuan"


"Arick..panggil aku Arick"


"Ah.. Arick..baiklah..biar aku makan sendiri..aku bisa"


"Buka mulutmu"


"Tap__"


Belum selesai gadis itu berucap Arick sudah memotong perkataan nya.


"Buka atau ku suapi dengan mulutku"


"Ah..i.. iya..ba..ik..lah"


Suapan demi suapan berhasil masuk kedalam perut gadis itu..Arick menyeringai karena modusnya berhasil..gadis itu semakin terjerat dalam permainannya..selangkah lagi menuju keberhasilan nya.


"Sudah.. terimakasih"


"Sama-sama"


Arick membereskan piring kotor tadi dan meletakkannya di atas meja dekat ranjang..Arick mengambilkan obat untuk gadis itu..dia memberikan obat itu pada gadis itu kemudian menyuruhnya untuk meminum obatnya.


"Bagus..good girl"


Wajah gadis itu bersemu merah..jujur ada getaran ketika dia sedang berdekatan dengan Arick..apa ini artinya dia sudah mulai menyukai Arick.


"Terimakasih" ucap gadis itu lirih.


*


*


"Arick..emmm..apa kau tau siapa namaku?"


"Tau"


"Siapa?"


"Zilea"


"Zilea..bagus juga namanya"


"Hm"


"Apa kau tau kenapa aku bisa koma?"


"Kau ingin tau?"


"Iya..apa kau tau?"


"Ya"


"Katakanlah"


"Kau tidak akan percaya"


"Benarkah..memang kenapa?"


"Jika aku mengatakan kau koma karenaku apa kau percaya?"


Zilea terdiam memikirkan apa kata-kata pria itu serius dan bisa di percaya.


"See..you don't believe me..lebih baik kau ingat sendiri saja"


"Baiklah..aku menyerah"


Arick hanya tersenyum samar..dia tau gadis itu tak akan mungkin percaya dengan kata-kata nya..dia akan membiarkan gadis itu mengingatnya kembali hingga balas dendam ini menjadi sangat menarik.


Hari semakin sore..Arick memilih merebahkan tubuhnya di sofa kamar dimana Zilea berada..sedangkan Zizi dia hanya menatap Arick dengan tatapan entahlah..dia semakin kagum dengan pria di kamarnya itu.


"Hanya kau sandaran hidupku saat ini..benarkah rasa yang mulai ada bisa bertahan hingga akhir..aku tak ingin kecewa atau sakit hati..Arick aku harap kau yang pertama dan terakhir untukku".