ARICK THE MAFIA KING

ARICK THE MAFIA KING
Ep_9



Arick masih melihat Zilea yang tengah terlelap..dia hanya memandangi wajah Zilea dengan datar..aura kemarahan terlihat jelas di gurat-guratnya.


Dia selalu ingin menghabisi Zilea jika mengingat raut kesakitan sang ibu..benar-benar jika sampai dia kasihan dengan gadis fi depannya ini maka Arick lebih memilih sang ibu yang kesakitan dan menderita.


"Sial..kenapa kau harus menjadi anak dari si pembunuh itu..brengsek"batin Arick tengah gundah.


Arick beranjak dari duduknya dan membaringkan dirinya di atas kasur yang sama dengan Zilea..entah setan apa yang menuntun Arick hingga tubuhnya kini berada di sisi samping Zilea.


Tak tau sejak kapan dia terlelap..dia membuka matanya dan melihat Zilea sedang memandangi wajahnya.


"Ka..kau s..su..dah bangu..n t..tu..an?" tanya Zizi gugup.


Arick awalnya terkejut tapi setelahnya dia menormalkan kembali keterkejutannya dan tersenyum manis namun penuh arti dari senyumannya itu.


"Iya..kau sudah lama bangunnya?"


"Iya..aku ingin membangunkanmu tapi melihat kau begitu pulas aku tak tega..maaf"


"Ini bukan kesalahanmu Zi..ayo aku banti ke kamar mandi"


"Ti..tida..k.us..ah tu..an"


"Sudah diam dan menurutlah"


"Tapi tuan aku sudah bisa berjalan sendiri dan tubuhku juga sudah lebih baik dari sebelumnya"


"Lalu?"


"Em..biarkan aku sendiri ke kamar mandi tuan"


"Hm..baiklah"


Arick meninggalkan Zilea di kamar dan dia menuju kamar satunya lagi untuk membersihkan diri.


Zilea menuju kamar mandi dan mulai membersihkan diri juga..dia awalnya terkejut ketika membuka mata dan melihat seorang pria berbaring di sebelahnya tapi sedetik kemudian dia sadar ini juga bukan kamarnya.


"Harusnya kau sadar Zi..kau hanya menumoang di sini..kau tidak boleh besar kepala Zi..huhh tuan Arick begitu baik padaku..sepertinya aku mulai menyukainya..astaga Zizi kau ini kenapa sih"


Zilea memilih berendam dan menghilangkan pikiran anehny..dia tau dia dan Arick sangat berbeda bagai langit dan bumi jika di ibaratkan.


Selesai dengan mandinya Zizi keluar dari kamar dan menuju ke bawah..dia ingin melihat-lihat suasana rumah tempatnya tinggal selama ini.


"Pagi nona..nona mau kemana biar saya temani" ucap salah satu pelayan yang usianya lebih mirip seperti ibunya mungkin.


"Bibi..em saya hanya ingin melihat-lihat sekitar saja bibi"


"Baiklah..biar bibi temani ya..jika tuan Arick melihat nona sendirian kami bisa di pecat"


"Benarkah..kenapa bi?"


"Nona sudah di jaga tuan sejak lama..tuan juga sangata menunggu hari dimana nona sadar dari tidur panjang nona"


"Benarkah..haha mungkin bibi terlalu berlebihan..ayo bi temani Zizi saja"


"Baiklah nona"


Tanpa mereka sadari interaksi antara mereka di perhatikan oleh seseorang dan orang itu hanya menyeringai penuh arti.


*


*


"Apa kau yakin ini akan sukses?" tanya seorang wanita pada seorang pria.


"Aku yakin dan seratus persen pasti akan berhasil"jawab sang pria penuh keyakinan.


"Baiklah..ini bayaranmu"


"Thanks..senang bekerja sama denganmu nona"


"Jangan banyak omong lebih baik kau pergi sejauh mungkin"


"Baiklah..tapi sebelum aku pergi layani aku dulu maka kau akan aman jika aku tertangkap"


"Sial..jangan banyak omong pergi cepat"


"Aku tidak akan pergi sebelum kau memuaskanku sayang"


"Dasar brengsek"